Marine Le Pen

Politikus Perancis Ingin Setop Akses Pendidikan bagi Imigran

BeritaBintang – Politikus ekstrem kanan Perancis, Marine Le Pen, menyerukan penolakan akses pendidikan bagi anak-anak imigran ilegal di berbagai sekolah umum. Seruan dari pemimpin partai Front Nasional itu merupakan salah satu cara membatasi pelayanan negara demi membendung arus imigran ilegal ke negara itu.

“Saya tak punya prasangka apa-apa terhadap orang asing tetapi saya mengatakan kepada mereka: jika Anda datang ke negara kami, jangan harap Anda akan diurus, mendapat perawatan (dari sistem kesehatan) dan bahwa anak-anak Anda akan dididik secara gratis,” ujar Le Pen, pada sebuah konferensi di Paris, Jumat (9/12).

“[Semua pelayanan] itu sudah selesai, sudah berakhir,” ujarnya, dikutip dari Agen Bola Online.

Menurut berbagai jajak pendapat teranyar, Le Pen memiliki dukungan suara terbesar kedua dalam pemilihan presiden tahun depan. Meski begitu, Le Pen mengaku optimistis bahwa kemenangan Donald Trump dalam pilpres AS pada November lalu akan membantu kebangkitan partai sayap kanan di dunia, termasuk di Perancis.

Le Pen menjelaskan bahwa ia hanya ingin memblokir akses pendidikan bagi imigran yang berada di negara itu secara ilegal, bukan untuk semua orang asing.

Meski demikian, ia mengatakan bahwa setiap pendatang yang menikmati sistem pendidikan publik di Perancis tanpa membayar pajak seharusnya memiliki kontribusi untuk negara itu.

“Kita ingin menyimpan sarana dan solidaritas nasional kita untuk mereka yang paling rendah hati, paling sederhana dan paling miskin di antara kita,Linkalternatif.info” kata Le Pen.

Partai Front Nasional pimpinan Le Pen mengklaim sebagai bagian dari pemberontakan global melawan imigrasi. Partai ini kerap kali mengkritik besarnya penggunaan anggaran belanja negara untuk jaminan sosial bagi pendatang. Mereka menilai warga Perancis seharusnya mendapat prioritas terkait hal ini.

Le Pen dengan nada menyindir bahkan mengklaim bahwa siapa pun yang berusia di atas 65 tahun bisa datang ke Perancis dan mendapatkan jaminan sosial hari tua.

Le Pen juga ingin menarik Perancis keluar dari zona euro dan telah menyerukan referendum keanggotaan Perancis di Uni Eropa.

Kereta Perancis Dikecam karena Beri Tiket Gratis ke Pengungsi

BeritaBintang – Dituduh memberikan tiket gratis pada pengungsi, perusahaan kereta api Perancis SNCF dikecam karena dianggap dapat membuat semakin banyak pengungsi datang ke Inggris.

The Independent mengabarkan bahwa sebuah dokumen internal dibagikan kepada pihak SNCF pada stafnya, untuk meniadakan biaya perjalanan Perancis – Inggris bagi penumpang yang merupakan pengungsi.

Hal itu memicu amarah dan kritik dari politisi dan netizen, yang mengklaim pengungsi tersebut seharusnya menjadi tanggungjawab otoritas Perancis.

Kepala partai Front National, Marine Le Pen, mengirim surat pada CEO SNCF Guillaume Pepy dan menuduhnya sengaja mengalihkan imigran tersebut ke Inggris.

“Dengan memfasilitasi perjalanan imigran ilegal itu, seharusnya Anda sadar bahwa Anda membuat situasi di Calais semakin buruk,” kata Marine dalam suratnya itu.

“Banyak sekali imigran ilegal yang ingin ke Inggris. Anda memfasilitasi upaya para penyelundup itu,” tambah dia lagi.

Namun, The Guardian mengatakan SNCF telah menyangkal bahwa pihaknya memberikan tiket gratis dan menyatakan dokumen internal tersebut hanya dimaksudkan untuk menggratiskan biaya reservasi.

“Tidak ada tiket gratis. Mereka harus dicek, memiliki tiket, serta akan didenda jika tak memiliki tiket seperti penumpang lainnya,” jelas Direktur Komunikasi SNCF Christophe Piednoël, dikutip AFP.

Inisiatif itu dilakukan sebab menurut Christophe para imigran sering mengalami kendala ketika mereservasi tiket perjalanan, karena tidak paham bahasanya.