Rifat Sungkar

Mendengarkan Musik di Mobil Membuat Perjalanan Mudik Lebih Menyenangkan

BeritaBintangMendengarkan Musik di Mobil Membuat Perjalanan Mudik Lebih Menyenangkan

Perjalanan mudik yang sangat panjang akan terasa membosankan, terlebih jalan yang dilalui mengalami kemacetan panjang. Sebagai pengobat rasa bosan selama perjalanan, ada baiknya pengemudi maupun penumpang melakukan aktivitas ringan salah satunya mendengarkan musik. Ada banyak sumber untuk mendengarkan musik, bisa dari smartphone atau head unit yang ada di mobil.

Menurut pereli senior yang juga pemerhati safety driving, Rifat Sungkar, musik bisa mengubah suasana. Tapi perlu diketahui, jangan asal mendengarkan musik saja, ada beberapa aturan yang harus ditaati terutama oleh pengemudi.

“Zaman sekarang perangkat musik banyak tapi yang jelas kalau Anda punya musik pastikan musik itu yang bisa Anda nyanyikan karena Anda akan selalu merasa happy dan terjaga,” kata Rifat.

{ Baca Juga, ” OBAMA DI BALI: Seperti Raja Salman, Keluarga Barack Obama Datangi Pura Tirta Empul ” }

Rifat menambahkan, dalam pemilihan lagu lebih baik bernada cepat sebab bisa menambah semangat bahkan keceriaan di kabin mobil. Pengemudi yang mendengarkan musik dengan nada lagu lambat atau slow, bisa memunculkan rasa kantuk.

“Bagaimanapun juga itu (lagu slow) ada bagian dari lagu atau nyanyian untuk membawa Anda tidur, jadi dengarkanlah musik yang selalu membawa keceriaan bagi pikiran Anda,” jelas Rifat.

Jadi, sebelum berangkat mudik menggunakan kendaraan pribadi, periksa seluruh kendaraan setelah itu siapkan pula daftar lagu kesukaan bisa lewat USB, CD, atau simpan di memori smartphone. Jangan lupa pastikan head unit dalam kondisi baik, begitu juga dengan perangkat speaker, pastikan suara yang dikeluarkan terdengar jelas dan enak di telinga.

Membunuh Rasa Penat saat Mengemudi dengan Musik

BeritaBintangJAKARTA – Salah satu usaha yang dilakukan pengemudi untuk membunuh rasa penat, lelah, bahkan mengantuk saat perjalanan mudik adalah mengajak penumpang mengobrol. Cara lain yang cukup ampuh yaitu mendengarkan musik dan bernyanyi.

Alasannya, musik bisa mengubah suasana. Namun, perlu diketahui bahwa musik yang dipilih tidak sembarangan.

Pereli nasional sekaligus pemilik Rifat Drive Labs (RDL), Rifat Sungkar, mengatakan, “Zaman sekarang perangkat musik banyak. Kalau Anda punya musik, pastikan musik itu bisa Anda nyanyikan (mengenai lagunya), karena Anda akan selalu merasa happy dan terjaga.”

Di satu sisi, Rifat tidak merekomendasi pengemudi mendengarkan musik dengan nada lagu slow, karena alunannya justru bisa membuat pengemudi mengantuk.

“Bagaimanapun juga ada bagian dari lagu atau nyanyian untuk membawa Anda tidur. Jadi, dengarkanlah musik yang selalu membawa keceriaan bagi pikiran Anda,” jelas Rifat.

Ia juga menyarankan, sebelum berangkat mudik, persiapkanlah daftar musik yang sekiranya bisa dinyanyikan atau lagu familier, dan yang pasti bisa membuat semangat.

Satu lagi, musik tersebut jangan dengarkan menggunakan earphone, namun speaker mobil. Mendengarkan musik melalui earphone saat mengemui sangat berbahaya. Selain itu, jaga volume musiknya agar pengemudi masih bisa mendengar kondisi di luar kendaraan.

Rizal Sungkar Dominasi Putaran 1 Sprint Rally Serang

BeritaBintang – Pereli Rizal Sungkar kembali unjuk gigi dengan merebut juara di putaran pertama Pertamax Sprint Rally Championship 2016 yang berlangsung di Sirkuit Tembong Jaya, Serang, dikutip Panduan Judi Online Minggu (5/6/2016). Ajang yang diikuti 82 starter itu benar-benar menjadi ujian berharga bagi pentolan tim Pertamax Rally Team yang dikomandani kakak kandungnya sendiri, Rifat Sungkar.

Rizal yang tampil di kelas Maxi-N bersama navigatornya Endrue Fasha, mempertahankan catatan waktu teratas yang ia dapat di hari pertama. Rizal pun keluar sebagai jawara dengan total torehan waktu 17 menit 23,1 detik.

“Seri pertama merupakan hasil yang sangat baik untuk Pertamax Sprint Rally Team dan itu membuat kami optimistis lebih baik di seri kedua bulan depan. Meskipun sempat mengalami masalah clutch master di kelas Maxi J, namun kami masih dapat mencapai posisi kedua,” kata Rizal seperti rilis yang diterima media.

Ajang Pertamax Sprint Rally sendiri berlangsung seru sekaligus kompetitif. Dari helatan putaran pertama terlihat, para pereli di kelas non seeded berhasil memberikan perlawanan berarti kepada pereli-pereli di kelas seeded A maupun seeded B.

Di kelas Maxi Car yang diperuntukan mobil bermesin di atas 1600cc, Rizal yang tampil dengan co-driver M. Redwan yang turun di kelas Maxi J tampil memukau di hari pertama, sayang ia mengalami masalah dengan clutch master yang menyebabkan dirinya harus bersusah payah di SS 3.

Rizal pun diganjar dengan penalti selama sepuluh detik. Kendala ini dimanfaatkan dengan baik oleh pereli non seeded, Bimo Pradikto dan navigatornya Fredrik yang pada akhirnya keluar sebagai juara di kelas Maxi J.Rizal berada di posisi kedua, posisi ketiga kembali diduduki oleh pereli non seeded, Felix Gonadi dan navigatornya Jordan Johan. Pada kelas ini, pereli-pereli non-seeded cukup mendominasi.

Rifat Sungkar selaku Direktur Pertamax Motorsport menyatakan rasa bangga karena ajang Pertamax Sprint Rally Championship 2016, yang dijadikan ajang pembinaan bagi para pereli muda ini, meraih sukses.

“Inti dari Pertamax Motorsport Program ini adalah pembinaan. Hasil ini menjadi bukti kalau semua punya kesempatan jadi pemenang. Melalui Pertamax Motorpsport Program juga, kita harus bersama-sama mengedepankan konsep from nobody to somebody dan from zero to hero. Para pereli baru yang tampil inilah yang nantinya dapat menggantikan saya dan juga Rizal,” ujar Rifat.

Kabid Olahraga PP IMI, Poedjo Oetojo, yang turut hadir menyaksikan perlombaan ikut memberikan komentar terkait program Pertamax Motorsport.

“Adanya kegiatan ini tentunya membuat kalendar kegiatan IMI semakin bertambah. Untuk itu, ide yang sangat baik, perlu kita dukung karena tujuannya adalah untuk mencari pereli-pereli baru. Harapannya mereka dapat diperkenalkan sejak dini mengenai aturan dan kedisiplinan yang seharusnya agar dapat memahami  tata cara sprint rally itu.” ujar Poedjo.

FOTO: Sissy Priscilia bak Putri Dongeng di Red Carpet AADC 2

BeritaBintang –RED capet “Ada Apa Dengan Cinta 2” bertaburan bintang-bintang Tanah Air. Tidak hanya pemeran Cinta dan Rangga saja yang tampil chic, namun pemeran lainnya juga berlomba-lomba tampil memukau di premier film yang berlangsung di Yogyakarta, semalam.

Seperti Sissy Priscillia yang berperan sebagai Milly, ia tampil cantik dengan gaun bewarna merah. Malam itu, ibu dua anak ini memakai gaun A-line yang membuatnya terlihat lebih muda dari usianya.

Gaun A-line dengan model asimetris itu juga membuat istri dari pembalap Rifat Sungkar bak putri di negeri dongeng. Apalagi Sissy pintar memadukan aksesoris kalung untuk hiasan di dadanya.

Rambut ikal aktris berumur 31 tahun tersebut, juga diikat setengah untuk kesan elegan.

Trik Mengatur Jarak Aman Antar Kendaraan Ala Rifat Sungkar

BeritaBintang

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, volume kendaraan di jalur favorit pemudik diprediksi akan melonjak.

Tingkat kerapatan kendaraan yang tinggi menuntut pengemudi harus lebih waspada menjaga jarak aman. Tapi sebenarnya berapa jarak aman antar kendaraan?

Dalam teori defensive driving jarak aman mobil pengemudi dengan mobil didepannya adalah tiga detik. Mengapa pakai hitungan waktu bukan jarak dalam meter? Ada dua alasan, pertama, waktu relatif bisa disesuaikan dengan kecepatan kedua mobil bergerak. Alasan kedua, proses pengereman dengan keamanan dan kenyamanan butuh selama itu.

Rifat Sungkar, pendiri sekolah safety driving Rifat Drive Labs, menerangkan, dalam kasus pengereman mendadak, butuh waktu sekitar 0,5 detik sampai satu detik untuk proses dari otak memerintahkan sampai kaki menginjak pedal rem. Kerja mekanis sistem pengereman setelah menerima perintah sampai mulai melambatkan laju putar roda juga butuh 0,5 detik sampai satu detik.

Terakhir, dari kecepatan mulai mengerem sampai mobil berhenti juga butuh waktu. Kesimpulannya, tiga detik adalah waktu ideal untuk seluruh proses berlangsung. Manusia memang memiliki kemampuan beradaptasi dengan kondisi tertentu, tapi hal itu pun memerlukan waktu.

100 kpj

Dicontohkan, bila mobil melaju 100 kpj itu berarti mobil berpindah tempat sejauh 27,7 m selama satu detik. Maka pengemudi seharusnya mengatur jarak aman 27,7 m dikali tiga (hitungan jarak aman tiga detik), yaitu 83,1 m.

Menakar jarak segitu bisa jadi sulit dilakukan, namun ada cara lain untuk mengapilkasikan jarak aman tiga detik. Ketika berada di belakang mobil, pengemudi bisa menentukan jarak menggunakan objek statis. Misalnya, ketika mobil di depan melewati pohon di pinggir jalan, hitung waktu pohon itu sampai sejajar dengan mobil pengemudi. Bila di bawah tiga detik, berarti terlalu dekat.

Mendahului

Teori jarak aman tiga detik juga bisa dipakai sebagai acuan saat konvoi. Hal lain yang juga perlu diingat para pengemudi, jangan memosisikan mobil secara tiba-tiba di antara dua mobil yang sudah mengatur jarak aman. Selain menyebalkan, kondisi ini bisa memicu kecelakaan sebab mobil di belakang tidak cukup waktu melambatkan laju.