Liga Champions

Zidane Sosok Ketujuh yang Mampu Memenangi Liga Champions sebagai Pelatih dan Pemain

BeritaBintang – Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, menjadi sosok ketujuh yang mampu memenangi Liga Champions baik sebagai pemain dan pelatih. Ketika menjadi pemain, Zizou –sapaan akrab Zidane– mengantarkan Los Blancos mengangkat trofi Si Kuping Besar pada musim 2001-2002 usai mengalahkan Bayer Leverkusen dengan skor 2-1.

Sementara gelar sebagai pelatih disabet kembali bersama Madrid. Pada final Liga Champions 2015-2016, Madrid mengalahkan Atletico Madrid via adu penalti dengan skor 5-3. Sebelumnya, pada waktu normal 90 menit dan babak perpanjangan waktu 2 x 15 menit, skor imbang 1-1.

Madrid unggul lebih dulu lewat Sergio Ramos pada menit 15. Kemudian, Yannick Ferreira Carrasco menyamakan kedudukan ketika waktu normal menyisakan 11 menit.

Sementara itu di babak adu penalti, kelima personel Madrid berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.

Sedangkan satu dari empat penendang utama Los Colchoneros –julukan Atletico– yakni Juanfran gagal mengeksekusi penalti dengan sempurna setelah tembakannya membentur tiang gawang.

Berikut ini juara Liga Champions sebagai pemain dan pelatih:

Miguel Munoz

Pemain: Real Madrid 1955-1956 dan 1956-1957.

Pelatih: Real Madrid 1959-1960 dan 1965-1966

Giovanni Trapattoni

Pemain: AC Milan 1962-1963 dan 1968-1969

Pelatih: Juventus 1984-1985

Johan Cruyff

Pemain: Ajax 1970-1971, 1971-1972 dan 1972-1973.

Pelatih: Barcelona 1991-1992

Carlo Ancelotti

Pemain: AC Milan 1988-1989 dan 1989-1990

Pelatih: AC Milan 2002-2003, 2006-2007, Real Madrid 2013-2014

Frank Rijkaard

Pemain: AC Milan 1988-1989, 1989-1990, Ajax 1994-1995

Pelatih Barcelona 2005-2006.

Pep Guardiola

Pemain: Barcelona 1991-1992

Pelatih: Barcelona 2008-2009, 2010-2011

Zinedine Zidane

Pemain: Real Madrid 2001-2002

Pelatih: Real Madrid 2015-2016

Cristiano Ronaldo: Kemenangan Tim Lebih Penting dibanding Rekor

BeritaBintang – Penyerang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, mengatakan kemenangan atas Atletico Madrid di final Liga Champions 2015–2016 akan lebih penting. Sebab, ia menilai raihan tersebut lebih bernilai dibandingkan rekor miliknya.

Memang Ronaldo sudah tiga kali mendapat predikat pemain terbaik dunia. Bahkan, ia memiliki kesempatan untuk menyamai rekornya yakni mencetak 17 gol di Liga Champions dalam satu musim.

Sejauh ini Ronaldo tercatat sudah mencetak 16 gol di kompetisi elite Benua Eropa. Kendati demikian, pemain asal Portugal itu lebih memilih kemenangan di partai puncak melawan rival sekotanya.

“Mencetak rekor memang hal yang bagus, tapi saya tidak terobsesi dengan itu karena hal yang paling penting adalah meraih kemenangan di pertandingan,” ucap Ronaldo, mengutip dari Panduan Judi Online, Jumat (27/5/2016).

Kemenangan di final Liga Champions musim ini akan membuat El Real mengukuhkan reputasi mereka sebagai klub paling sukses di Eropa. Namun, ancaman dari anak asuh Diego Simeone tak bisa diremehkan karena mereka hanya memberi satu kemenangan kepada Los Blancos dalam 10 pertemuan terakhir mereka sejak 2014.

Ronaldo: Saya Sakit Hati Melihat Man United

BeritaBintang –Tidak bisa dimungkiri musim lalu Manchester United tampil tidak memuaskan. Meski mendapatkan gelar FA Cup untuk pertama kali sejak 2004, United gagal lolos ke ajang Liga Champions musim depan lantaran hanya finis di posisi kelima klasemen akhir.

Eks pemain utama Man United, Cristiano Ronaldo, mengaku sakit hati melihat United musim lalu. Pemain yang biasa disapa CR7 tersebut menilai klub yang bermarkas di Old Trafford itu tidak memiliki identitas.

“Musim lalu Man United sedikit kehilangan identitasnya,” ujar pemain yang pindah ke Real Madrid pada 2009 tersebut seperti dikutip dari Taruhan Bola Online, Jumat (26/5/2016).

“Hal itu membuat saya sakit hati. Saya tidak mau melihat United seperti itu karena United adalah klub yang selalu ada di hati saya,” tambahnya.

Ronaldo sendiri sempat membela Setan Merah sejak 2004 hingga 2009. Selama kurun waktu tersebut, Ronaldo mempersembahkan total sembilan gelar, termasuk tiga gelar Premier League, satu FA Cup, dua Piala Liga, dan satu Liga Champions.

Bayern Optimistis Raih Liga Champions Bersama Ancelotti

BeritaBintang  –  Raksasa Bundesliga, Bayern Munich memiliki target tinggi mulai musim depan dengan mendatangkan pelatih anyar yakni Carlo Ancelotti. Tidak tanggung-tanggung, bahkan sang kapten Philipp Lahm optimis, timnya mampu memenangkan Liga Champions bersama Ancelotti.

Liga Champions memang menjadi satu-satunya trofi yang lolos dari tangan Bayern dalam beberapa tahun terakhir. Trofi si Kuping Besar terakhir kali mampir ke Allianz Arena yakni pada musim 2012-2013.

Dengan rekam jejak Ancelotti, Lahm pun optimis dapat kembali membawa trofi Liga Champions kembali ke Jerman. Meningat, Don Carlo – sapaan akrab Ancelotti – berhasil membawa Real Madrid merengkuh La Decima – gelar Liga Champions ke-10 – pada periode 2013-2014.

“Saya ingin memenangkan Liga Champions lagi. Ancelotti adalah pelatih yang berpengalaman, pelatih top dunia, yang sudah memenangkan Liga Champions dalam beberapa kesempatan,” jelas Lahm, seperti dilansir dari Bintangbola.co, Jumat (27/5/2016).

Musim ini Bayern dipastikan kembali gagal meraih Liga Champions setelah dikandaskan Atletico Madrid di babak semifinal. Lebih menyakitkan, Thomas Muler dan kawan-kawan hanya kalah agresifitas gol atas Atletico karena kedua memiliki agregat skor 2-2

Pahlawan Real Madrid di Final Liga Champions Bukanlah Ronaldo

BeritaBintang –Real Madrid akan berhadapan dengan rival sekota mereka, Atletico Madrid dalam babak final Liga Champions, Minggu 29 Mei 2016 dini hari WIB. Laga tersebut tentu akan menjadi laga yang penting bagi Madrid.

Sebab, pasukan Zinedine Zidane tersebut bertekad membukukan gelar juara Liga Champions ke-11. Mantan bomber Madrid, Predrag Mijatovic menilai sosok Gareth Bale berpeluang menjadi pahlawan di laga tersebut.

Ia menilai Bale berpeluang mencetak angka di laga tersebut. Mijatovic berharap pesepakbola 26 tahun itu dapat tampil impresif di babak final Liga Champions 2015-2016.

“Ada beberapa pemain yang terlahir untuk menyumbangkan angka di babak final. Itu bukanlah sebuah kebetulan,” ujar Mijatovic, sebagaimana dikutip Taruhan Bola Online, Kamis (26/5/2016).

“Dia adalah pemain yang luar biasa. Dia dapat mencetak angka, mari sama-sama berharap ia akan terus dapat tampil baik,” lanjutnya.

Cuma Atletico yang Mampu Singkirkan 3 Juara Liga

BeritaBintang  –  Atletico Madrid menjadi finalis Liga Champions musim 2015/16. Sepanjang sejarah, Atletico tiga kali menembus partai final musim 1973/74, 2013/14 dan sekarang 2015/16. Sayang, dalam dua percobaan sebelumnya Atletico hanya mampu menjadi runner-up.

Rival sekota, Real Madrid menjadi tes terakhir tim asuhan Diego Simeone ini untuk menyandang status sebagai jawara Eropa pada partai final yang digelar Sabtu, (28/5/2016) di San Siro.

Mampukah Atletico membalas kekalahan dari Madrid di final Liga Champions dua tahun silam di Estadio da Luz?

Menatap derby Madrid kedua di partai final Liga Champions, Atletico sebenarnya memiliki modal meyakinkan.

Antoine Griezmann dan kawan-kawan berhasil menyingkiran tiga juara kompetisi di Belanda, Spanyol dan Jerman di babak knock-out tiga kali beruntun. Sejak era Liga Champions musim 1992/93, baru Atletico yang sanggup melakukannya.

Tim Ibukota Spanyol ini berhasil mendepak PSV Eindhoven di babak 16 besar. Kemenangan atas kampiun Eredivisie ini berlangsung dramatis. Tim yang bermarkas di Vicente Calderon ini mendepak PSV melalui adu penalti setelah bermain imbang tanpa gol dalam dua leg. Atletico menang adu penalti dengan skor 8-7.

Lepas dari hadangan PSV, giliran sesama tim Spanyol, Barcelona yang menjadi korban. Sempat kalah 1-2 di leg pertama, Atletico menekuk Barcelona dua gol tanpa balas di leg kedua. Atletico menang dengan agregat 3-2. Barcelona sendiri berstatus sebagai juara La Liga musim sebelumnya.
Terakhir, Atletico melempar Bayern Muenchen sebagai juara Bundesliga.

Simeone bangga atas pencapaian Atletico menyingkirkan 3 juara liga di Eropa. “Kami sudah mengalahkan tim terbaik di dunia. Selama 180 menit, kami telah menunjukkan kerja keras selama tiga tahun terakhir dilansir kamusjudi.com

Jan Oblak Ogah Prediksi Hasil Final Liga Champions Antara Atletico vs Madrid

BeritaBintang –Kiper Atletico Madrid, Jan Oblak, ogah memprediksi hasil final Liga Champions yang mempertemukan timnya dengan Real Madrid. Oblak mengaku takkan mau memprediksi hasil, sebab ia tak penah tahu apa yang akan terjadi di lapangan hijau.

Laga final yang diselenggarakan di Stadion Giuseppe Meazza pada Minggu 29 Mei 2016 dini hari WIB merupakan partai puncak pertama Oblak di kancah Liga Champions. Ketika Atletico lolos ke final Liga Champions 2013-2014, yang menjaga gawang klub asuhan Diego Simeone ialah Thibaut Courtouis.

Karena itu, Oblak bakal berambisi membawa Atletico menjuarai kompetisi antarklub Eropa paling prestius tersebut. Jika berhasil membawa Los Colchoneros –julukan Atletico– menjadi yang terbaik, hal itu merupakan yang pertama dalam sejarah klub.

“Saya belum pernah membuat prediksi sebelum pertandingan. Sebab, Anda takkan pernah tahu apa yang akan terjadi,” jelas Oblak mengutip dari Taruhan Bola Online, Sabtu (21/5/2016).

“Ketika Anda memasuki lapangan, saya tahu segalanya bakal sulit. Anda tak bisa membayangkan satu hal dengan hal lain. Partai derby selalu sulit, baik di liga, Liga Champions atau di mana pun. Mari kita tunggu pada 28 Mei (29 Mei 2016 dini hari WIB),” urai kiper berpaspor Slovenia tersebut.

Gagal di La Liga Jadi Pelecut Semangat Ateltico

BeritaBintang  –  Atletico Madrid akan menghadapi partai akbar dan penting ketika berlaga di babak final Liga Champions melawan Real Madrid, 29 Mei 2016 dini hari WIB. Namun kondisi Atletico sejatinya tidak dalam kondisi yang stabil saat ini.

Pasca-menelan kekalahan dari Levante, Atletico Madrid mengalami kemerosotan secara psikologis karena dipastikan gagal meraih gelar jura La Liga musim ini. Namun menurut Juanfran, kegagalan di La Liga akan jadi pelecut semangat demi meraih hasil positif di final nanti.

Langkah Atletico untuk menggapai final Liga Champions dilalui dengan cara yang tidak mudah pula. Pasukan Diego Simeone menumbangkan Barcelona di babak perempatfinal, lalu menghabisi Bayern Munich di babak semifinal.

“Apa yang kami inginkan adalah memanfaatkan kesempatan hingga akhir untuk memenangkan gelar. Jadi kekalahan dari Levante adalah hal yang sangat menyakitkan. Namun di saat seperti ini kami selalu bisa kembali lebih kuat, dan saat ini adalah salah satunya,” ujar Juanfran seperti dikutip dari Bintangbola.co, Kamis (12/5/2016).

“Pada final di Lisbon saya ingat kami kalah dan segala hal terjadi tidak seperti yang kami inginkan. Hidup dan sepakbola memberikan kami satu kesempatan baru,” tuntasnya.

West Ham Vs MU: Demi Tiket ke Eropa

BeritaBintang  –  Laga sengit akan tersaji pada pekan ke-35 Liga Premier Inggris antara West Ham melawan Manchester United pada Rabu (11/5/2016) dinihari nanti. Keduanya punya misi yang tak jauh berbeda yakni menggenggam tiket lolos berkompetisi di level Eropa.

Tuan rumah The Hammers mengincar tiga poin kemenangan untuk menjaga asa berlaga di Liga Europa. Saat ini mereka memiliki 59 poin dan bertengger di posisi keenam klasemen. Jika menang, maka selisih poin mereka dengan zona Eropa akan kembali menjadi satu poin.

Namun pekerjaan rumah Manchester United lebih berat lagi karena masih mengincar jatah lolos ke Liga Champions. Jarak Setan Merah dengan zona Liga Champions hanya terpaut dua poin karena pekan lalu Manchestre City imbang 2-2 melawan Arsenal.

Bentrokan keduanya akan terasa lebih spesial karena musim depan West Ham akan pindah ke Queen Elizabeth Olympic Stadium, meninggalkan Boleyn Ground di London Timur yang sudah 112 tahun menjadi markas mereka. Tentu Dimitri Payet dan kawan-kawan ingin memberikan kado terindah di hadapan publik Boleyn Ground besok di laga kandang ke-384 mereka.

Manajer Slaven Bilic hanya akan kehilangan penjaga gawang Adrian yang masih berkutat pada cedera betis dan bisa menurunkan Darren Randolph sebagai penggantinya. Sedangkan Diafra Sakho, Emmanuel Emenike dan Enner Valencia semuanya dalam keadaan fit untuk menjadi starter.

Dari sisi lawan, anak-anak asuhan manajer Louis van Gaal melawat ke London Timur tanpa Anthony Martial karena mendapat cedera hamstring sebelum kemenangan timnya atas Norwich City, akhir pekan lalu. Wayne Rooney bisa bermain sebagai striker utama mengingat rekor jumlah golnya di Boleyn Ground (tujuh gol) menjadi yang terbanyak dibanding semua rekannya.

Prakiraan susunan pemain:
West Ham (4-5-1): Randolph; Antonio, Reid, Ogbonna, Cresswell; Kouyate, Noble, Sakho, Lanzini, Payet; Valencia

Manchester United (4-1-4-1):
De Gea; Valencia, Smalling, Blind, Rojo; Schneiderlin, Carrick, Lingard, Rooney, Mata; Rashford

City Telah Menyia-nyiakan Kesempatannya di Liga Champions

BeritaBintang   –  Manchester City harus mengubur dalam-dalam harapan mereka bermain di final Liga Champions musim 2015-2016. Sebab The Citizens harus takluk satu gol tanpa balas dari Real Madrid di laga leg kedua babak semifinal Liga Champions atau kalah secara agregat 0-1.

Dalam pertandingan tersebut, City sebenarnya bermain cukup impresif. Bahkan Sergio Aguero dan kolega beberapa kali membuat pertahanan Los Merengues tertekan dengan gaya serangan balik yang kerap mereka tampilkan.

Namun sayang, sepakan Gareth Bale yang membentur Fernando meluncur deras ke gawang Joe Hart. Gol tersebut menjadi satu-satu gol yang tercipta di pertandingan tersebut, dan City pun harus puas hanya bisa mencapai babak semifinal Liga Champions musim ini.

Salah satu legenda Arsenal, Paul Merson, coba memberikan komentarnya terkait hasil yang didapat City itu. Ia menilai bahwa skuad arahan Manuel Pellegrini itu telah membuang kesempatan besar untuk bisa meraih hasil lebih baik di Liga Champions.

“Saya akan katakan bahwa itu (City kontra Madrid) merupakan laga terburuk sepanjang pengalaman saya menyaksikan sebuah pertandingan sepakbola. Sebab bagi saya, mereka bisa saja meraih hasil lebih baik jika tak bermain bertahan total di laga kemarin,” ucap Merson, seperti dikutip Kamusjudi.com, Minggu (8/5/2016).

“Bahkan saya bisa katakan bahwa cara mereka tersingkir benar-benar memalukan. Terlebih, kesempatan tampil di empat besar turnamen seperti Liga Champions bukanlah hal yang terjadi setahun sekali. Saya rasa benar-benar menyia-nyiakan kesempatan besar itu,” tutupnya.