Ngaco Ahok

PDIP: Ahok Ngaco!

BeritaBintang –  Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyebut audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ngaco. Pasalnya, hasil audit mengindikasikan adanya kerugian negara sebesar Rp191 miliar dalam pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP PDIP, Hendrawan Supratikno justu menuding Ahok yang ngaco.

“Ngaco Ahok itu. Kan biasa dalam audit, BPK sampaikan temuan awal, minta tanggapan dari yang diaudit (Pemda DKI Jakarta), ada ketidaksamaan yang diaudit,” ujar Hendrawan kepada awak media, Rabu (13/4/2016).

Saat ini, lanjut Hendrawan, laporan BPK sudah final dan tinggal meneliti Ahok. Terlebih dalam hasil audit tersebut juga ditemukan adanya indikasi pelanggaran hukum.

“Ini sudah final laporan BPK, enggak bisa lagi, sekarang Ahok lagi diteliti, BPK bilang rugikan negara, perkaya orang lain, ada indikasi langgar hukum, Ahok sepertinya langgar hukum,” sambungnya.

Adapun tudingan Ahok BPK ngaco, dinilai sebagai pemanfaatan sentimen publik terhadap krisis kepercayaan lembaga negara. Anggota Komisi XI itu menyebut, mantan Bupati Belitung Timur itu ingin mengesankan seolah-olah lembaga negara dihuni orang-orang bermasalah.

“Motif Ahok hanya perkuat pandangannya, manfaatkan sentimen publik terhadap krisis kepercayaan kepada lembaga-lembaga, seolah-olah lembaga negara ini diisi oleh orang yang bermasalah, parasitik,” sambungnya.

Sebab itu, Hendrawan meminta agar KPK bersikap independen dan tidak terpengaruh opini. Ia juga mengimbau agar publik mendorong agar lembaga antirasuah mempercepat pemeriksaan kasus RS Sumber Waras.

“KPK harus independen dan keputusanya tidak diombang-ambing dengan opini publik yang sedang dibangun Ahok. Kita dorong KPK untuk mempercepat pemeriksaan kasus Sumber Waras,” tukasnya.