Partai Republik

Trump Naikkan Pajak Impor untuk Bayar Tembok Meksiko

BeritaBintangTrump Naikkan Pajak Impor untuk Bayar Tembok Meksiko

Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan mengenakan pajak senilai 20 persen untuk impor dari Meksiko. Langkah ini dilakukan untuk membiayai tembok yang dia bangun di perbatasan kedua negara.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Pers Gedung Putih Sean Spicer. Menurutnya, kebijakan ini masuk dalam paket reformasi pajak yang akan dilakukan Trump dan Partai Republik.

“Dengan melakukan ini, kita bisa mendapatkan $10 miliar per tahun dan dengan mudah membayar tembok hanya dengan mekanisme itu sendiri,” kata Spicer.

Menurut Kantor Perwakilan Perdagangan AS, ekspor Meksiko ke Amerika pada 2015 lalu bernilai $316,4 miliar. Defisit perdagangan diperkirakan mencapai $50 miliar.

Baca Juga: “ Surat Terbuka dari Anak Suriah untuk Donald Trump

Rencana baru Gedung Putih ini menyusul pembatalan pertemuan kedua pimpinan negara. Sikap Meksiko ini merespons sikap keras Trump yang menuntutnya untuk membayar pembangunan tembok tersebut.

Trump sebelumnya memang sudah menyiratkan akan mengambil langkah terkait hal ini. “Jika Meksiko tidak mau menghormati Amerika Serikat secara adil, pertemuan semacam itu akan sia-sia dan saya akan mengambil rute lain,” ujarnya.

Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto membatalkan pertemuan dengan Trump setelah pemimpin Negeri Paman Sam terus berkicau meminta tetangganya itu membayar tembok yang dibangun di perbatasan.

“Pagi ini kami telah memberi tahu Gedung Putih bahwa saya tidak akan menghadiri pertemuan yang dijadwalkan Selasa depan dengan POTUS (Presiden AS),” kata Pena Nieto melalui akun Twitternya.

Trump Sebut Keterlibatan Rusia dalam Pemilu AS ‘Konyol’

BeritaBintang – Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump, membantah keterlibatan Rusia dalam pilpres AS yang memengaruhi kemenangannya.

Dia menyebut keterlibatan Rusia dalam Pemilu AS sebagai hal ‘konyol’.

“Saya pikir itu hanya alasan yang dibuat-buat. Saya tidak percaya itu,” kata Trump dalam wawancara di acara Fox News Sunday, dikutip Agen Bola.

Pernyataan Trump tersebut terkait dengan tudingan Badan intelijen Amerika Serikat (CIA), yang menyebut Rusia telah ikut campur dalam pemilihan presiden negeri Paman Sam.

Menurut Linkalternatif.info yang mengutip seorang sumber Washington Post, Senin (12/12), intervensi itu dilakukan untuk membantu Donald Trump sehingga akhirnya terpilih sebagai presiden.

Adanya tudingan itu membuat jajaran Partai Republik meminta adanya investigasi. Mereka juga menyebut bahwa keterlibatan Rusia dalam pemilu AS sebagai hal yang meresahkan.

Trump, di sisi lain, menyebut jikapun terjadi peretasan dokumen pemilu, CIA tidak akan tahu siapa yang terlibat.

“Jika Anda tidak menangkap mereka saat beraksi, Anda tidak akan tahu siapa pelakunya. Mereka [CIA] tidak tahu. Bisa jadi Rusia, China, atau orang lain,” ujar Trump.

Sebelumnya, bocoran email yang dipublikasikan WikiLeaks menunjukkan para petinggi Demokrat mengungkapkan mereka lebih mendukung Hillary Clinton ketimbang Bernie Sanders dalam pertarungan pemilu primer 2016.

Saat itu, seorang sumber keamanan Amerika Serikat juga langsung menyalahkan Rusia atas peretasan ini.

Mengenai skandal e-mail Demokrat itu, Trump pun membantah keterlibatan Rusia.

“Saya pikir tidak mungkin [Rusia]. Tapi, siapa tahu. Saya tidak tahu. Mereka [CIA] juga tidak tahu,” kata dia.

Trump juga menyebut agar jangan terlalu mudah menuding sebuah negara bertanggung jawab atas peretasan yang terjadi.

“Anda tidak bisa langsung mengatakan Rusia. Anda juga harus menyebut negara lain, atau oknum lain,” tambahnya.

Trump Rogoh Kocek Rp878 miliar Biayai Kampanye Pemilu

BeritaBintang – Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump menghabiskan setidaknya US$66 juta atau setara dengan Rp878 miliar dari kantongya sendiri selama masa kampanye pemilu kemarin. Jumlah ini jauh lebih kecil dari US$100 juta dana kampanye yang selama ini dia klaim ke publik.

Pada awal pekan ini, tim kampanye Trump mengungkapkan mereka telah menjual seluruh portofolio saham dari salah satu perusahaan induk taipan real estate itu senilai US$40 juta, Juni lalu.

Diberitakan Judi Online, Sabtu (10/12), langkah pencairan aset ini diduga sebagai cara konglomerat asal New York itu mengalirkan uang untuk membiayai kampanyenya, yang saat itu membutuhkan dana dari donor swasta.

Beberapa minggu sebelumnya, politikus Partai Republik itu mengubah status pinjaman dana sebesar US$47 juta kepada tim kampanyenya menjadi hibah.

Berdasarkan laporan Komisi Pemilu Federal AS terbaru, Trump mengumpulkan dana sebesar US$339 juta selama masa pemilu dan menghabiskan sekitar US$322 juta untuk kampanyenya. Jumlah ini jauh lebih rendah dari dana yang dihabiskan mantan rivalnya dalam persaingan menuju Gedung Putih, Hillary Clinton, yakni US$565 juta.

Secara keseluruhan, Trump menghabiskan dana sebesar US$107 juta untuk periklanan, termasuk iklan televisi, dan US$85 juta untuk iklan digital. Pengeluaran terbesar kedua sepanjang masa kampanyenya adalah biaya transportasi udara yang memakan dana sekitar US$26 juta. Jumlah itu bahkan melebihi gajinya.

Pria berusia 70 tahun ini kerap berjanji menjalankan kampanye murah dengan pendanaan mandiri, yang ia sering artikan bahwa dirinya terlepas dari sejumlah kepentingan politik khusus.

Trump mengejutkan dunia perpolitikan AS bahkan global dengan kemenangannya dalam pemilu AS 8 November lalu mengalahkan Clinton.Linkalternatif.info Kemenangan Trump membuat publik mempertanyakan kredibilitas lembaga survey dan jajak pendapat di negara itu.

Pasalnya, hampir semua jajak pendapat yang digelar sebelum pemilu menunjukkan Trump akan dikalahkan oleh Clinton yang merupakan politikus Demokrat.

Trump berhasil mengejutkan publik AS dengan berhasil meraup 306 suara electoral meninggalkan Clinton yang hanya berhasil meraih 232 suara elektoral. Dalam sistem pemilu AS, calon presiden yang berhasil meraih 270 suara electoral keluar sebagai pemenang. Trump berhasil mengungguli suara di 30 dari 54 negara bagian AS.

Survei: Clinton Kembali Menangi Debat Melawan Trump

BeritaBintang – Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat Hillary Clinton disebut jauh mengungguli saingannya dari Partai Republik, Donald Trump dalam gelaran terakhir debat capres pada Rabu (20/10) malam di Las Vegas.

Kemenangan itu didasarkan pada survei yang dilakukan oleh CNN/ORC. Hasil survey menunjukan Clinton memenangi debat dengan selisih akhir 13 poin dari Trump.

Diberitakan Agen Judi Online, kemenangan ini membuat Clinton menyapu bersih gelaran debat calon presiden pada pemilu kali ini. Walaupun, sebagian pengamat memiliki penilaian berbeda pada masing-masing jawaban kandidat presiden berdasarkan isu-isu yang dianggap penting oleh mereka.

Survei pasca debat ini dilakukan Panduan Judi Online dengan mewawancarai sekitar 547 pemilih terdaftar yang menyaksikan debat capres Rabu malam. Responden sebelumnya diminta untuk ikut berpartisipasi dalam survei sekitar 15-18 oktober lalu secara acak melalui sambungan telpon. Saat dihubungi, para responden bersedia untuk diwawancarai usai menyaksikan debat kali ini.

Secara keseluruhan, sekitar 52 persen penonton menganggap Clinton menunjukan performa terbaik dalam debat terakhir itu. Sedangkan hanya 39 persen yang menganggap Trump tampil gemilang dalam debat.

Hasil survei ini menunjukkan Clinton memenangkan seluruh debat melawan Trump.

Pada debat capres pertama di Hofstra University, New York September lalu, survei menyatakan Clinton menang sebanyak 62 persen sementara Trump hanya memperoleh 27 persen. Dalam debat kedua awal Oktober lalu, Clinton dianggap memenangi debat dengan suara sekitar 57 persen dan Trump hanya sekitar 34 persen.

Sebagian besar pemilih yang menyaksikan debat Rabu malam tadi menyebutkan Clinton lebih paham isu-isu penting dan menganggap mantan ibu negara dan menteri luar negeri ini lebih mumpuni untuk menjadi presiden dibandingkan Trump.

Sebanyak 50 persen pemilih menganggap Clinton sejalan dengan mereka dalam beberapa isu penting dibandingkan Trump yang hanya memperoleh 47 persen. Sebanyak 61 persen pemilih menyebut Linkalternatif.info Clinton memiliki pemahaman yang lebih baik daripada Trump dalam berbagai isu secara umum.

Untuk beberapa isu seperti imigrasi dan pemilihan hakim Mahkamah Agung Trump mengungguli mantan Menteri Luar Negeri AS ini. Sedangkan dalam isu ekonomi, anggaran federal, dan politik luar negeri Clinton masih mendominasi Trump.

Dalam debat ketiga ini, Trump masih dilihat banyak menggunakan waktunya untuk menyerang saingannya itu daripada menjawab pertanyaan yang diberikan moderator secara spesifik.

Secara umum, seusai debat sebagian besar pemilih menyatakan tetap tidak akan mengubah pikiran mengenai pilihan mereka. Pemilih yang masih terombang-ambing untuk menetapkan pilihan atau bisa disebut swing voters sendiri terbagi pada Clinton sebesar 22 persen dan Trump 23 persen.

Diduga Terlibat Tindakan Tak Pantas, Yayasan Amal Donald Trump Diselidiki

BeritaBintang – Pejabat penegak hukum tertinggi di negara bagian New York mengatakan akan membuka penyelidikan terhadap Donald J Trump Foundation. Hal ini dipicu oleh kekhawatiran yayasan amal milik kandidat presiden dari Partai Republik itu terlibat dalam tindakan yang tidak pantas. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Jaksa Agung Eric Schneiderman.

Dilansir Agen Bola Terbaik, (15/9), Eric khawatir Donald J Trump Foundation terlibat dalam tindakan yang tidak pantas yang diduga berselisih paham dengan sang miliarder selama beberapa tahun. Hal ini mengenai isu program real estate Trump University. Diduga ada unsur penipuan dalam program ini.

tr-nyt-74ef84b41a70b757a823fe026280dc93.jpg

Donald J Trump Foundation menghadapi serangkaian masalah, termasuk dari The Washington Post, yang akhir pekan lalu melaporkan Trump sendiri belum memberikan sumbangan ke yayasannya sejak 2008. The Washington Post juga menemukan penyimpangan lain, termasuk Trump menghabiskan dana 20 ribu dolar AS atau sekitar 264,4 juta rupiah yang sudah disisihkan untuk tujuan amal guna membeli lukisan dirinya yang berukuran 1,8 meter.

Di samping itu, yayasan Trump juga memberikan sumbangan ilegal kepada kelompok kampanye yang berafiliasi dengan Jaksa Agung Florida Pam Bondi pada 2013 saat dia sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk bergabung dengan Schneiderman menangani kasus penipuan Trump University.

Trump anggap penyelidikan Eric bermotif politik.

tr-stream-b78e4ee28e400533fbf3ffa4cdcacf17.jpg

Dalam tanggapannya, juru bicara Trump, Steven Cheung, menyebut langkah Eric ini sepenuhnya didasarkan motif politik. Tindakan Eric itu disebut sebagai upaya mengalihkan perhatian dari Yayasan Clinton yang selama ini dituding korup oleh Trump. Dia juga menuding bahwa Eric adalah antek partai yang menutup sebelah mata untuk Yayasan Clinton selama bertahun-tahun.

tr-the-641cb77ff6b803110b83e588bcab9681.jpg

Selain itu, kandidat presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump juga diduga diam-diam menyumbangkan donasi untuk Yayasan Clinton sejumlah 100 ribu dolar AS. Donasi Trump untuk Yayasan Clinton ini tercatat dalam sebuah dokumen pajak tahun 2009 silam.

Padahal, selama ini diketahui Trump kerap melayangkan kritikan untuk rivalnya Hillary Clinton dari Partai Demokrat. Hal ini terungkap setelah dokumen pajak yang dipublikasikan secara online, seorang donatur yang bernama Donald J Trump mengirimkan donasi untuk Yayasan Clinton.

Trump balik tuduh Clinton.

tr-trumo-34741167d49d4b5d6ecbbef1bbd53f61.jpg

Serangan balik pun didapatkan oleh pemilik Yayasan Clinton, Hillary Clinton. Dia juga dituduh oleh Trump telah menjalankan skema pay-to-play ketika menjabat sebagai sekretaris negara. Trump pun mendesak agar tuduhan yang dia layangkan segera diselidiki lebih mendalam. Lebih jauh, Trump juga menuntut Yayasan

Trump: China “Perkosa” AS dengan Kebijakan Perdagangan

BeritaBintang –Kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump, mengkritik kebijakan Pemerintah China terkait perdagangan. Trump menuduh Beijing “memerkosa” negaranya.

Dalam pidatonya di sebuah sesi kampanye di Indiana pada Minggu 1 Mei 2016, miliarder New York itu mengatakan bahwa China telah merusak persaingan bisnis dan pekerja AS.

“Kita tidak bisa terus-menerus membiarkan China menginjak negara kita. Kita harus membalikkan kedudukan. Ada kok kartu mereka yang bisa kita buka. Kita punya kuasa atas mereka,” tegas Trump, sebagaimana dikutip dari Indowin, Selasa (3/4/2016).

Trump selama ini telah berulang kali menuduh China memanipulasi mata uang. Dalam sejumlah kampanyenya, pengusaha sukses tersebut berjanji akan melakukan kesepakatan yang lebih baik dengan China untuk membantu para pebisnis AS dan juga para pekerja untuk tetap bersaing dalam dunia usaha.

Trump tidak marah dengan apa yang dilakukan Negeri Tirai Bambu terhadap AS. Akan tetapi, dia marah pada Pemerintah AS yang sangat tidak kompeten dalam mengelola negara.

Lakukan Demo Dekat Kampanye Trump, 20 Orang Ditahan

BeritaBintang –Sebanyak 20 pengunjuk rasa telah ditahan oleh petugas keamanan California karena melakukan aksi demonstrasi dekat arena kampanye Donald Trump pada Kamis, 28 April 2016.

Ratusan demonstran dikabarkan berusaha memblokade jalan yang berada di luar arena kampanye Donald Trump di Costa Mesa, selatan Los Angeles.

Ketika petugas kepolisian berupaya mengontrol para demonstran, perkelahian mulai pecah dan beberapa orang meneriakkan “Pulang, Rasis!”. Sementara itu, sebagian lainnya berulang kali mengatakan “Siapa yang memiliki jalan ini?, ini adalah jalan kami,” sebagaimana dikutip dari Indowins, Sabtu (30/4/2016).

Sebelum ini, unjuk rasa di arena kampanye Trump sering kali berakhir kekacauan. Pada Maret 2016, kampanye Trump di Chicago juga berakhir dengan aksi bentrokan antara pihak yang pro dan kontra dengan kandidat Presiden dari Partai Republik, Donald Trump.

Akibat demonstrasi ini, kaca mobil petugas kepolisian menjadi pecah dan seorang demonstran tampak melompat-lompat di atas kendaraan tersebut. Bahkan, sejumlah pengunjuk rasa lainnya tampak berusaha membalikkan mobil polisi.

Kendati demikian, tidak ada luka berat akibat demonstrasi ini. Para demonstran telah dibubarkan pada pukul 11.00 waktu setempat.

Marco Rubio Mundur dari Bursa Kandidat Presiden AS

BeritaBintang –Senator AS, Marco Rubio dari Florida, pada Selasa malam, 15 Maret 2016, mengumumkan pengunduran dirinya sebagai kandidat presiden dari Partai Republik. Pengumuman itu datang setelah Donald Trump menang secara signifikan di Florida.

Rubio yang disebut-sebut sebagai salah satu bintang muda dari Partai Republik, memperoleh kemenangan hanya di beberapa negara bagian seperti Minnesota, Puerto Rico dan District of Columbia. Rubio menyebutkan, dirinya  menyesal karena tidak bisa terus maju dalam persaingan menjadi orang nomor satu di Amerika.

“Semuanya telah menjadi rencana Tuhan bahwa saya tidak akan maju menjadi presiden pada tahun 2016 ini, dan sementara ini kampaye saya dihentikan. Namun, fakta bahwa saya telah melewati semuanya hingga sejauh ini, menjadi bukti bahwa Amerika adalah tempat yang spesial bagi kita semua, dan sudah menjadi kewajiban bagi kita semua untuk menjaga negara ini,” ungkap Rubio, seperti dilansir dari Reuters, Rabu, 16 Maret 2016.

“Tidak peduli di mana saya pergi dan melangkah, saya akan tetap menjadi bagian dari masyarakat ini. Anda dan saya ada di negara yang sama, di mana bahkan seseorang seperti saya yang merupakan anak seorang bartender dan pelayan dari Miami bisa menjadi calon presiden. Saya ingin mengatakan kepada seluruh warga Amerika, jangan seorang pun membuat Anda ketakutan atau frustasi. Kita bisa saja tidak sependapat dengan kebijakan publik, namun saya percaya akan selalu ada harapan bagi semua orang untuk menjadi lebih baik,” tutur Rubio dalam pidatonya tersebut.

Ratusan teman, simpatisan dan pendukung Rubio berdatangan untuk menyampaikan dukungan meskipun Rubio telah mundur dari pencalonan presiden. “Dia adalah suara kami. Dia berasal dari lingkungan kami dan hal itu membuat kami bangga,” ujar Mabel Toledo (55), seperti dikutip dari Wall Street Journal.

Politisi keturunan Kuba-Amerika berusia 44 tahun itu mengumumkan pencalonannya sebagai presiden pada 13 April 2015. Selama masa kampanyenya, ia berusaha meyakinkan masyarakat bahwa dia merupakan masa depan yang baik bagi Amerika dari Partai Republik.

Setelah pengunduran diri Rubio dari bursa kandidat presiden, kini tersisa tiga kandidat dari Partai Republik yang akan bersaing yaitu Donald Trump, Senator Texas Ted Cruz, dan Gubernur Ohio John Kasich

Bos Google & Apple Ingin Jegal Donald Trump

BeritaBintang –Donald Trump di atas angin. Ia mungkin akan menjadi calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik. Tentu tak semua menginginkan Trump yang kontroversial ini jadi presiden AS, termasuk para dedengkot jagat teknologi.

Dikutip detikINET dari Huffington Post, para bos perusahaan teknologi, miliarder sampai politisi Partai Republik dikabarkan melakukan pertemuan sangat rahasia. Tujuannya untuk menghentikan langkah Trump ke Gedung Putih.

CEO Apple Tim Cook dan CEO Google Larry Page ikut dalam pertemuan itu. Nama tenar lain yang hadir dari dunia teknologi adalah investor Facebook Sean Parker serta Elon Musk, CEO Tesla. Mereka menganalisis kebangkitan Trump dan mencari cara untuk menghentikannya.

“Ada banyak yang tidak senang dengan kemunculan Trump, pembicaraannya adalah soal mengapa dia bisa begitu bagus dan harapan dia akan dikalahkan,” kata Bill Kristol, analis politik yang menghadiri pertemuan itu.

Kelemahan Trump pun dicari. Misalnya ia dianggap bukan teladan bagus untuk anak anak. Kemudian sikapnya yang temperamental membuat Trump dinilai tidak pantas mengendalikan kekuatan militer AS, terutama terkait senjata nuklir.

Pertemuan dilakukan di resort eksklusif bernama Sea Island Resort. Lokasi tersebut kadang menjadi tempat pertemuan penting yang melibatkan kepala negara.