Menteri Luar Negeri

Rusia Tampik Kumpulkan Info yang Rugikan Trump

BeritaBintangRusia Tampik Kumpulkan Info yang Rugikan Trump

Pemerintah Rusia menampik telah mengumpulkan sejumlah berkas berisi informasi yang dapat merugikan Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump.

“Ini adalah upaya untuk merusak hubungan bilateral kami. Ini adalah omong kosong,” kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov.

Melalui sambungan telepon, Peskov mengatakan hal ini bisa memperburuk hubungan kedua negara yang kini berada dalam kondisi terburuk sejak perang dingin.

Menurutnya, kabar yang menyebut Rusia mempunyai informasi tersebut adalah berita bohong alias hoax yang mengada-ngada.

“Anda harus menanggapi ini dengan rasa humor. Tapi juga ada sisi menyedihkan dari persoalan ini,” kata Peskov.

Dua orang pejabat AS sebelumnya mengatakan para pimpinan badan intelijen di negara itu telah mempresentasikan kepada Trump bahwa Rusia mempunyai informasi yang bisa merugikannya.

Baca Juga: “ Lagu Baru Kanye West Terinspirasi Perampokan Kim Kardashian

Namun, kabar itu telah dibantah oleh Trump sendiri melalui akun Twitternya. “Berita bohong–upaya pembunuhan karakter!” ujarnya.

Sementara itu, soal kemungkinan sanksi baru AS yang bisa memengaruhi sektor minyak dan gas Rusia, Peskov mengatakan hal tersebut juga bisa merusak hubungan kedua negara dan perekonomian dunia.

Peskov juga mengatakan Kremlin terganggu dengan laporan yang menyebut Menteri Luar Negeri terpilih Rex Tillerson menilai Rusia membahayakan Amerika Serikat.

Sebelumnya, Moskow sempat memuji Tillerson yang pernah bekerja sama dengan pejabat Rusia dalam bidang perminyakan.

Peskov mengatakan pihaknya menilai Tillerson sebagai tokoh yang mau mendengarkan dan konstruktif, meski menyadari dia juga bisa jadi seorang operator yang keras.

“Kami paham bahwa Tillerson akan terus bersikap keras dalam mengejar tujuannya,” kata Peskov.

Pejabat Kemlu AS Tekan FBI demi Lindungi Hillary Clinton

BeritaBintang – Pejabat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Amerika Serikat (AS) Patrick Kennedy, dituduh berupaya menekan Biro Investigasi Federal (FBI) untuk melindungi Hillary Clinton dalam skandal e-mail. Pria berusia 67 tahun itu dinilai ingin melindungi atasannya yang kala itu menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.

Kennedy meminta FBI menarik kecurigaan terhadap server pribadi yang digunakan Hillary saat menjabat sebagai Menlu dengan menyebut informasi di dalamnya bersifat sangat rahasia. Fakta itu terungkap dalam dokumen penyelidikan FBI yang dirilis Senin 17 Oktober 2016.

Seperti dimuat Agen Judi Online, Selasa (18/10/2016), salah satu pejabat FBI menuturkan, Kennedy berulang kali menekan beberapa pejabat FBI untuk memindahkan sejumlah pesan berlabel rahasia di salah satu e-mail Clinton. Pesan tersebut berisi informasi mengenai serangan mematikan untuk Perwakilan AS di Benghazi, Libya, pada 2012.

Juru Bicara Kemlu AS Mark Toner menuturkan, Kennedy tidak berusaha untuk menekan FBI, tetapi hanya ingin memantau sejauh mana proses klasifikasi FBI bekerja. Sebab, dokumen tersebut ternyata berasal dari FBI, artinya biro investigasi itu punya hak menentukan kerahasiaan dokumen.

Sengketa bermula pada musim panas 2015. Saat sejumlah pejabat FBI sedang sibuk meninjau ulang 30 ribu e-mail Hillary, tiba-tiba saja puluhan ribu e-mail tersebut dikembalikan ke Kemlu jelang rilis ke publik sesuai perintah pengadilan dalam dua termin, yakni 2015 dan 2016.

Pejabat FBI itu menuturkan, Kantor Penasihat Hukum Kemlu memanggilnya untuk menanyakan apakah FBI telah mengklasifikasi informasi tersebut. FBI sendiri tetap pada keputusan mereka. Setelahnya Linkalternatif.info, Kennedy menelefon salah satu agen FBI untuk meminta bantuan dengan mengubah-ubah klasifikasi e-mail Hillary.

Panggilan tersebut dinilai sebagai upaya Kennedy melindungi Clinton dengan seminimal mungkin menampilkan informasi rahasia di e-mail yang berasal dari server pribadinya. Hillary sendiri telah meminta maaf dan menyadari kesalahannya karena menggunakan server pribadi di rumahnya untuk urusan pekerjaan sebagai Menteri Luar Negeri pada 2009-2013.

Agar Tak Mudah Dipalsukan, Jepang Percantik Desain E-Paspor

BeritaBintang –   Belakangan, halaman dalam lembaran paspor tak hanya berupa kertas biasa. Sejumlah negara menempatkan gambar pemandangan dalam cetakan lembar kertas paspor. Seperti Amerika, negara ini memiliki cara membuat paspornya menarik. Di setiap halaman visa, terlihat bergambar pemandangan yang menjadi ikon Amerika, seperti patung Liberty, hingga kelompok koboi menggembalakan kawanan ternak.

Jepang pun memiliki caranya sendiri untuk mendandani ulang paspor mereka. Seperti yang baru saja diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri setempat, dalam waktu yang tidak lama lagi, paspor warga negara Jepang akan dihiasi oleh karya seni Katsushika Hokusai, seniman lukis dan woodblock terkenal di Jepang.

Sebagai kesimpulan akhir dari proyek ini, di mana untuk mendapat desain baru yang bisa mewakili budaya Jepang, sekaligus agar sulit dipalsukan, komite yang ditunjuk oleh menteri, telah memutuskan untuk menggunakan karya pilihan dari Hokusai yang terkenal, tiga puluh enam pemandangan Gunung Fuji ukiyo-e series.

Dilansir Rocketnews24, paspor warga Jepang tidak sampai 36 halaman, yang berarti tidak ada ruang untuk memasukkan setiap gambar dari hasil karya Hokusai. Hingga akhirnya, komite memutuskan menggunakan 24 gambar saja, termasuk karya terkenal The Great wave off Kanagawa dan Koshu Kajikazawa.

Paspor cantik ini dijadwalkan akan dikenalkan mulai tahun 2019. Menteri Luar Negeri mengatakan waktu ini dipilih agar mereka bisa siap tepat waktu untuk Olimpiade Tokyo 2020.