Livio Suppo

Komentari Persaingan dengan Tim Rival, Suppo: Honda Tidak Merasa Inferior

BeritaBintangKomentari Persaingan dengan Tim Rival, Suppo: Honda Tidak Merasa Inferior

Tiga tim jagoan yang meramaikan gelaran balap MotoGP setiap tahunnya memang tidak pernah berganti. Ya, Yamaha, Honda, dan Ducati tidak pernah absen melakoni balap motor paling prestisius itu dengan mengusung rider andalnya.

Menanggapi persaingan di hajatan MotoGP Grand Prix (GP) 2017, komentar pun keluar dari Ketua Tim Repsol Honda, Livio Suppo. Suppo mengatakan timnya tidak merasa takut berkompetisi dengan rival-rival di lintasan balap.

[ Baca Juga : ” Spider-Man: Homecoming Kuasai Panggung Box Office ” ]

Suppo mengatakan motor RC213V andalan Honda berhasil meraih kemenangan di tiga balapan GP 2017. Marc Marquez berhasil merebut podium teratas di GP Jerman dan Amerika Serikat, sementara Dani Pedrosa sukses keluar sebagai pemenang GP Jerez.

“Kami tak takut, Honda punya motor yang berhasil menang tiga balapan dengan dua pembalap yang berbeda. Di beberapa area, kami jauh lebih baik ketimbang Yamaha dan Ducati, tapi ada juga area yang perlu kami tingkatkan,” tegas Suppo, seperti dikutip dari AGEN BOLA, Senin (10/7/2017).

“Honda pun tentunya memiliki masa yang hebat dan sulit. Yamaha pun seperti itu. Tapi di Assen mereka memang luar biasa. Kita tunggu saja bagaimana penampilan mereka di lintasan balap lainnya dan dalam cuaca yang juga berbeda,” tutup Suppo.

Valentino Rossi Tampil Lebih Kompetitif di MotoGP 2016

BeritaBintang – Penampilan pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, menuai pujian dari Direktur HRC, Livio Suppo. Suppo menilai bahwa pada musim ini, Rossi berhasil menunjukkan performa yang sangat luar biasa.

Ia menyatakan bahwa pada MotoGP 2016 ia tampil lebih kompetitif dari musim lalu. Meski dalam sembilan seri, Rossi baru meraih dua kali kemenangan, namun Suppo menilai The Doctor -julukan Rossi- masih berpeluang merebut gelar juara MotoGP 2016.

“Valentino tampil dengan sangat kuat pada musim ini. Dia tampil lebih kompetitif daripada tahun lalu. Dia tampil lebih kuat daripada tahun lalu,” ujar Suppo, sebagaimana dikutip dari Panduan Judi Online , Kamis (28/7/2016).

“Jadi saya kira dia patut diwaspadai. Untuk beberapa alasan, beberapa pembalap unggulan tidak meraih hasil yang baik. Namun saya kira, Valentino tidak masuk ke dalamnya,” lanjutnya.

Hingga saat ini, The Doctor masih bersaing dengan pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez dan rekan setimnya, Jorge Lorenzo, dalam perebutan gelar juara MotoGP 2016. Sejauh ini, Rossi masih duduk di posisi ketiga klasemen sementara MotoGP 2016 dengan raihan 111 atau selisih 59 poin dari pemuncak klasemen, Marc Marquez.

Marc Marquez Berhasil Tampil Konsisten di MotoGP 2016

BeritaBintang –  Penampilan pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez, pada paruh pertama MotoGP 2016 terlihat baik. Sejauh ini, Marquez berhasil mempertahankan posisi di puncak klasemen dengan raihan 170 poin.

Performa apik Marquez itu pun mendapat pujian dari Direktur HRC, Livio Suppo. Suppo menilai bahwa Marquez telah berhasil menunjukkan performa konsisten dalam sembilan seri MotoGP 2016.

Meski demikian, Suppo mengaku bahwa Marquez belum merasa 100 persen puas dengan performa motornya. Demi meraih hasil yang lebih baik, Suppo menyatakan siap memaksimalkan performa motor Marquez.

“Bagi Marquez, kemajuan yang telah kami buat dalam pengaturan teknologi adalah sebuah langkah besar. Namun dia masih belum 100 persen puas dengan performa motornya, tetapi performanya sejauh ini sudah cukup konstan,” ujar Suppo, sebagaimana dikutip dari BintangBola.Co , Kamis (28/7/2016).

“Sejujurnya, paket yang dimiliki saat ini lebih baik daripada yang orang-orang pikirkan. Jadi kami senang. Tentu saja, kami tahu bahwa kami masih membutuhkan perbaikan, tetapi pada musim ini sudah banyak perubahan yang kami lakukan (yakni) ban, pengaturan elektronik, dan kami juga memperkenalkan mesin baru, sangat berbeda dari musim lalu,” pungkasnya.

Tak Mudah Berselisih dengan Rossi di MotoGP

BeritaBintang – Harus diakui bahwa perselisihan antara Marc Marquez dan Valentino Rossi akhir musim lalu membuat Marquez ditekan oleh banyak pihak. Hubungan keduanya yang sebelumnya tak bermasalah menjadi tak harmonis akibat perselisihan di Sepang, Malaysia.

Menurut pimpinan HRC, Livio Suppo, pembalapnya itu sempat tersudutkan dengan tekanan yang ada. Namun dirinya mengakui bahwa Marquez menjadi lebih dewasa akibat kejadian tersebut.

Suppo juga mengatakan bahwa tak mudah untuk berselisih dengan Rossi karena rekam jejak yang telah ia lakukan di kompetisi MotoGP.

Dalam kesempatan yang sama, Suppo mengatakan bahwa Marquez memang sudah lama ingin berjabat tangan dengan Rossi. Rossi dan Marquez memang sempat berjabat tangan pada balapan di Katalunya dan membuat hubungan mereka kembali membaik.

“Harus diakui tak mudah untuk melawan Rossi di dunia MotoGP. Saya sadar betul dengan itu. Ia memiliki rekam jejak yang baik di MotoGP dan pantas mendapat penghargaan,” ujar Suppo seperti diberitakan Bintangbola.co, Rabu (27/7/2016).

“Kejadian tersebut membuat Marc semakin dewasa di luar balapan tetapi itu tak berpengaruh di balapan sama sekali. Marc selalu berkata bahwa dirinya selalu ingin berjabat tangan dengan Rossi,” tandasnya.

Tidak Ada yang Tidak Mungkin untuk Marquez

BeritaBintang – Rider Repsol Honda, Marc Marquez, tampil begitu konsisten di MotoGP musim ini. Pertimbangan Marquez semakin matang ketika mengambil keputusan dalam sebuah balapan. Hal itu ditunjukkan pada balapan di GP Jerman akhir pekan lalu.

Menurut Direktur HRC, Livio Suppo, tidak ada yang tidak mungkin untuk Marquez. Pada balapan di Jerman, The Baby Alien memang hampir saja gagal meraup poin penuh. Bahkan Marquez sempat terlihat keluar dari lintasan dan melorot hingga posisi sembilan.

Namun dengan strategi dan keputusan yang tepat, pembalap yang menggunakan nomor 93 tersebut sukses mendapatkan ritmenya kembali. Pada akhirnya Marquez berhasil menyelesaikan balap di posisi pertama.

“Kami sangat senang dia bisa mengembalikan keadaan dengan cepat daari situasi yang sangat berbahaya,” terang Suppo seperti dikutip dari Bintangbola.co, Sabtu (23/7/2016).

“Dalam kondisi seperti itu, mungkin hampir tidak mungkin memprediksi hasil akhirnya. Namun, bersama Marc kami tahu segalanya tidak ada yang tidak mungkin,” tuntasnya.

Valentino Rossi Masih Berpeluang Juara MotoGP 2016

BeritaBintang –   Team Principal Repsol Honda, Livio Suppo, tidak setuju dengan anggapan pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, sudah keluar dari persaingan juara dunia MotoGP musim ini. Suppo menilai, Rossi masih berpeluang juara.

Rossi saat ini masih tertahan di peringkat tiga dengan koleksi 103 poin. Ia gagal meraih poin di GP Belanda akibat terjatuh. Alhasil, The Doctor tertinggal 42 poin dari rider Repsol Honda, Marc Marquez, yang kini sedang memimpin klasemen sementara.

Meski demikian menurut BintangBola.Online, kegagalan meraup poin di MotoGP Belanda beberapa waktu lalu tidak bisa dijadikan sebagai indikator kalau Rossi tak akan sanggup mengejar pembalapnya. Suppo yakin VR46 punya kualitas untuk melakukannya.

Suppo pun berharap kepada Marquez agar tidak lantas puas atas pencapaiannya sejauh ini. Sebab menurutnya, apapun masih bisa terjadi. Apalagi tandem Rossi, Jorge Lorenzo, sudah kembali kuat meskipun ia juga gagal naik podium di Belanda. X-Fuera saat ini ada peringat dua klasemen, tertinggal 24 poin dari Marquez.

“Kami harus terus memanfaatkan dan tidak lantas jemawa dengan keuntungan ini. Mengingat itu akan jauh lebih sulit karena Lorenzo akan sangat kuat di balapan-balapan berikutnya. Marc tidak boleh terlena, tapi saya pribadi yakin ia tidak akan seperti itu,” terang Suppo.

Unggul Jauh atas Rossi di Klasemen, Marquez Kalem

BeritaBintang – Hasil MotoGP Belanda 2016 membuat pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, unggul 42 poin atas Valentino Rossi, rider Movistar Yamaha. Kesenjangan itu yang membuat Marquez bisa sedikit tenang.

Musim ini, laju dan gaya balap Marquez memang lebih stabil ketimbang musim lalu. Tak seperti musim lalu, Marquez kini mampu meraup poin beruntun dalam delapan balapan pertama. Bahkan, jarak yang diciptakan Marquez dengan para pesaingnya kini mulai melebar.

Dalam delapan balapan pertama di musim lalu, Marquez kehilangan banyak poin. Sebab ia tiga kali gagal menuntaskan balapan. The Baby Alien terjatuh di Argentina, Italia, dan Catalunya.

Berbeda dengan musim ini di mana Marquez mulai berhati-hati dengan gaya balapannya. Ia juga mengambil keputusan yang tepat saat melakoni balapan MotoGP Belanda di Sirkuit Assen, 26 Juni 2016 lalu.

Dalam balapan yang sempat diguyur hujan itu, Marquez memutuskan untuk tak menambah kecepatannya ketika Jack Miller menyalipnya. Pada akhirnya, ia sukses mengamankan podium kedua.

Baginya, podium itu seperti kemenangan karena salah satu rivalnya, Rossi, terjatuh di podium ke-17. Rekan Rossi di Yamaha, Jorge Lorenzo, juga mendapatkan posisi yang buruk dengan finis di urutan ke-10.

Hasil itu membuat Marquez kini unggul 24 poin atas Lorenzo dan 42 poin atas Rossi. Meski begitu, Marquez sama sekali tak mau jemawa. Ia menyatakan musim yang harus dilalui masih panjang. Tapi, ia tetap bersyukur bisa unggul jauh atas Rossi di klasemen pembalap.

“Kami bahkan belum setengah jalan pada musim ini. Tetapi, memang sangat penting bisa memiliki kesenjangan ini, terutama dengan Rossi. Semua manusia belajar dari kesalahannya. Saya salah satunya,” kata Marquez seperti dikutip Bintangbola.co.

Musim ini Marquez baru meraih dua kemenangan, yakni pada MotoGP Argentina dan Austin. Sebelum MotoGP Belanda, ia hanya bisa merebut podium ketiga di Qatar, podium ketiga di Spanyol, urutan ke-13 di Prancis, runner up di Italia, dan runner up di Catalan.

“Di Assen, Marquez memperlihatkan cara balap yang luar biasa. Ia menyadari tujuannya bukan menang. Kami melihat hal itu ketika ia sabar dan menunggu kesempatan. Marquez telah menunjukkan bahwa ia sudah belajar banyak dari musim lalu,” ucap bos Honda, Livio Suppo menimpali.

Honda Kritik Penampilan Calon Tandem Valentino Rossi

BeritaBintang – Honda berhasil mengirimkan dua pembalap di podium MotoGP seri Catalunya. Marc Marquez mampu berada di posisi dua sementara rekan setimnya, Dani Pedrosa sukses berada di posisi tiga pada balapan tersebut.

Menurut Direktur HRC, Livio Suppo, Dani Pedrosa, sukses melaju ke posisi tiga dengan mengesankan. Namun, dirinya menyayangkan kelakuan calon tandem Valentino Rossi yakni pembalap Suzuki Ecstar, Maverick Vinales yang ia nilai terlalu agresif untuk menyalip Pedrosa.

“Dani memang mengalami kesulitan di awal balapan saat melawan Mavericks. Bagi saya, beberapa serangan Maverick terlalu agresif,” ujar Suppo seperti diwartakan Panduan Judi Online, Minggu (12/6/2016).

“Itu adalah sesuatu hal yang tak baik untuk menciptakan kecepatan dan bisa menghilangkan kesempatan untuk mengejar pembalap yang berada di depan,” tandas Suppo.

Honda memang pada akhirnya berhasil meraih hasil positif. Pada balapan sebelumnya, Honda memang sangat kesulitan untuk meraih hasil positif karena mereka belum menemukan kombinasi terbaik antara sasis mereka dengan ban Michelin yang digunakan.

Honda Kritik Penampilan Calon Tandem Valentino Rossi

BeritaBintang –BARCELONAHonda berhasil mengirimkan dua pembalap di podium MotoGP seri Catalunya. Marc Marquez mampu berada di posisi dua sementara rekan setimnya, Dani Pedrosa sukses berada di posisi tiga pada balapan tersebut.

Menurut Direktur HRC, Livio Suppo, Dani Pedrosa, sukses melaju ke posisi tiga dengan mengesankan. Namun, dirinya menyayangkan kelakuan calon tandem Valentino Rossi yakni pembalap Suzuki Ecstar, Maverick Vinales yang ia nilai terlalu agresif untuk menyalip Pedrosa.

“Dani memang mengalami kesulitan di awal balapan saat melawan Mavericks. Bagi saya, beberapa serangan Maverick terlalu agresif,” ujar Suppo seperti diwartakan Taruhan Bola Online, Minggu (12/6/2016).

“Itu adalah sesuatu hal yang tak baik untuk menciptakan kecepatan dan bisa menghilangkan kesempatan untuk mengejar pembalap yang berada di depan,” tandas Suppo.

Honda memang pada akhirnya berhasil meraih hasil positif. Pada balapan sebelumnya, Honda memang sangat kesulitan untuk meraih hasil positif karena mereka belum menemukan kombinasi terbaik antara sasis mereka dengan ban Michelin yang digunakan.

Honda Benarkan Jalin Kontak dengan Stoner

BeritaBintangAALST – Setelah Casey Stoner membuat pernyataan tak bisa menggantikan posisi Dani Pedrosa, kini pihak Honda Repsol membenarkan adanya kontak dengan rider asal Australia tersebut. Melalui Kepala Tim, Livio Suppo, coba menjelaskan mengapa mantan pembalapnya menampik tawaran yang diberikan.

The Little Spaniard akan menepi untuk dua race MotoGP 2015 ke depan. Ia akan menjalani proses penyembuhan usai melakukan operasi pada lengan bawahnya beberapa waktu lalu.

Stoner yang sedang menganggur menjadi pilihan awal Honda sebagai pengganti sementara, namun Stoner menolaknya. Sehingga pilihan pabrikan asal Jepang itu jatuh kepada Hiroshi Aoyama. Beberapa waktu lalu, melalui akun Twitter-nya Crashy Stoner meminta maaf tak bisa memenuhi permintaan tersebut.

Suppo yang diminta konfirmasi mengenai hal tersebut membenarkan rencana menggunakan jasa Stoner sebagai pengganti sementara Pedrosa.

“Ya, kami berbicara mengenai hal itu, terjadi beberapa pro dan kontra. Jadi lebih baik kami memilih untuk mengalah. Banyak orang tak tahu mengenai level persaingan MotoGP. Walau telah banyak menang, belum tentu seseorang akan kembali berjaya saat kembali,” kata Suppo.

“Casey tidak tahu medang di dua race selanjutnya dan dalam dua tahun terakhir, ia hanya menggunakan motor ini selama empat hari. Saya mengerti comeback-nya akan membangunkan imajinasi banyak orang. Tapi, bagaimana bila ia tak sehebat dulu? Apa yang akan kalian tulis?” katanya.