Jadi Rio

Setelah Shanghai Pertamina Bayar Termin Kedua, Sponsor Lainnya?

BeritaBintang –  Sudah dua balapan dilalui Rio Haryanto, kendati bayaran sponsornya kepada Manor Racing belum sepenuhnya diberikan. Bagaimana situasinya saat ini?

Vice President Coorporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, mengatakan Pertamina, sebagai sponsor utama Rio Haryanto, masih berkomitmen untuk membantu Rio. Dari komitmen 5 juta euro yang akan diberikan untuk Rio, Pertamina akan membayarkan 30 persen sisa kekurangan dana untuk Rio setelah GP Shanghai. Sedangkan sisa lainnya akan dibayarkan setelah beberapa seri berikutnya.

“Pembayaran sponsorship untuk Rio dibagi empat sampai lima termin. Dari 5 juta euro komitmen kami, baru 30 persen yang kami bayarkan atau sekitar 2,25 juta euro. Nanti sisanya akan kami bayarkan kembali 30 persennya, atau sekitar 1,5 juta euro, dan itu setelah Shanghai,” kata Wianda ketika ditemui di Kota Kasablanka, Kamis (7/4/2016).

Dijelaskan Wianda, saat ini Pertamina sudah menyiapkan sejumlah administrasi untuk sisa pembayaran sponsorship tersebut dan ia menjamin tak akan ada keterlambatan soal pembayaran. “Itu semua sudah tertulis di kontrak. Kami pun sudah mempersiapkan semua administrasinya, jadi setelah di Shanghai dan sudah ada tagihan dari manajemen Rio akan kami bayarkan.”

“Kami sudah lama bersama Rio sejak tahun 2010 dan alhamdullilah tidak pernah mengalami masalah dengan kewajiban kami. Maka itu saya bilang harusnya ini menjadi momentum bagi perusahaan BUMN lain untuk ambil keputusan, karena Pertamina tidak mengikuti wacana tapi action.”

Persoalan dana sponsor Rio memang menghadirkan pro dan kontra, termasuk ketika muncul wacana Menpora Imam Nahrawi untuk memangkas gaji demi pendanaan sponsor Rio. Pihak manajemen sendiri sempat meminta bantuan kepada perusahaan swasta dan pengusaha seperti Sandiaga Uno untuk mendapatkan sponsor.

Wianda pun berharap sejumlah perusahaan yang sebelumnya pernah berucap untuk membantu Rio bisa merealisasikan bantuannya. Menurutnya, bukan saatnya lagi untuk mencari-cari alasan.

“Kami berdoa mudah-mudahan apa yang dicita-citakan bersama ini bisa berjalan. Kami juga berkoordinasi dengan Manor. Artinya semua spesifikasi teknis dan mobilnya bisa dipersiapakan maksimal. Jadi Rio sebagai atlet hanya duduk di mobil dan mengoperasikannya secara maksimal,” ucap Wianda.

“Kita pun harus optimistis dan berikhtiar mencari dana dari pihak lain yang selama ini juga sudah semacam memperlihatkan ketertarikannya. Kenapa? Karena saya tidak ingin Rio hanya milik Pertamina. Kami memposisikan Rio dengan menjadi contoh untuk piahk BUMN atau swasta lain dan seluruh bangsa Indonesia. Kalau kita bersama itu bisa. Jangan ada pikiran itu sudah ada Pertamina, biar mereka saja yang support. Kita harus bisa bahu membahu mendukung prestasi Rio dan bersama mendukung Rio di race-nya di musim ini.”

“Kami juga sangat optimistis Rio akan berhasil dan mencatatkan hasil terbaik di race-race berikutnya karena kami berlajar dari Melbourne yang tadinya kami sangat percaya diri Rio bisa finish ternyata ada kendala teknis yang membuat akhirnya tidak finish. Tapi itu semua sudah terbayar karena Rio sudah berhasil membayarkan 57 lap di Bahrain.”

“Supaya Rio tidak lagi terbeban dengan tambahan-tambahan yang harus dicari. Makanya kami sekarang berkoordinasi erat dengan manajemen Rio. Kami berdoa mudah-mudahan apa yang dicita-citakan bersama ini bisa berjalan. Kami juga berkoordinasi dengan Manor. Artinya semua spesifikasi teknis dan mobilnya bisa dipersiapakan maksimal. Jadi Rio sebagai atlet hanya duduk di mobil dan mengoperasikannya secara maksimal,” pungkas Wianda.