New South Wales

Australia ke Bagian Gerhana Matahari Total

BeritaBintang –   TERLETAK dekat dengan Indonesia nampaknya menjadi sebuah keuntungan bagi Australia. Seperti halnya, di fenomena gerhana matahari.

Australia sebagai negara tetangga yang berdekatan dengan Indonesia juga akan merasakan dampak dari fenomena ini.

Diperkirakan negara bagian yang akan terkena efek ini merupakan negara yang terletak di utara Australia meliputi Darwin, sebagaimana yang dilansir dari BintangBoLa, Selasa (8/3/2016).

Berbeda dengan gerhana matahari di Indonesia, gerhana matahari yang ada di disini sendiri bukanlah gerhana matahari total melainkan parsial.

Dimana matahari akan terlihat sebagian dari permukaan bumi. Oleh sebab itu, banyak dari wisatawan yang memilih kota di utara Australia sebagai destinasi wisata melihat gerhana matahari.

Untuk wilayah Australia Selatan efek dari gerhana matahari sendiri diperkirakan hanya 1% atau berupa titi kecil yang mencakup wilayah Perth, New South Wales, Australian Capital Territory, Victoria sampai dengan Tasmania.

Namun sampai saat ini, walau dikatakan hanya gerhana matahari sebagian, gerhana matahari ini juga memiliki dampak cukup serius terhadap mata.

Oleh sebab itu, pemerintah Australia menghimbau kepada masyarakat dan wisatawan untuk menggunakan kaca mata hitam bila ingin secara langsung melihat gerhana matahari tersebut.

Wolf 1061c, Planet Dekat Bumi yang Berpotensi Dihuni Manusia

BeritaBintang – Astronom dari University of New South Wales telah menemukan planet baru yang berpotensi bisa dihuni manusia, yaitu Wolf 1061c.

Wolf 1061c berada di konstelasi Ophiucus dan memiliki satu bintang.

Dikatakan Science Alert jaraknya cukup dekat, sekitar 126 triliun kilometer dari bumi.

Jaraknya bahkan lebih dekat dibanding Mars, yang rencananya akan dijadikan tempat koloni manusia.

Planet tersebut dideskripsikan empat kali lebih besar dari bumi, yang berposisi di tempat yang cocok untuk menampung kehidupan: tidak terlalu panas atau dingin.

Selain temperaturnya yang cocok untuk keberadaan air, planet tersebut juga dideskripsikan didominasi bebatuan dan dataran solid.

“Planet itu berada di zona ‘Goldilocks’, di mana ada kemungkinan keberadaan air dan, bahkan, kehidupan,” ucap satu dari peneliti penemuan itu, Dr Duncan Wright,

“Sangat mengagumkan menemukan planet seperti ini di tengah luasnya alam semesta, planet yang sangat dekat dengan bumi, yang kemungkinan bisa dihuni,” tambahnya lagi.

Penemuannya berangkat dari data yang dikumpulkan oleh sejumlah astronom menggunakan spektograf atau instrumen pencari planet berakurasi tinggi dan berkecepatan radial (HARPS).

Astronom sebenarnya menemukan tiga planet, namun Wolf 1061c yang paling cocok untuk menampung kehidupan. Peneliti akan terus meneliti ketiga planet tersebut, terlebih Wolf 1061c untuk mempelajari atmosfernya.

Heboh Bocah Jenius Australia Keturunan Indonesia

BeritaBintang – Jonah Soewandito, bocah 11 tahun kini menjadi perbincangan publik negeri Kanguru, Australia. Dia merupakan bocah jenius dengan umur yang terbilang masih belia.

Jonah sudah mengikuti ujian akhir SMA di usia 11 tahun. Hebatnya lagi, bocah yang tinggal di Sydney itu mendapat nilai di atas 90 untuk mata pelajaran Matematika dan Kimia.

Hasil ujian akhir SMA di negara bagian New South Wales yang biasa dikenal dengan nama HSC (High Schol Certificate) diumumkan minggu lalu. Berkat pencapaian itu Jonah masuk dalam daftar murid dengan prestasi tertinggi.

Secara umum, mereka yang mendapat angka di atas 90 dalam mata pelajaran yang diujikan di ujian akhir SMA, dimasukkan ke dalam golongan yang berprestasi.

Dalam laporan Sydney Morning Herald, Jonah adalah murid termuda yang ikut ujian SMA tahun ini. Dia juga menjadi salah satu murid termuda yang pernah mengikuti HSC di New South Wales.

Utk murid seusia Jonah, 11 th, biasanya teman-temannya baru duduk di Th ke-6, tapi Jonah telah mengikuti pelajaran buat murid th ke-12.

Dari namanya, Jonah Soewandito bisa jadi berasal dari Indonesia atau mempunyai orang tua berdarah Indonesia.

Tetapi, pihak Sekolah Swasta Scots College malas mengungkap identitas pelajarnya tersebut. “Yang kami tahu dirinya lahir di Australia,” kata salah satu orang guru seperti dilansir Sydney Morning Herald, akhir minggu dulu.

Menurut si guru, sejak Jonah jadi pemberitaan di Sydney menjelang ujian sekian banyak bln dulu, orangtuanya masihlah belum ingin memberikan wawancara pada alat.

Sejak mungil bakatnya Jonah memang lah sudah kelihatan. Umur 3 thn, dirinya bisa membaca & posting huruf latin. Tidak butuh TK, dirinya serta-merta bakal mengikuti intisari pelajaran level SD cuma kurun waktu dua thn.

Tidak Sedikit guru di ruangan Jonas sekolah mengaku, baru kali ini menemui murid sejenius Jonah.

Selepas lulus SMA, Jonah mau cepat lanjut kuliah sektor kedokteran. Sekolahnya sudah menghubungi Kampus Sydney membicarakan bisa jadi bocah semuda itu lanjut studi strata satu.

“Saya mau menemukan obat kanker, sebab itu salah satu penyakit paling mematikan di dunia,” kata Jonah.