Valentino Rossi

Profil Sirkuit Mugello yang Selalu Lekat dengan Valentino Rossi

BeritaBintang –  Profil Sirkuit Mugello yang Selalu Lekat dengan Valentino Rossi

SERI keenam MotoGP bakal berlangsung di Sirkuit Mugello pada 4 Juni 2017. Trek sepanjang 5.245 kilometer tersebut bisa dibilang sangat lekat dengan nama pembalap legendaris MotoGP, Valentino Rossi.

Sirkuit kebanggaan warga Italia itu pertama kali digunakan pada ajang grand prix 1976. Tercatat sudah 27 kali ajang balap premier class dilaksanakan di sana.

Rossi membuat tinta emas dengan meraih sembilan kali kemenangan di semua ajang. Pertama kali The Doctor keluar sebagai juara yaitu pada musim 1997 saat di kelas 125 cc.

{ Baca Juga : ” Cristiano Ronaldo Siap Persembahkan Permainan Terbaik Real Madrid}

Untuk di kelas MotoGP, ia merasakan kemenangan dua kali beruntun bersama Repsol Honda (2002 dan 2003). Sementara di Movistar Yamaha, Rossi membuat catatan mengagumkan dengan lima kemenangan beruntun pada 2004 hingga 2008.

Ya menurut AGEN BOLA, karakter Mugello memang cocok dengan gaya membalap Rossi yang lembut serta cepat ketika menakluki tikungan. Memang, sirkuit yang terbilang modern itu memiliki enam tikungan ke kiri dan sembilan tikungan ke kanan dengan lebar lintasan sekira 14 meter.

Banyak yang menilai Sirkuit Mugello menguntungkan pembalap Ducati. Sebab, Desmosedici dikenal sangat cepat di lintasan lurus, namun dengan kombinasi beberapa tikungan lambat dan cepat  tentu menuntut kelihaian dan skill mumpuni para joki.

Dituduh Punya Taktik Rahasia, Ini Komentar Zarco

BeritaBintangDituduh Punya Taktik Rahasia, Ini Komentar Zarco

Performa salah satu pembalap Tim Monster Yamaha Tech 3, Johann Zarco, di empat seri perdana kejuaraan dunia MotoGP musim 2017 memang cukup mengesankan. Bahkan dalam balapan teranyar di Sirkuit Jerez, ia hampir meraih podium.

Akan tetapi sangat disayangkan hal tersebut urung terjadi. Pasalnya meski sempat berada di posisi kedua dan ketiga dalam kurun waktu yang cukup lama, Zarco harus puas menyudahi balapan di urutan keempat.

[ Baca Juga : ” Konflik Mematikan, Jadi Sajian Trailer War For The Planet Of The Apes! ” ]

Penampilan apik Zarco tersebut pun memunculkan indikasi bahwa Zarco memiliki sebuah strategi rahasia agar dirinya bisa tampil apik jelang balapan berakhir. Adalah salah satu pembalap didikan Valentino Rossi di VR46 Riders Academy, Franco Morbidelli.

Mengetahui kondisi tersebut lantas mendapatkan komentar langsung dari Zarco sendiri beberapa waktu lalu. Ia membantah bahwa memiliki taktik rahasia untuk bisa tampil langsung kompetitif di MotoGP musim ini.

“Itu tidak benar, hanya saja mungkin saya selalu membandingkan performa ban para rival. Terkadang saya memang merasa lebih nyaman saat balapan, terutama di lap-lap akhir. Tapi semua ini jelas berkat kerja keras sejak sesi latihan,” ucap Zarco, seperti dikutip dari AGEN BOLA, Rabu (17/5/2017).

Tercecer di Seri Jerez, Rossi Akui Kecewa dengan Performa Motornya

BeritaBintangTercecer di Seri Jerez, Rossi Akui Kecewa dengan Performa Motornya

Pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, mengaku kecewa dengan performa motornya saat melintas pada seri keempat MotoGP 2017 di Sirkuit Jerez, Spanyol. Pembalap berjuluk The Doctor itu hanya mampu finis di urutan ke-10.

Rossi mengatakan, pengaturan tunggangan YZR-M1 miliknya sempat berjalan baik. Namun, pada sesi latihan bebas, kualifikasi, hingga race berlangsung, justru kondisi motornya tidak bekerja dengan optimal.

[ Baca Juga : ” VIDEO: Yuk, Intip Aksi Menegangkan Tom Cruise di The Mummy ” ]

“Saya katakan awalnya pengaturan motor kami terlihat normal. Tetapi, sayang sasis baru tidak bekerja dengan cukup baik dan bahkan ban tidak cocok dengan motor saya,” ujar Rossi, mengutip dari AGEN BOLA, Kamis (11/5/2017).

Lebih lanjut Rossi menuturkan, dirinya kesulitan saat melintas di Jerez pada akhir pekan lalu, Minggu 7 Mei 2017. Ia menilai ban motornya tidak cocok dengan kondisi trek tersebut.

“Saya pikir secara umum balapan di Jerez memang sulit. Motor saya tidak tampil secara maksimal karena ban yang tidak sesuai di lintasan,” ungkapnya.

Bikin Ruangan Luas Terlihat Lebih Rapi dan Nyaman, Simak Caranya!

BeritaBintangBikin Ruangan Luas Terlihat Lebih Rapi dan Nyaman, Simak Caranya!

RUANGAN yang luas membutuhkan penataan dekorasi yang tidak sembarangan. Karena jika terlihat kosong, ruangan Anda tidak akan terlihat bagus dan nyaman.

{ Baca Juga, ” Potong Jalan seperti Valentino Rossi, Jorge Lorenzo Tidak Terkena Penalti ” }

Karena itu, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan jika ingin membuat ruangan luas Anda terasa nyaman. Dilansir dari JUDI ONLINE, Selasa (25/4/2017), inilah tiga cara membuat ruangan luas menjadi lebih nyaman:

Tambahkan tanaman tinggi

Ini adalah salah satu ide yang tepat. Tambahkan beberapa tanaman tinggi di dalam pot dan letakkan di sudut-sudut ruangan. Namun pastikan sudut-sudut tersebut mendapatkan cukup cahaya. Untuk memilih tanaman, pilihlah tanaman yang tumbuh secara vertikal dan tinggi supaya dapat mengisi ruang kosong.

Dua warna dinding

Dekorasi untuk ruangan luas juga bisa diatasi dengan menggunakan dua warna dinding. Gunakan salah satu warna pada dinding, kemudian gunakan warna berbeda untuk langit-langit. Ini dapat memberikan ilusi bahwa langit-langit ruangan tersebut lebih rendah dari yang sebenarnya.

Daybed

Anda juga bisa menambahkan daybed di ruangan tersebut. Di ruangan yang luas, Anda tentu menginginkan tempat yang nyaman dan bervariasi. Karena itu, tambahkan daybed terpisah dengan sofa. Kemudian tambahkan beberapa furnitur yang pas di samping daybed tersebut.

Potong Jalan seperti Valentino Rossi, Jorge Lorenzo Tidak Terkena Penalti

BeritaBintangPotong Jalan seperti Valentino Rossi, Jorge Lorenzo Tidak Terkena Penalti

Race Director MotoGP, Mike Webb, mengungkapkan alasan mengapa Jorge Lorenzo tidak terkena penalti, meski sama-sama memotong jalan seperti Valentino Rossi saat tampil di Sirkuit Austin, Amerika Serikat. Webb menilai X-Fuera –julukan Lorenzo– tidak mengambil keuntungan meski memotong jalan.

Pada balapan tersebut, Rossi terkena penalti setelah kedapatan memotong jalan di tikungan ketiga lap ketujuh. Rossi memang tidak sengaja memotong jalan karena menghindari benturan dengan Johann Zarco (Monster Yamaha Tech 3).

[ Baca Juga : ”  Jadwal Tayang X-Men: Dark Phoenix Telah Dirilis, Cek di Sini ” ]

Akan tetapi ketika memotong jalan, Rossi menarik gas sang kuda besi sekencang-kencangnya. Hal itulah yang tidak diizinkan dan akhirnya Rossi mendapatkan hukuman penalti 0,3 detik.

Hal berbeda dialami Lorenzo. Pembalap berpaspor Spanyol itu juga tidak sengaja memotong jalan karena gagal menjaga keseimbangan sang kuda besi. Bedanya, ketika memotong jalan, Lorenzo tidak menarik gas dari Desmosedici GP17 kepunyaannya.

“Setelah kami telisik lebih dalam, Lorenzo juga memotong jalan di tikungan yang sama. Namun, ia tidak mengambil keuntungan saat melakukan hal itu (memotong jalan). Alhasil, tidak ada hukuman yang kami berikan,” kata Webb mengutip dari laman resmi AGEN BOLA, Senin (24/4/2017).

Namun, hasil yang didapat Rossi dan Lorenzo bertolak belakang. Di saat Rossi berhasil finis di posisi dua, Lorenzo yang tiga kali menjadi juara dunia MotoGP hanya menyelesaikan balapan di tangga sembilan.

Sport Board: Ngeri, Lorenzo Bukan Saingan Lagi bagi Rossi untuk Rebut Juara MotoGP 2017

BeritaBintangSport Board: Ngeri, Lorenzo Bukan Saingan Lagi bagi Rossi untuk Rebut Juara MotoGP 2017

Dunia MotoGP tujuh kali, Valentino Rossi, ternyata sudah tak menganggap Jorge Lorenzo sebagai ancamannya untuk merebut gelar juara MotoGP pada musim ini. Pasalnya, penampilan buruknya di dua seri awal MotoGP 2017 menjadi alasan VR46 menyatakan hal tersebut.

Terlebih, X-Fuera –julukan Lorenzo– harus puas menempati posisi ke-18 di klasemen sementara. Mantan rekan satu timnya itu hanya mampu mengumpulkan lima poin dari dua race yang dijalani.

[ Baca Juga : ” Raih Rekor Pemasukan Global, Nih Daya Tarik Film The Fate and the Furious ” ]

Lima poin tersebut hanya didapat Lorenzo di GP Qatar yang berhasil finis di posisi ke-11. Sementara pada GP Argentina, ia tak mendapatkan poin karena terjatuh pada saat balapan berlangsung.

Selain itu, adaptasi dengan motor Ducati yang masih belum berjalan dengan baik oleh Lorenzo, menjadi alasan Rossi. Sebab, ia pun pernah mengalami hal yang serupa.

Meski begitu, Rossi yakin pembalap Ducati itu bisa segera beradaptasi dengan Desmosedici. Tapi VR46 tetap menganggap keberhasilan adaptasinya itu akan sulit untuk menunjang prestasinya di MotoGP 2017.  AGEN BOLA

Raih Hasil Baik di Dua Race Awal MotoGP 2017, Graziano: Rossi Punya Keinginan Kuat untuk Juara!

BeritaBintangRaih Hasil Baik di Dua Race Awal MotoGP 2017, Graziano: Rossi Punya Keinginan Kuat untuk Juara!

Pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, meraih hasil baik dalam dua seri awal MotoGP 2017. The Doctor –julukan Rossi– berhasil finis di posisi tiga Grand Prix (GP) Qatar dan podium kedua di GP Argentina.

Hasil tersebut lantas mengantarkan Rossi berada di urutan dua klasemen sementara MotoGP 2017. Pembalap berpaspor Italia itu terpaut 14 angka dari rekan setimnya, Maverick Vinales, dengan raihan 50 poin di puncak klasemen.

[ Baca Juga : ” Duh, Dwayne Johnson Bocorkan Film Terbaru DC dan Warner Bros ” ]

Meski demikian, ayah Rossi yakni Graziano Rossi, menilai anaknya mengetahui cara untuk bersaing dan meraih hasil baik di setiap seri balapan MotoGP musim ini. Ia pun memberikan pandangannya terhadap sifat anaknya tersebut.

Menurut Graziano, Rossi tidak seutuhnya memiliki sifat dirinya. Ia menyebut, The Doctor –julukan Rossi– hanya ingin memberikan penampilan terbaik dan menghibur fans-nya di lintasan.

“Saya pikir, Rossi tidak mengambil seluruhnya (sifat) dari saya, melainkan dia hanya punya keinginan untuk balapan dan menghibur penonton, selebihnya tidak. Dia telah mengembangkan cara dan jalur yang sangat produktif,” ungkap Graziano, mengutip dari AGEN BOLA, Sabtu (15/4/2017).

Rossi Mampu Naik Podium di Dua Race Perdana MotoGP 2017, Jarvis Tak Percaya!

BeritaBintangRossi Mampu Naik Podium di Dua Race Perdana MotoGP 2017, Jarvis Tak Percaya!

Pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, mampu menunjukkan penampilan gemilang di dua race perdana MotoGP 2017. Rossi berhasil meraih podium ketiga dan kedua di GP Qatar dan Argentina musim ini.

Berkat hasil tersebut, The Doctor –julukan Rossi– berhasil duduk di posisi dua klasemen sementara pembalap musim ini dengan koleksi 36 poin. Dengan hasil tersebut, Direktur Tim Yamaha yakni Lin Jarvis, memuji kerja keras pembalap asal Italia itu.

[ Baca Juga : ”  5 Film Fast & Furious Terlaris Sepanjang Sejarah ” ]

Sebab, Jarvis menilai bahwa Rossi meraih hasil tersebut tidak dengan mudah. Bahkan pada sesi latihan bebas, Rossi tak tampil baik hingga hanya mengantarkannya menempati urutan ketujuh saat memulai balapan.

“Balapannya sangat luar biasa. Saya sampai tak percaya jika dia mampu memenangkan balapan tersebut,” ujar Jarvis, mengutip dari AGEN BOLA, Jumat (14/4/2017).

“Saya juga tak percaya jika dia bisa meraih dua podium dalam dua race perdana MotoGP. Apalagi dia meraihnya dengan banyak kesulitan yang dia hadapi,” pungkasnya.

Raih Dua Kemenangan Berturut-turut, Vinales Cetak Rekor Baru di Yamaha

BeritaBintangRaih Dua Kemenangan Berturut-turut, Vinales Cetak Rekor Baru di Yamaha

Menjadi pembalap adalan Tim Movistar Yamaha, Maverick Vinales kembali membuktikan kelasnya di MotoGP, ajang balap motor paling prestisius di dunia. Pembalap berusia 22 tahun itu mampu menyapu bersih kemenangan di dua race awal MotoGP 2017!

“Ini adalah balapan yang sulit, sangat sulit. Saya mulai dari posisi keenam dan saya anggap start tidak terlalu buruk. Saya menemukan cara untuk menyalip rider lain secepat yang saya bisa, dan akhirnya saya bisa berada di belakang Cal (Crutchlow),” ungkap Vinales menceritakan jalannya balapan, seperti dikutip dari AGEN BOLA, Selasa (11/4/2017).

[ Baca Juga : ” Trailer Ragnarok, Selamat Tinggal Palu Sakti Thor! ” ]

Dari raihan gemilangnya itu, Vinales mencatatkan rekor pribadinya bersama Tim Movistar Yamaha. Pembalap yang baru berusia 22 tahun itu menjadi pembalap pertama di era milenium yang berhasil meraih kemenangan dalam dua race pertama, setelah sebelumnya rekor dipegang Wayne Rainey pada 1990.

Vinales juga mengaku tidak percaya dan menganggap raihan tersebut seperti mimpi Tak lupa, ia pun memuji kerja keras timnya sehingga bisa mengantarkan sang rider berada di urutan pertama. Pembalap asal Inggris itu kembali menegaskan apa yang ia raih bukan miliknya seorang, tapi menjadi kemenangan bagi tim.

“Untuk seri selanjutnya, saya harus terus mencoba dan melanjutkan balapan dengan cara yang sama. Tim sangat termovitasi dan memiliki performa yang sangat hebat. Dari race ke race, saya merasa semakin kuat! Saya sangat senang dengan dua kemenangan berturut-turut. Ini luar biasa!” tutup rekan setim Valentino Rossi itu.

Raih Hasil Buruk di Tes Pramusim Qatar, Rossi Tegaskan Musim Ini Bukan Akhir Kariernya

BeritaBintangRaih Hasil Buruk di Tes Pramusim Qatar, Rossi Tegaskan Musim Ini Bukan Akhir Kariernya

Pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, menegaskan musim balapan MotoGP 2017 bukanlah akhir kariernya. Meski meraih hasil buruk pada sesi tes pramusim di Sirkuit Losail, Qatar pada 10-12 Maret 2017, tidak lantas menyurutkan semangatnya untuk berkompetisi dalam dua musim ke depan.

“Paling penting ini bukan kesempatan terakhir saya karena saya sendiri masih punya kontrak di MotoGP semalam dua musim nanti. Saya juga tidak punya beban yang tidak biasa, sama seperti musim-musim sebelumnya,” ungkap Rossi, seperti dilansir Crash, Selasa (14/3/2017)

Baca Juga: ” Wow, Dera Hanya Butuh Satu Jam Tulis Lirik Lagu

Rossi menuturkan, dirinya masih ingin terus berada di lintasan untuk meraih gelar juara dunia MotoGP. Pembalap berpaspor Italia itu pun berharap dapat tampil lebih baik di seri perdana GP Losail, Qatar pada 26 Maret 2017.

“Kami harus menunggu dan melihat apa yang terjadi nanti. Semoga saya dan tim bisa lebih cepat dalam menjalani balapan seri perdana di sini,” jelasnya.

Pada sesi tes pramusim hari terakhir di Qatar, The Doctor -julukan Rossi- menempati urutan 11 dengan catatan waktu 1 menit 55,185 detik. Sementara rekan setimnya, Maverick Vinales tampil tercepat dengan catatan waktu terbaik 1 menit 54,330 detik.