Gregg Popovich

Spoelstra dan Popovich, Pelatih Terbaik NBA Periode Februari 2017

BeritaBintangSpoelstra dan Popovich, Pelatih Terbaik NBA Periode Februari 2017

Miami Heat, Erik Spoelstra dan juru taktik San Antonio Spurs, Gregg Popovich, dinobatkan sebagai pelatih terbaik NBA periode Februari 2017. Spoelstra menjadi pelatih terbaik dari Wilayah Timur, sedangkan Popovich mewakili Wilayah Barat.

Spoelstra sukses membawa Heat meraih rekor menang-kalah 8-3, atau yang terbaik kedua di Wilayah Timur pada bulan lalu. Heat memang memenangi lima pertandingan pertama mereka pada Februari. Kemenangan tersebut juga membuat Heat memperpanjang rekor kemenangan beruntun mereka menjadi 13 kali.

[Baca Juga – Perpindahan Pemain NBA Paling Mengejutkan ]

Sedangkan Popovich membawa Spurs mencetak rekor 8-2 di Wilayah Barat. Catatan 6-2 di laga tandang dan 2-0 di kandang sudah cukup membawa Spurs memenangi empat laga tandang terakhir.

Kedua pelatih tersebut mengalahkan beberapa pelatih lain yang masuk nominasi. Spoelstra dan Popovich menyisihkan nama-nama macam Steve Kerr (Golden State Warriors), Brad Stevens (Boston Celtics), hingga Tyronn Lue (Cleveland Cavaliers).

Spurs Setara dengan Warriors Setelah Rekrut Pemain Ini

BeritaBintang –San Antonio Spurs menjadi tim yang cukup istimewa musim ini. Satu-satunya masalah mereka adalah juara bertahan NBA, Golden State Warriors yang tampil sedikit lebih superior. Ketika Spurs sejauh ini mampu membuat rekor 55-10 yang tergolong fenomenal, Warriors hadir dengan rekor 57-6.

Meski demikian, Spurs dianggap bakal mampu menyaingi Warriors dalam meraih cincin juara NBA musim ini. Salah satu penyebabnya adalah mereka baru saja berhasil mendatangkan shooting guard senior milik Minnesota Timberwolves, Kevin Martin. Pemain berusia 33 tahun itu didatangkan dengan status bebas transfer dan dipercaya akan menjadi energi baru bagi armada Gregg Popovich.

“Saya mengapresiasi tim-tim yang sudah berusaha mendatangi saya. Namun, akhirnya saya merasa keputusan bergabung dengan Spurs adalah pilihan yang paling tepat,” tutur Martin di laman resmi Spurs, Jumat (11/3/2016).

Bukan tanpa alasan memang Spurs dianggap bakal terus berkembang bersama Martin. Sang pemain memang terbilang sosok yang cukup konsisten terkait permainan di lapangan. Selama 12 musim di NBA ketika ia pernah memperkuat tim-tim macam Sacramento Kings, Houston Rockets, Oklahoma City Thunder, hingga Minnessota Timberwolves, ia memiliki rata-rata mencetak 17,6 poin, 3,2 rebounds, dan 1,9 assists per laga.

Bergabung ke Spurs yang terkenal sebagai tim yang paling mengandalkan kolektivitas di NBA, rasanya Martin memang bisa menjadi opsi terkait rotasi pemain.