Loris Capirossi

Valentino Rossi Tak Permasalahkan Perubahan Rute Chicane di Assen

BeritaBintang – Pertarungan antara Valentino Rossi dan Marc Marquez saat melewati chicane—tikungan menyerupai huruf s— terakhir Sirkuit Assen berhasil menjadi headline di beberapa media masa Eropa tahun lalu. Namun sayang, chicane tersebut harus dihapus pada gelaran kali ini.

Pihak penyelenggara memutuskan untuk memodifikasi tikungan tersebut dengan menghilangkan rumput dan menambah aspal. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan keamanan kepada para pembalap yang melintas.

Rossi mengaku tak masalah dengan perubahan tersebut. Namun, ia menyebut bahwa tikungan itu memang sangat bagus untuk bertarung. Ia mengingat ketika dirinya kalah dari Loris Capirossi di kelas 250 cc.

“Chicane yang dahulu adalah tempat yang menakjubkan. Tak hanya untuk saya dan Marc tetapi juga untuk Kevin Schwantz dan Rainey,” ujar Rossi seperti dilansir Bintangbola.co, Jumat (26/6/2016).

“Saya mengingat ketika Loris Capirossi suatu waktu mengalahkan saya di kelas 250cc. Jika ada lagi lintasan yang ketat pada akhir balapan akan sangat menarik untuk dicoba,” tandas pembalap berjuluk The Doctor tersebut.

Kehadiran Pembalap Muda Buat Valentino Rossi Tetap Jago di Lintasan

BeritaBintang –Mantan pembalap andalan Tim Ducati, Loris Capirossi, menyebut penyebab utama Valentino Rossi tetap andal di lintasan meski sudah berusia 37 tahun. Capirex –sapaan akrab Capirossi– menilai, kehadiran pembalap muda di akademi yang dimiliki yakni VR46 membuat Rossi selalu termovitasi ketika menunggangi sang kuda besi.

The Doctor –julukan Rossi– membangun akademi balap bernama VR46 pada 2014. Akademi tersebut dibangun di kampung halamannya di daerah Tavullia, Italia.

Jika tak ada jadwal Grand Prix, The Doctor –julukan Rossi– bersama pembalap akademi selalu berlatih. Namun, motor yang digunakan bukanlah motor yang biasa dipakai di ajang Grand Prix, melainkan tipe motorcross.

Pada momen latihan itulah, jiwa serta kualitas balap Rossi benar-benar terasah. Alhasil, Rossi masih tampil kompetitif di ajang MotoGP 2016 meski sudah tak lagi muda. Hingga MotoGP 2016 memasuki tujuh seri, Rossi masih duduk di posisi tiga klasemen, tertinggal 22 angka dari Marc Marquez yang memuncaki klasemen.

“Valentino Rossi berlatih bersama pembalap-pembalap muda. Hal itu membuat Rossi semakin kuat dan tampak masih muda,” jelas Capirossi mengutip dari TaruhanBolaOnline, Sabtu (18/6/2016).

Kemenangan Favorit dan Musuh Terberat Rossi di MotoGP

BeritaBintang   –  Valentino Rossi sukses meraih kemenangan ke 113-nya di Grand Prix pada MotoGP Spanyol akhir pekan lalu. The Doctor pun mengenang kemenangan-kemenangan hebatnya di masa lalu. Dalam sebuah wawancara dengan BeritaBintang, Rabu (27/4/2016), Rossi mengaku punya beberapa kemenangan yang sampai saat ini masih berkesan indah.

Menurut rider berusia 37 tahun asal Italia itu, momen yang berada di puncak daftar favoritnya adalah meraih podium tertinggi MotoGP Afrika Selatan 2004 di Sirkuit Phakisa Freeway, Welkom. Ini merupakan balapan pertama Rossi bersama Yamaha setelah hijrah dari Honda.

“Ada lima sampai enam balapan yang sangat penting dalam karier saya. Tapi Welkom 2004 sedikit lebih di atas, karena balapan itu begitu hebat, sangat penting dan tak terlupakan. Nomor satu!” ucap Rossi.

The Doctor juga mengaku sangat beruntung bisa memiliki rivalitas dengan banyak rider dari berbagai generasi. “Saya punya banyak rival tangguh. Yang paling tangguh adalah lawan-lawan dari beberapa tahun terakhir ini, yakni Jorge Lorenzo, Marc Marquez dan Casey Stoner. Mereka sangat cepat. Tapi di masa lalu saya juga punya rivalitas hebat dengan Max Biaggi, Sete Gibernau dan Loris Capirossi,” ucap pria yang telah beberapa kali menyambangi Tanah Air tersebut.

Pedrosa Tersangkut Masalah Pajak

BeritaBintang –   Rider Tim Repsol Honda, Dani Pedrosa, terdaftar sebagai satu dari 4.855 orang yang tidak membayar pajak penghasilan di Spanyol. Negeri Matador sendiri menerapkan peraturan kepada seseorang yang memiliki penghasilan di atas 1 juta euro wajib membayar pajak.

Seperti dilansir Bioskop168 , Jumat (25/12/2015), nama Pedrosa pun akhirnya masuk ke daftar karena memiliki penghasilan sebesar 7,8 juta euro atau sekira Rp116 miliar.

Pedrosa bukanlah rider MotoGP pertama yang mengalami dugaan masalah pajak. Sebelumnya ada sosok beberapa pembalap Italia yang dituduh melakukan penggelapan pajak.

Di antaranya adalah Valentino Rossi yang harus membayar 35 juta euro (Rp522 miliar) untuk menyelesaikannya. Loris Capirossi mengalami kasus dugaan kasus penggelapan pajak pada 2010 dan harus membayar denda sebesar 2 juta euro.

Marco Melandri juga tidak terlepas dengan masalah pajak. Bahkan, ia harus mendekam di penjara selama 19 bulan. Juga ada mantan rider MotoGP, Max Biaggi, yang kasusnya masih berlangsung hingga kini.