NM

Soal Pengakuan Nikita ‘Janjian’, Ini Kata Ahmad Dhani

BeritaBintang – Sebelum ditangkap di sebuah hotel mewah di kawasan Jakarta Pusat, artis Nikita Mirzani alias NM mengaku sempat membuat janji untuk bertemu dengan artis musik Ahmad Dhani.

Hal itu diungkapkan oleh pengacara Petrus Balapationa yang sempat berbincang dengan NM di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (11/12/2015).

Berkaitan dengan pengakuan NM, kuasa hukum Dhani, Ramdan Alamsyah, tak menampiknya.

Namun, kata dia, pentolan Republik Cinta Management itu terpaksa membatalkan janjinya karena ada pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan.

“Tadi sudah di-kroscek di media kan gitu bilangnya. Kata Dhani memang janjian, ada kerjaan. Karena enggak jadi, ya batal,” ungkap Ramdan saat dihubungi wartawan, Jumat.

Ramdan menambahkan, NM dan Dhani memang sudah sering bekerja sama.

“Waktu acara Mas Dhani kapan itu, Nikita jadi bintang tamu. Cuma kenalnya dari kapan itu yang enggak tahu,” tuturnya.

Sayangnya, Ramdan tak tahu secara detail apa pekerjaan yang akan dibicarakan oleh NM dan Dhani malam tadi.

Yang jelas, kata dia, pekerjaan itu berkaitan dengan dunia hiburan.

“Ya kerjaan merekalah di dunia entertainment. Ya enggak nanya detail,” ujar Ramdan.

Seperti diketahui, NM dan finalis Miss Indonesia 2014 PR diamankan oleh Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri bersama dengan manajernya yang berinisial F dan seorang terduga mucikari bernama O dengan kasus dugaan prostitusi online.

Dari penangkapan itu, polisi mengaku masih melakukan pengembangan kasus terkait keterlibatan artis lain dalam prostitusi online yang dikelola O mengingat F diketahui berprofesi sebagai manajer sejumlah artis.

Jerat PSK, UU ‘Trafficking’ Harus Direvisi

BeritaBintang –  Pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar menilai Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) harus direvisi.

UU tersebut dianggap tidak memenuhi rasa keadilan di masyarakat.

Berkaca pada penggerebekan selebriti Nikita Mirzani atas kasus perdagangan orang melalui prostitusi, penyidik Bareskrim Polri hanya menjerat O yang diduga sebagai germo serta F, orang yang mengaku manajer Nikita.

Adapun, Nikita hanya dianggap sebagai korban.

“Padahal si perempuannya juga perusak moral sehingga seharusnya ya dihukum semuanya. Tidak adil bagi masyarakat jika hanya germo dan manajer yang dihukum,,” ujar Fickar di Jakarta Minggu (13/12/2015).

Hal yang perlu diperbaiki, lanjut Fickar, adalah soal kategori mana orang yang benar-benar menjadi korban perdagangan orang dan mana yang bukan.

Hal itu dapat dilihat dari modus perdagangan orang melalui prostitusi yang dilakukan mereka.

Jika dalam penyelidikan dan penyidikan, polisi menemukan unsur eksploitasi apalagi yang mengandung kekerasan dalam aksi prostitusi, wajar jika polisi menempatkan pekerja seks sebagai korban.

Namun sebaliknya, jika polisi menemukan bahwa si pekerja seks juga ikut memfasilitasi, harusnya dia dikategorikan sebagai pelaku.

“Lagipula sebenarnya UU TPPO ini dibuat lebih untuk menjerat pelaku pengiriman tenaga kerja ilegal. Nah, ketika obyek perkaranya dipindahkan ke prostitusi, apalagi kasus yang seperti NM ini, ya jadi enggak cocok,” ujar dia.

Sebelumnya, penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menggerebek aktivitas prostitusi di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (11/12/2015) sekitar pukul 21.00 WIB.

Nikita Mirzani yang diduga menjadi pekerja seks diamankan dalam penggerebekan itu.

Polisi juga menangkap O yang diduga sebagai germo dan F, manajer Nikita.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap telah menjual NM. Adapun NM dianggap sebagai korban.

Keduanya dikenakan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Puty Mahasiswi Fakultas Hukum Trisakti, Status: Bolos Kuliah Satu Semester

BeritaBintang – Seorang perempuan staf Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Jakarta, mengamati foto Puty Refita yang disodorkan

Dia lalu membandingkan dengan foto yang ada pada dokumen kemahasiswaan.

Sesaat kemudian, staf Fakultas Hukum itu memastikan perempuan pada kedua foto itu adalah orang yang sama.

Dia juga memastikan nama Puty Refita adalah mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Trisakti angkatan 2011.

“Iya ada, di sini semester tujuh,” ujarnya saat ditemui  di kantor Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Jakarta, Jumat (11/12) sore.

Saat data kemahasiswaan Puty disingkap, didapat informasi bahwa pada semester tujuh ini, finalis Miss Indonesia 2014 asal Kalimantan Timur itu sering absen alias tidak masuk.

“Di sini, tercatat (tidak masuk) tanpa keterangan. Dia tidak berstatus cuti kuliah, mungkin disebutnya absen kali ya,” ujarnya.

Data kehadiran Puty di kampus pada semester tujuh, sangat kontras dibandingkan data kehadirannya pada enam semester terdahulu.

Pada tiga tahun pertama, Puty aktif mengikuti perkuliahan di perguruan tinggi berjuluk Kampus Pahlawan Reformasi itu.

Pihak kampus tak mau berkomentar lebih tentang Puty.

Mereka juga tidak mau menjawab pertanyaan apakah Puty pernah bermasalah selama mengikuti perkuliahan.

Bahkan, salah satu pimpinan bagian kemahasiswaan Fakultas Hukum meminta Tribun segera keluar.

“Di sini tidak sembarang orang boleh masuk ya, Pak,” ujarnya.

Seorang mahasiswi Fakultas Hukum Trisakti angkatan 2013, Dewi, mengaku tidak terlalu kenal Puty.

“Tahu nama tersebut, tapi saya tidak terlalu kenal, beda angkatan dan beda tongkrongan juga,” ujar Dewi ketika ditemui di kampus Trisakti di kawasan Grogol, Jakarta Barat, kemarin sore.

Namun, Dewi mengaku tahu tentang kasus yang menjerat Puty.

Dewi mengetahuinya dari berita-berita di media dan dari obrolan dengan kawan-kawannya.

Pada Kamis malam, aparat Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umum, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, membongkar praktik prostitusi bertarif puluhan juta rupiah.

Praktik prostitusi yang dikoordinir oleh O dan F ini dibongkar oleh polisi yang menyamar sebagai pria hidung belang dan memesan teman kencan, yakni artis peran, NM, dan mantan finalis kontes kecantikan, PR.

“Saat ditangkap korban (NM dan PR) sedang menunggu di hotel. Saat diamankan mereka dalam keadaan siap dipakai tapi tidak sampai terjadi apa-apa,” ungkap Kepala Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Kombes Umar Surya Fana, Jumat dini hari.

Umar menambahkan, pada penggerebekan itu, polisi menyita beberapa barang bukti di antaranya handpone dan bukti transfer.

Umar juga mengatakan, O dan F yang berperan sebagai mucikari bagi NM dan PR, bisa dijerat pasal perdagangan manusia, tepatnya eksploitasi seksual untuk mendapatkan keuntungan atau motif ekonomi.

“Yang kami ungkap bukanlah kasus prostitusi online tapi tindak pidana perdagangan orang pasal 2 No 21 tahun 2007, tersangkanya O dan F ancaman hukuman 3-15 tahun dan denda ratusan juta,” ujar Umar.

“Berdasar penyelidikan kami, O memasang tarif Rp 50 juta untuk layanan short time atau tiga jam. Tarif tersebut adalah yang termurah, sedangkan yang paling mahal Rp 120 juta,” katanya.

Umar menegaskan, NM dan PR adalah korban perdagangan manusia. Karena itu, keduanya tidak ditahan melainkan dikirim ke panti sosial.

Pada Jumat siang, PR dan NM dipindahkan ke Panti Sosial Karya Wanita Mulya Jaya di Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Saat tiba di tempat itu, Nikita bersikap cukup tenang.

Sedangkan Puty tampak terpukul. Matanya sembab dan Puty juga lebih sering menundukkan kepalanya.

Sinta Lestari, staf Panti Sosial Karya Wanita Mulya Jaya mengatakan, saat tiba di panti, NM maupun PR didampingi keluarga masing-masing.

Kemudian, NM dan PR diidentifikasi selama sekitar satu jam, untuk mengetahui kondisi fisik dan psikologis keduanya.

“Mereka kami identifikasi karena mereka merupakan korban,” kata staf pada Seksi Program Advokasi Sosial tersebut.

Sinta menolak menjelaskan secara detail kondisi NM dan PR.

Namun, menurut Sinta, keduanya akan mendapatkan pemulihan kondisi psikologis, pembinaan mental keagamaan, pemulihan kepercayaan diri, dan pembinaan masa transisi pengembalian terhadap keluarga.

“Mereka akan dibina, hingga mereka benar-benar pulih,” katanya.

Setelah diidentifikasi, NM dan PR diizinkan pulang. Keduanya tidak menjadi penghuni panti lantaran bangunan Panti Sosial Karya Wanita Mulya Jaya sedang direnovasi.

Sinta menepis anggapan bahwa NM dan PR diistimewakan sehingga diizinkan pulang.

“Mereka diizinkan pulang bukan karena mereka publik figur, tapi karena panti sedang tidak layak huni dan tidak baik untuk pembinaan,” katanya

Kuasa Hukum Benarkan Ahmad Dhani Janjian dengan Nikita Mirzani

BeritaBintang – Sebelum ditangkap di sebuah hotel mewah di kawasan Jakarta Pusat, artis NM mengaku sempat membuat janji untuk bertemu dengan artis musik Ahmad Dhani.

Hal itu diungkapkan oleh pengacara Petrus Balapationa yang sempat berbincang dengan NM di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (11/12/2015).

Berkaitan dengan pengakuan NM, kuasa hukum Dhani, Ramdan Alamsyah, tak menampiknya.

Namun, kata dia, pentolan Republik Cinta Management itu terpaksa membatalkan janjinya karena ada pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan.

“Tadi sudah di-kroscek di media kan gitu bilangnya. Kata Dhani memang janjian, ada kerjaan. Karena enggak jadi, ya batal,” ungkap Ramdan saat dihubungi wartawan, Jumat.

Ramdan menambahkan, NM dan Dhani memang sudah sering bekerja sama.

“Waktu acara Mas Dhani kapan itu, Nikita jadi bintang tamu. Cuma kenalnya dari kapan itu yang enggak tahu,” tuturnya

Sayangnya, Ramdan tak tahu secara detail apa pekerjaan yang akan dibicarakan oleh NM dan Dhani malam tadi.

Yang jelas, kata dia, pekerjaan itu berkaitan dengan dunia hiburan.

“Ya kerjaan merekalah di dunia entertainment. Ya enggak nanya detail,” ujar Ramdan.

Seperti diketahui, NM dan finalis Miss Indonesia 2014 PR diamankan oleh Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri bersama dengan manajernya yang berinisial F dan seorang terduga mucikari bernama O dengan kasus dugaan prostitusi online.

Dari penangkapan itu, polisi mengaku masih melakukan pengembangan kasus terkait keterlibatan artis lain dalam prostitusi online yang dikelola O mengingat F diketahui berprofesi sebagai manajer sejumlah artis

Mensos: Kami Ingin Bertemu dan Membina Artis NM dan PR

BeritaBintang – Pengungkapan kasus prostitusi online oleh Bareskrim Polri yang melibatkan artis di tanah air menjadi perhatian tersendiri bagi Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

Ia berharap ada restorasi sosial bagi korban dalam kasus tersebut.

“Kami berencana untuk bertemu dan melakukan pembinaan karakter terhadap dua artis yang diduga terlibat dalam kasus jaringan prostitusi online tersebut,” kata Khofifah Indar Parawangsa di Yogyakarta, Jumat (11/12/2015).

Menurut dia, faktor gaya hidup dirasa sangat berpengaruh dan menjadi faktor utama terjadinya perilaku prostitusi.

“Pada tingkat konsumerisme tinggi bertemu dengan kekuatan ideologi, maka kemungkinan perilaku pragmatis akan dilakukan,” katanya.

Ia mengatakan, terkait tertangkapnya dua artis ibu kota berinisial NM dan PR oleh Direktorat Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri yang diduga terlibat jaringan prostitusi online sangat perlu untuk dilakukan pembinaan.

“Keduanya yang saat ini berada di Panti Bina Sosial Cipayung akan diberikan pembinaan berupa revolusi karakter serta restorasi sosial,” katanya.

Sebelumnya Sub Direktorat III Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri menangkap dua orang artis berinisial NM dan PR. Keduanya ditangkap di sebuah kamar hotel dalam keadaan tanpa busana.

Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Kombes Umar Fana, mengatakan berdasarkan pengakuan mucikari F dan O, pelanggan artis-artis ini memang kalangan atas.

Kejadian ini bukan kali yang pertama, pada 8 Mei 2015, Satreskrim Polres Jakarta Selatan juga menangkap seorang pria bernama Robbie Abbas di sebuah hotel berbintang di Jakarta Selatan. Robbie ditangkap karena diduga sebagai mucikari dan memiliki PSK dari kalangan artis.

Mucikari F dan O Ternyata Juga Menawarkan Artis-Artis Senior

BeritaBintang – Kalangan artis yang memanfaatkan jasa F dan O sebagai mucikari ternyata tidak hanya NM dan PR.

“Saat kami melihat komunikasi F dan O yang menjadi mucikari, ada juga artis senior yang menjadi memanfaatkan jasa F,” kata Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Kombes Umar Surya Fana , Jumat (11/12/2015) subuh.

Pihak kepolisian sendiri masih akan terus mengembangkan dan mendalami soal siapa saja para korban dari kedua mucikari tersebut.

“Termasuk siapa dan dari mana saja pria hidung belang yang menjadi pelanggan mereka,” katanya.

Dikatakannya, dari handphone F, polisi menemukan nama artis dan komunikasinya.

“Juga handphone O juga kami telusuri,” kata Umar.

Bareskrim Polri mengungkap kasus perdagangan orang yang korbannya ialah para artis serta foto model
mengatakan mucikari O dan F terbukti melakukan pidana perdagangan manusia yakni eksploitasi seksual untuk mendapatkan keuntungan atau motif ekonomi.

Di Kantor Polisi, Nikita Mirzani Langsung Minta Bantuan Pria Ini

BeritaBintang – Artis PSK berinisial NM yang kena jaring Aparat Subdit Perjudian dan Asusila (Judisila) Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Mabes Polri akhirnya terungkap.

Seperti yang sudah diduga sebelumnya, ia adalah artis seksi dan kontroversi Nikita Mirzani. Hal ini diketahui dari pengacara Partahi Sihombing, yang berkali-kali menyebut nama Nikita Mirzani ketika ia memberi pernyataannya. Ia mengaku diminta oleh Nikita Mirzani untuk membantunya melewati masalah ini.

“Saya dihubungi oleh Nikita untuk mendampingi dia di sini. Saya hanya ingin meluruskan pemberitaan yang ada. Benar ada penangkapan di hotel kawasan Jakarta Pusat,” ujar Partahi Sihombing  di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (11/12/2015).

Seperti yang dikabarkan sebelumnya, artis NM bersama RP diamankan petugas di dua kamar hotel berbeda di kawasan Jakarta Pusat.

Bersama kedua PSK artis itu, dijaring pula manajer NM berinisial F dan seorang mucikari berinisial O. Sampai kini F dan O masih dalam proses pemeriksaan.

Artis Berinisial PR Itu Puty Revita?

BeritaBintang – Artis NM dan PR ditangkap penyidik Bareskrim Mabes Polri di sebuah hotel mewah di bilangan Jakarta Pusat, terkait prostitusi online.

Dari keterangan polisi, identitas artis berinisial PR tersebut mengacu kepada salah seorang finalis Putri Indonesia 2014.

“Dia (PR) artis, model, dan lulusan Puteri Indonesia 2014,” kata Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Umar Fana.

Namun, berdasarkan penelusuran Bintangbola.com, tidak ada peserta berinisial PR di deretan finalis Puteri Indonesia tahun 2014.

Lalu Bintangbola.com berupaya menyisir nama finalis-finalis di ajang kontes kecantikan lainnya di tahun yang sama, yakni Miss Indonesia 2014.

Setelah ditelusuri, ternyata ada seorang finalis Miss Indonesia yang memiliki inisial PR, yakni Puti Revita.

Adapun Puty Revita merupakan finalis Miss Indonesia tahun 2014 asal Kalimantan Timur.

Hingga berita ini ditayangkan, Bintangbola masih mengonfirmasi pihak kepolisian untuk memastikan identitas inisial PR.

PR diamankan penyidik Bareskrim Polri bersama NM dalam penangkapan di sebuah hotel bintang lima di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (10/12/2015).

Dalam penangkapan itu, polisi juga mengamakan manajer NM berinisial F dan seorang karyawan klub malam kelas atas, O.

Diduga, O berperan sebagai mucikari.

“Tersangka atas nama O dan tersangka atas nama F. Keduanya dikenakan Pasal 2 UU nomor 21 tahun 2002 tentang tindak pidana perdagangan orang,” ujar Fana.

Selanjutnya, polisi memeriksa NM dan PR.

Demikian juga dengan O dan F.

Saat melakukan penangkapan, polisi berpura-pura menjadi calon pelanggan NM.

“Itu unsur yang harus kami penuhi, tetapi tidak sampai terjadi apa-apa. Yang memesan adalah kami, dalam kamar itu adalah anggota kami. Kemudian setelah unsur dipenuhi, barulah kami lakukan penangkapan,” sambung Fana.

Fana juga mengungkapkan bahwa tarif artis NM dalam tiga jam kurang lebih Rp 50 juta hingga Rp 120 juta.

Sebagai barang bukti, polisi mengamankan telepon genggam dan bukti transfer uang.

Dari telepon genggam yang disita, polisi menemukan foto sejumlah pelanggan NM yang diduga berasal dari kelas menengah ke atas.