Masalah Reklamasi

Diperiksa sebagai Pelapor Pembagian Sembako, 20 Anggota ACTA Sambangi Bawaslu DKI

BeritaBintangDiperiksa sebagai Pelapor Pembagian Sembako, 20 Anggota ACTA Sambangi Bawaslu DKI

Pilkada DKI Jakarta putaran kedua telah berlangsung pada Rabu 19 April 2017. Dalam jalannya pesta demokrasi tersebut terjadi sejumlah dugaan kecurangan, yakni pembagian sembako di masa tenang.

Hal itu menyulut Tim Reaksi Capat Advokasi Cinta Tanah Air (ACTA) untuk melaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)DKI Jakarta, Sunter, Jakarta Utara.

Pantauan Agen Bola di lokasi, Senin (23/4/2017). Tim Reaksi Cepat ACTA tiba di lokasi sekira pukul 13.10 WIB. Ada sekira 20 orang yang menyambangi lembaga pengawas pemilu tersebut.

Mereka mayoritas mengenakan pakaian kemeja putih lengan pendek yang bertuliskan Tim Reaksi Cepat ACTA tepat di depan dada kanannya. Tak hanya lelaki yang datang, kaum hawa pun mengikuti aksi pelaporan tersebut.

[Baca Juga -“Masalah Reklamasi, Anies: Kita Jalankan Sesuai Janji saat Kampanye“]

Sebelumnya diberitakan, Ketua Dewan Pembina ACTA, Habiburokhman akan memasukan permohonan ke Bawaslu agar kasus yang diduga melibatkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 ini diperiksa, karena sudah memenuhi unsur TSM (Terstruktur, Sistematis dan Massif).

“Jadi di Bawaslu ada 2 format penanganan, yang pertama lapor biasa dan kedua TSM. Terstrukturnya karena kita lihat pemberitaan di salah satu media online bahwa ada bandar beras yang mengaku mendapat order beras dari petinggi partai politik. Sistematis karena polanya jelas, hampir sama sembako dibawa malam pakai truk disimpan ke posko. Dan massif karena terjadi dibanyak tempat,” kata Habiburokhman.

Masalah Reklamasi, Anies: Kita Jalankan Sesuai Janji saat Kampanye

BeritaBintangMasalah Reklamasi, Anies: Kita Jalankan Sesuai Janji saat Kampanye 

Gubernur DKI Jakarta terpilih versi hasil Quick Count KPUD DKI, Anies Rasyid Baswedan menegaskan kembali bahwa dirinya menolak meneruskan Mega proyek Reklamasi.

Sebelumnya gubernur terpilih ini, dikabarkan sempat diminta Menko Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan untuk tetap terus meneruskan Mega proyek warisan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). namun mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini berteguh atas janjinya saat kampanye.

[Baca Juga -“PDIP Minta Anies Baswedan Siapkan Diri Menata Kota“]

“Janji kampanye apa kemarin ( dari 23 janji), kita jalankan sesuai janji kampanye,” katanya di Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Minggu (23/4/2017).

Tidak hanya meminta untuk untuk meneruskan, Luhut juga berencana ingin menemui Anies, namun dirinya bersedia menerimanya setelah dirinya dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta. “Abis Oktober Aja,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Luhut beralasan keputusan untuk meneruskan proyek Reklamasi di Teluk Jakarta lantaran atas kajian ilmiah, salah satunya merupakan untuk kepentingan nasional dan masyarakat DKI Jakarta.