Tarif Listrik

Antisipasi Perampokan, 200 Polisi Jaga Bank dan Mesin ATM di Medan

BeritaBintangAntisipasi Perampokan, 200 Polisi Jaga Bank dan Mesin ATM di Medan

Sedikitnya 200 personel Polrestabes Medan diturunkan untuk mengantisipasi perampokan bank dan mesin ATM jelang Lebaran Idul Fitri.

Waka Polrestabes Medan, AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, 200 personel yang diturunkan telah ditempatkan di setiap bank maupun tempat penukaran uang mengantisipasi terjadi aksi perampokan jelang lebaran di Kota Medan.

“Sampai saat ini, kondisi keamanan di Kota Medan masih kondusif. Mudah-mudahan sampai Lebaran nanti kita berdoa tetap terjaga situasi yang aman,” ujarnya.

Tatan mengungkapkan, Polrestabes Medan siap melayani masyarakat yang meminta pengawalan kepada pihak kepolisian saat akan membawa uang dengan jumlah yang banyak untuk keperluan THR.

[Baca Juga -“Tarif Listrik 900 VA Nonsubsidi Naik Lagi Bulan Depan“]

“Untuk pengawalan terhadap nasabah bank merupakan tugas kepolisian. Dan selama 24 jam kita siap membantu tanpa meminta imbalan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Kawanan perampok berhasil membawa kabur mesin ATM milik Bank BRI Syariah di Jalan Sudirman, Kelurahan Sri Padang, Kota Tebingtinggi, Senin (12/6).

Aksi perampokan mesin ATM terjadi sekitar pukul 04.00 WIB dini hari. Pelaku diperkirakan lebih dari tiga orang sebelum melancarkan aksinya sempat menyekap petugas keamanan.

Tarif Listrik 900 VA Nonsubsidi Naik Lagi Bulan Depan

BeritaBintangTarif Listrik 900 VA Nonsubsidi Naik Lagi Bulan Depan

PT PLN menyatakan bakal melakukan tariff adjustment atau penyesuaian tarif bagi pelanggan 900 VA non subsidi pada Juli 2017. Sebagaimana diketahui, pengguna listrik 900 VA nonsubsidi akan masuk daftar golongan yang dikenakan penyesuaian secara berkala.

Direktur Keuangan PLN, Sarwono Sudarto, mengatakan ada kemungkinan kenaikan tarif listrik bagi pelanggan 900 VA nonsubsidi. Kemungkinan turun pun disebut ada, jika inflasi turun, nilai tukar rupiah menguat, dan adanya penurunan harga minyak mentah.

“Juli tariff adjustment bagi mereka yang tidak berhak mendapatkan subsidi (900 VA), tapi kalau mereka yang subsidi tetap dikasih (subsidi),” kata Sarwono saat berbincang dengan Agen Bola, Senin malam, 12 Juni 2017.

[Baca Juga -“Sidang Digelar Besok, Ini Hakim yang Bakal Adili Buni Yani di PN Bandung“]

Sarwono mengaku enggan memakai istilah pencabutan subsidi. Sebab, subsidi itu sebetulnya akan dialihkan kepada masyarakat yang lebih berhak alias tepat sasaran. Dia pun menyebut keuangan PLN lebih bagus setelah adanya program subsidi tepat sasaran tersebut.

“Karena ada 18 jutaan (rumah tangga) yang selama ini mendapat subsidi, yang seharusnya mereka tidak masuk pada masyarakat yang menerima subsidi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, subsidi yang diberikan pemerintah pun kini berkurang hingga Rp2 triliun per bulan, ketika subsidi tak lagi diberikan kepada sekitar 18 juga pelanggan yang tergolong mampu.

“Dengan kenaikan (tarif) itu jadinya subsidi pemerintah berkurang. Jadi ke orang yang berhak saja. Kurangnya sekitar Rp2 triliun per bulan,” kata dia.