Sirkuit Jerez

Lorenzo Merasa Lebih Percaya Diri dengan Desemosedici GP17

BeritaBintangLorenzo Merasa Lebih Percaya Diri dengan Desemosedici GP17

Rider Tim Ducati Corse, Jorge Lorenzo, mampu tampil impresif pada sesi latihan bebas kedua (FP2) yang berlangsung di Sirkuit Jerez, Spanyol, Jumat 5 Mei 2017. Ia merasa kalau motor Desmosedici GP17 miliknya sudah jauh lebih baik.

Tak heran jika Lorenzo merasa lebih percaya diri dalam menggeber motornya tersebut. Dan ternyata, kepercayaan diri tersebut yang membuat pemegang tiga gelar juara dunia MotoGP itu tampil luar biasa di Jerez kemarin.

[ Baca Juga : ” Superhero dari Royal Family Inhumans Hadir dalam Format Serial ” ]

Sempat kesulitan pada FP1, Lorenzo berhasil membalasnya di FP2 yang berlangsung sore hari waktu setempat. X-Fuera –julukan Lorenzo– berhasil menempati posisi empat dengan catatan waktu 1 menit 40,291 detik.

“Saya merasa lebih percaya diri, yang membuat saya merasa lebih aman saat menekan hampir di semua bagian,” ujar Lorenzo, seperti disadur dari AGEN BOLA, Sabtu (6/5/2017).

“Itu adalah apa yang saya rasakan di putaran terakhir dan mungkin apa yang orang rasakan saat menyaksikan saya di TV,” pungkas mantan pembalap Movistar Yamaha tersebut.

Pasca-Kemenangan di Austin, Marquez Termotivasi Raih Podium Juara di Jerez

BeritaBintangPasca-Kemenangan di Austin, Marquez Termotivasi Raih Podium Juara di Jerez

Pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez, sangat termotivasi untuk bisa meraih kemenangan di seri keempat MotoGP 2017 yang berlangsung di Sirkuit Jerez, Spanyol. Motivasi tersebut muncul setelah dirinya memenangi race pertama musim ini di GP Amerika Serikat beberapa pekan lalu.

Meski begitu, The Baby Alien –julukan Marquez- enggan jemawa. Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus ia lakukan untuk bisa terus konsisten, terutama di Jerez nanti.

[ Baca Juga : ” FOTO: Nih Spoiler Film Fantastic Beasts 2 dari J.K. Rowling ” ]

“Tentu saja kemenangan kami di Austin membuat seluruh tim lebih percaya diri dan memiliki motivasi untuk kerja keras serta mencoba memahami bagaimana memperbaiki persiapan motor kami,” ungkap Marquez, mengutip dari AGEN BOLA, Rabu (3/5/2017).

Apalagi menurutnya Jerez adalah sirkuit yang sulit untuk ditaklukkan. Buktinya musim lalu saja, dirinya tak mampu meraih kemenangan setelah menyelesaikan balapan dengan finis di posisi ketiga.

“Jerez adalah salah satu sirkuit yang paling sulit dan rumit,” tutupnya.

Sukses Jalani Operasi Pergelangan Tangan, Rins: Saya Ingin Segera Kembali ke Lintasan!

BeritaBintangSukses Jalani Operasi Pergelangan Tangan, Rins: Saya Ingin Segera Kembali ke Lintasan!

Pembalap Tim Suzuki Ecstar, Alex Rins, mengatakan dirinya ingin segera kembali ke lintasan usai menjalani operasi pada pergelangan tangan. Ia pun sudah tidak sabar untuk dapat tampil di seri MotoGP 2017 berikutnya bersama Suzuki.

Namun setelah operasi, Rins akan menjalani pemulihan di negara asalnya, Spanyol. Pembalap berusia 21 tahun itu kemungkinan akan absen selama 6-10 pekan.

[ Baca Juga : ” Asyik, Film Terbaru Detektif Conan Siap Tayang di Bioskop Indonesia ” ]

Suzuki Ecstar sudah menunjuk pembalap berkebangsaan Jepang, Takuya Tsuda untuk menggantikan posisi Rins. Test Rider itu akan mengawali debutnya pada seri keempat MotoGP musim ini di Sirkuit Jerez, Spanyol, Minggu 7 Mei 2017.

“Operasi berjalan dengan sukses seperti yang dikatakan dokter. Saya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan memberikan perhatian kepada saya di rumah sakit,” ujar Rins, mengutip dari AGEN BOLA, Sabtu (29/4/2017).

“Saya ucapkan terima kasih atas dukungan yang saya terima, salah satunya media sosial dapat membantu saya, khususnya dari seluruh tim Suzuki. Tentu ini dapat mengembalikan energi saya untuk segera pulih dan segera kembali ke lintasan,” ungkapnya.

 

Rossi Berikan Piala Jerez untuk Fans

BeritaBintang –Pembalap senior Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, berhasil menjadi yang tercepat pada balapan keempat MotoGP 2016 di Sirkuit Jerez, Spanyol, akhir pekan lalu. Kemenangan tersebut menjadi yang pertama bagi Rossi musim ini dan membuatnya kembali bersaing dalam perebutan gelar juara.

Rossi jelas sangat senang menikmati podiumnya tersebut. Ia tak bisa menutupi senyum lebarnya sejak menyentuh garis finis sampai ketika dirinya harus turun dari podium. Namun rupanya, Rossi tak mau sendirian merasakan kemenangan tersebut.

Berdasarkan situs resmi MotoGP, pembalap veteran tersebut memberikan trofi yang ia raih di Jerez kepada seorang pasien rumah sakit anak-anak di Parma. Tak hanya trofi, Rossi juga memberikan kaus dan topi yang ditandatangani.

Penyerahan piala dan suvenir tersebut dilakukan oleh anggota pendukung Rossi yang diwakili Flavio Fratesi. Ia berjanji akan kembali memberikan hadiah piala kepada anak tersebut jika The Doctor kembali menang.

“Ketika Vale memenangkan balapan, saya akan membawa pialanya ke Anda,” janji Flavio, seperti dikutip laman resmi Indowins, Minggu (1/5/2016).

Dilatih Pembalap Ini, Rossi Raih Kemenangan Ke-113 di MotoGP

BeritaBintang  –  Valentino Rossi benar-benar tak bisa ditandingi saat MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez, pekan lalu. Selama balapan, pembalap Movistar Yamaha itu tak bisa dikejar para pesaingnya, Jorge Lorenzo dan Marc Marquez.

Rupanya, kunci sukses Rossi di Sirkuit Jerez adalah Luca Cadalora. Pria berusia 53 tahun itu baru saja direkrut Rossi sebagai pelatih balapnya sejak Februari 2016.

Cadalora bukanlah orang baru di dunia MotoGP. Dia pernah dua kali menjadi juara dunia di kelas 250cc pada 1991 dan 1992. Sejak dilatih Cadalora, performa Rossi yang saat ini sudah berusia 37 tahun tidak kalah dengan Lorenzo, Marquez, Dani Pedrosa, atau bintang baru MotoGP, Maverick Vinales.

“Dia (Cadalora) mempunyai hasrat yang sangat besar dan berpengalaman. Sejak awal musim, dia memberi saya banyak saran untuk naik podium. Dia juga menyarankan beberapa hal saat kami mengatur motor,” kata Rossi, dikutip dari BeritaBintang.

Menurut Rossi, saat balapan di Sirkuit Jerez, Cadalora merupakan orang yang punya banyak peran membantunya meraih kemenangan ke-113 selama berkiprah di dunia MotoGP. “Saya harus berterima kasih kepadanya,” ujarnya.

“Sampai sekarang, dia masih memiliki bakat. Dia juga cerdas dalam memberikan komposisi motor agar bisa sesuai dengan saya. Dia juga sangat rendah hati,” ujar pembalap berkebangsaan Italia tersebut.

Sebagai pelatih, Cadalora yang bertemu Rossi di Sirkuit Misano, Italia, tahun lalu punya ambisi besar. Dia saja ingin membantu Rossi memenangkan gelar juara dunia MotoGP untuk kedelapan kalinya.

“Ketika dia meminta saya menjadi pelatihnya, tentu saja saya terkejut. Dia adalah pembalap yang sangat kuat dan sangat sulit dipahami. Tetapi setelah mengobrol dengannya, saya akhirnya paham alasannya ingin memenangkan kejuaraan di usianya yang sudah 37 tahun,” ujar Cadalora.

Pelatih kelahiran Italia itu mengatakan, Rossi harus menemukan solusi di setiap seri agar bisa mewujudkan ambisinya musim ini. “Kuncinya hanya terbuka dan belajar mengenai hal-hal baru di setiap lintasan. Saya dan dia harus menemukan solusi  di setiap seri,” katanya.

“Jujur, saya tidak memberikan saran kepadanya. Kami hanya berbicara dan saling tukar pikiran. Tugas saya hanya memahami bagian yang harus diperbaiki olehnya,” ujar Cadalora.

Ini Faktor yang Membuat Rossi Berkuasa di Jerez

BeritaBintang –Pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, meraih hasil yang memuaskan ketika melakoni balapan di seri keempat gelaran MotoGP musim 2016. Bagaimana tidak, The Doctor, mampu menjadi pembalap yang menyentuh garis finis paling awal di seri tersebut.

Hasil tersebut memang sedikit mengejutkan untuk para pengamat MotoGP. Terlebih dalam menjalani sejumlah sesi latihan bebas hingga kualifikasi, Rossi memang kerap gagal meraih catatan waktu terbaik pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Jerez.

Rossi pun lantas coba membeberkan faktor utama atas keberhasilannya menaklukkan Sirkuit Jerez pada akhir pekan lalu. Ia menilai bahwa kehadiran jenis ban baru dari Michelin memberikan banyak dampak positif saat Rossi melaju di atas motornya, yakni Yamaha YZR-M1.

“Saya merasa bahwa terdapat perasaan positif dengan ban ini, karena saya memang sangat mengenal karakter dari ban Michelin sejak masih berusia muda. Jadi saya dan Michelin memang memiliki hubungan sangat akrab,” ujar Rossi, seperti dilaporkan oleh Indowins, Sabtu (30/4/2016).

“Saya rasa hubungan itulah yang membawa keberhasilan saya di sini (Sirkuit Jerez). Saya berharap hubungan saya dengan ban Michelin tetap seperti ini, sehingga kemenangan-kemenangan lainnya mampu saya raih di sisa musim ini,” tuntas pembalap berkebangsaan Italia tersebut.

Rossi: Memang Giliran Saya yang Menang

BeritaBintang – Rider Movistar Yamaha, Valentino Rossi, masih diliputi kebahagiaan usai sukses finis di posisi pertama pada race seri keempat di Sirkuit Jerez, Spanyol. Menurut Rossi setelah sekian lama tidak menapaki podium puncak, kini memang gilirannya untuk mendapatkan hal itu.

Podium puncak terakhir kali didapat oleh rider berjuluk The Doctor tersebut pada tahun lalu di seri Silverstone, Inggris. Setelah itu rider asal Italia tersebut tidak lagi mencicipi rasanya memenangkan balapan.

“Kemenangan terakhir saya yakni di Silverstone tahun lalu. Setelah balapan itu, Marquez menang, Lorenzo menang, Pedrosa menang. Jadi saya pikir kali ini adalah giliran saya,” ujar Rossi seperti dikutip dari laman Bintangbola.co, Selasa (26/4/2016).

Pada race di Jerez Rossi memang tidak tersentuh sama sekali sejak lap pertama. Rekan satu timnya, Jorge Lorenzo, sempat membayang-bayanginya di awal race tetapi hal itu tidak berlangsung lama karena Rossi lalu melesat tidak terkejar.

Keberhasilan meraup 25 poin di Jerez membuat rider pemegang sembilan kali juara dunia tersebut kini berada di posisi ketiga klasemen sementara klasemen sementara dengan raihan 58 poin. Rossi terpaut 24 poin dari pemuncak klasemen sementara, Marc Marquez.

Ini Rahasia Kemenangan Rossi di Jerez

BeritaBintang  –  Valentino Rossi, pembalap Movistar Yamaha, sempat mendapatkan tekanan dari rekan setimnya, Jorge Lorenzo, pada MotoGP Jerez 2016. Namun, ia tetap mampu merangkai sukses berkat strategi ban yang apik.

Dilihat dari hasil akhir dan waktu yang diciptakan, Rossi memang seperti tak mendapatkan perlawanan berarti kala melakoni balapan MotoGP Jerez di Sirkuit Jerez, Minggu (24/4/2016). Namun, sukses yang didapat adalah hasil dari kecerdasan Rossi.

Berkat kecerdasannya dalam mengambil keputusan sejak Sabtu (23/4/2016), Rossi pun mampu menyabet tiga sukses beruntun, yakni merebut pole position, podium juara, dan fastest lap.

Podium juara diamankan Rossi setelah memanfaatkan pole position untuk langsung melesat sejak awal. Ia pun sempat menciptakan jarak hingga empat detik dengan Lorenzo. Namun, jarak itu sempat menipis menjadi dua detik di lap-lap terakhir.

Ternyata, menipisnya jarak itu bukan karena Rossi melakukan kesalahan. Saat itu, Rossi tengah mencoba untuk mengatasi degradasi ban. Hal itu diungkap Rossi seusai balapan.

“Kami memulai dengan pengaturan yang baik. Saya pun familiar dengan cara menggunakan ban di trek ini. Ketika Anda mengetahui bahwa Anda memiliki dua atau tiga keuntungan dalam lomba, Anda akan mengatakan, ‘ahh, hari ini kami akan bersenang-senang’,” kata Rossi seperti dilansir BeritaBintang.

Buktinya, saat Lorenzo mulai mendekat, Rossi kembali menggeber motornya. Jarak hingga tiga detik pun kembali tercipta. Di akhir balapan, Rossi yang sempat mengangkat motornya menjelang garis finis unggul 2,386 detik atas Lorenzo.

Bagi Rossi, itu adalah kemenangan kesembilan yang diukir di Jerez. Tujuh diantaranya dirangkai di MotoGP. Itu juga menjadi kemenangan ke-113 Rossi dalam kariernya di Grand Prix.

Preview Grand Prix Spanyol: Saatnya Munculkan Juara Baru di Jerez

BeritaBintang  –  Perebutan podium pertama pada balapan seri keempat yang berlangsung di Sirkuit Jerez, Spanyol, Minggu (24/4/2016) malam WIB, bakal berlangsung sengit. Itu terlihat dari posisi pembalap top dunia di barisan terdepan.

Pada balapan pertama di seri Eropa, Valentino Rossi sukses merebut podium perdananya setelah mencatatkan waktu tercepat 1 menit 38.736 detik di babak kualifikasi, Sabtu (23/4) kemarin. Itu merupakan pole ke-62 sepanjang karier Rossi di ajang balap kuda besi MotoGP.

Lantas, apakah juara dunia sembilan kali mampu merebut podium pertama di ajang kuda besi? Pertanyaan itu pantas diajukan kepada pemilik nomor 46.

Dalam tiga seri yang sudah dijalani Sirkus MotoGP, Rossi bisa dikatakan belum menunjukkan konsistensinya di lintasan balap roda dua. Terbukti, ia hanya mampu naik podium sebanyak satu kali.

Sekarang apakah ia mampu mengakhiri catatan minor tersebut. Pasalnya, dua rival terdekatnya yakni Jorge Lorenzo dan Marc Marquez menempel di urutan kedua dan ketiga.

Dani Pedrosa (2013), Marc Marquez (2014), dan Jorge Lorenzo (2015). Artinya, bagi pembalap di luar Spanyol bukan perkara yang mudah untuk menghentikan keperkasaan trio Matador tersebut, termasuk Rossi.

“Saya berhasil menempati posisi di barisan terdepan sebanyak dua kali. Tapi posisi pole position adalah sesuatu yang berbeda, terutama di Jerez. Kendati akan sulit untuk mengalahkan Lorenzo dan Marquez, tapi saya masih bisa tampil kompetitif. Saya berharap kesalahan di Austin tidak terulang, jadi kita akan mulai melakukan sesuatu untuk mewujudkan podium pertama,” ungkap Rossi seperti dikutip BeritaBintang, Minggu (24/4/2016).

Terakhir kali The Doctor merasakan kemenangan di Sirkuit Jerez pada 2009 lalu. Sementara dalam kurun waktu enam tahun ke belakang, mantan kekasih Linda Morselli itu hanya mampu mencatatkan hasil maksimal dengan berada di podium ketiga pada 2010 dan 2015.

Motor Marquez Mogok, Rossi Keteteran Kejar Lorenzo di FP1

BeritaBintang  –  Tradisi pembalap Spanyol menang di Sirkuit Jerez tampaknya masih besar. Itu terlihat ketika Jorge Lorenzo sukses merebut sesi latihan pertama setelah mencatatkan waktu 1 menit 40.270 detik.

Kejutan datang dari pembalap Avintia Racing. Maklum, Hector Barbera menempel kecepatan YZR M1 milik Lorenzo dengan berada di urutan kedua. Sebaliknya, Valentino Rossi tampak keteteran mengejar kecepatan kedua joki yang berada di depannya setelah hanya mampu mencatatkan waktu tercepat ketiga dengan selisih 0.406 detik dari rekan setimnya dari Movistar Yamaha.

Posis ketiga dan keempat dihuni duo Honda, Dani Pedrosa dan Marc Marquez. Namun dalam FP1 ini, runner up musim lalu di Sirkuit Jerez dilaporkan sempat mengalami masalah pada bagian RC213V alias mogok. Sehingga ia tidak bisa menjalani FP1 hingga tuntas.

Berikut hasil catatan waktu di sesi latihan pertama, Jumat (22/4/2016):

1. Jorge Lorenzo Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 1m 40.270s
2. Hector Barbera Avintia Racing (Desmosedici GP14.2)1m 40.527s +0.257s
3. Valentino Rossi Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1)1m 40.676s +0.406s
4. Dani Pedrosa Repsol Honda Team (RC213V)    1m 40.823s +0.553s
5. Marc Marquez Repsol Honda Team (RC213V)    1m 40.838s +0.568s
6. Maverick Viñales Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 40.925s +0.655s
7. Aleix Espargaro Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 40.995s +0.725s
8. Yonny Hernandez Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) 1m 41.208s +0.938s
9. Andrea Dovizioso Ducati Team (Desmosedici GP) 1m 41.380s +1.110s
10. Cal Crutchlow LCR Honda (RC213V) 1m 41.466s +1.196s
11. Andrea Iannone Ducati Team (Desmosedici GP) 1m 41.648s +1.378s
12. Pol Espargaro Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 41.815s +1.545s
13. Loris Baz Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 1m 41.947s +1.677s
14. Scott Redding Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 1m 42.029s +1.759s
15. Stefan Bradl Factory Aprilia Gresini (RS-GP)    1m 42.132s +1.862s [12/18]    286km/h
16. Alvaro Bautista Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1m 42.140s +1.870s
17. Eugene Laverty Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) 1m 42.210s +1.940s
18. Bradley Smith Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 42.279s +2.009s
19. Michele Pirro Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 1m 42.576s +2.306s
20. Tito Rabat Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V)* 1m 43.050s +2.780s
21. Jack Miller Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V) 1m 43.130s +2.860s