GBK

Tiket Konser JKT48 Tak Laku, Harga Turun Drastis

BeritaBintang –  JKT48 akan menggelar konser pada 23 April 2016 mendatang di Gelora Bung Karno (GBK), lokasi yang sering menjadi panggung musikus mancanegara. Tiket konsernya itu dijual dengan harga tinggi hingga cukup banyak penggemar yang pada akhirnya kurang berminat.

Kabar mengenai informasi tiket konser bertajuk “The Untold Story of JKT48 ‘Mengejar Mimpi ~Menuju ke GBK~'” itu, pertama kali diumumkan oleh Eleven Pro pada 1 April 2016. Waktu pengumuman penjualan tiket dengan hari-H konser memang tergolong sangat dekat. Namun, tetap harga yang menjadi kendala fans.

Dari lima kelas yang ada, harga paling murah ada pada Kelas I, yaitu Rp 200 ribu untuk pre-sale dan Rp 300 ribu untuk yang membeli di lokasi. Sementara harga termahal adalah bagi pengunjung VIP, Rp 600 ribu untuk pre-sale dan Rp 750 ribu untuk on the spot. Meet & Greet mendapat harga termahal, pre-sale Rp 700 ribu dan on the spot Rp 850 ribu.

Penggemar JKT48 terkejut ketika panitia mematok harga tiket konser tersebut lebih mahal ketimbang konser-konser JKT48 sebelumnya. Bahkan, harga tiket ini melebihi konser JKT48 dengan AKB48 pada 2015 lalu. Akhirnya, tersiar kabar kalau tiket konser tidak banyak terjual.

Beberapa penggemar kemudian membagikan kabar terbaru perihal data hasil penjualan tiket. Dari situlah terungkap kalau hingga 13 April 2016, data penjualan berdasarkan kuota tiket tersisa di setiap kelas, masih sangat minim.

Pihak JKT48 dan penyelenggara langsung mengumumkan perubahan jadwal serta harga tiket pada Juma’t (15/4/2016) lalu. Mereka menggelar diskon besar-besaran agar tiketnya laris. Harga semua kelas diturunkan hingga Rp 100 ribu bagi yang datang ke lokasi, dan Rp 50 ribu untuk pre-sale. Semua harga juga sudah termasuk pajak. Namun, mereka tak menurunkan harga untuk Meet & Greet.

Pengumuman tersebut tertulis dalam situs resmi JKT48. Bahkan, jadwal konser besar JKT48 ini diundur hingga 7 Mei 2016, bersamaan dengan pengumuman hasil sousenkyo (pemilihan member) JKT48 untuk single ke-13. Hasil sousenkyo yang awalnya hendak diadakan di Balai Sarbini, ikut dipindahkan ke GBK dan diadakan tepat setelah “The Untold Story of JKT48”.

Para penggemar yang sudah membeli tiket VIP sebelumnya, dapat langsung mengikuti Meet and Greet. Semenara refund selisih harga tiket akan dilakukan saat acara berlangsung. Konser JKT48 bukan kali ini menimbulkan kebingungan. Sebelumnya, banyak konser di beberapa kota yang berujung pada pembatalan.

Ridwan Kamil Ingin Final Piala Bhayangkara Tetap di GBK

BeritaBintang –Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menginginkan final Piala Bhayangkara pada 3 April mendatang tetap digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Laga final akan mempertemukan Persib Bandung dengan pemenang antara Arema Cronus dan Sriwijaya FC yang bakal bertarung hari ini.

Karena yang bermain di final adalah Persib, maka ada potensi bentrok dengan suporter Persija Jakarta meski tim berjuluk ‘Macan Kemayoran’ itu tidak bermain di final. Sebab Jakarta jelas adalah basis suporter Persija.

Selama ini, hubungan antara Bobotoh (sebutan suporter Persib) dan suporter Persija memang kurang harmonis. Bentrok pun dikhawatirkan terjadi.

Apalagi jika Arema melaju ke final. Suporter Arema kemungkinan akan mendapatkan tambahan dukungan dari suporter Persija karena keduanya memiliki hubungan yang baik.

Opsi pun sempat mencuat bahwa laga final akan dipindahkan ke Stadion Pakan Sari di Bogor. Tapi hal itu dirasa kurang ideal.

“Kalau saya ingin final tetap di GBK karena GBK itu simbol nasional,” kata Emil, sapaan akrabnya, Kamis 31 Maret

Diakui Emil, Jakarta memang jadi markas Persija dan suporternya. Tapi Jakarta merupakan simbol nasional. Begitu juga GBK yang jadi prestise bagi sepakbola nasional. Atas alasan itu, ia menginginkan final Piala Bhayangkara tetap digelar di sana.

Emil mengatakan, saat final Piala Presiden 2015, pengamanan di Jakarta dan di stadion berjalan dengan baik. Kekhawatiran terjadinya bentrokan mampu diantisipasi kepolisian dan berbagai pihak terkait dengan sigap.

Jika saat Piala Presiden kondisi aman seperti itu bisa terjaga, maka hal serupa diyakini akan terjadi saat final Piala Bhayangkara.

“Piala Presiden kita bisa membuktikan pengamanannya. Sekarang tinggal kesiapannya dari kepolisian saja. Tapi kalau dari kepolisian mengarahkannya (final) ke tempat lain, saya ikuti saja. Apalagi ini kan hajat polisi,” ucapnya.

“Ketika Piala Presiden bisa, kenapa sekarang enggak? Harusnya begitu kan. Sudah ketemu pola (pengamanannya) kan,” jelas Emil.

Jika final benar-benar digelar di Jakarta, ia mengaku akan kembali menemui pihak-pihak terkait. Harapannya agar laga final berlangsung aman. Di luar itu, keamanan di dalam dan di luar stadion, terutama untuk Bobotoh, diharapkan akan berjalan tertib.

“Ya saya kulo nuwun lagi ke tuan rumah seperti biasa, ngasih tahu Bobotoh mau datang dan lain sebagainya. Kemarin kan aman. Sangat minim lah (potensi bentrokannya) karena polisinya gerak cepat,” tandas Emil.

Pengajuan Keppres MotoGP 2017 Tunggu Tiga Syarat

BeritaBintang –  Pemerintah akan melanjutkan pengajuan Keputusan Presiden (Keppres) mengenai penyelenggaraan MotoGP 2017 setelah tiga syarat dipenuhi atau diselesaikan oleh pihak Sirkuit Sentul. Ketiga syarat itu adalah master plan Sirkuit Sentul, penyelesaian kontrak dengan Dorna, dan menyerahkan Surat Pernyataan soal kepemilikan Sirkuit Sentul.

“Master plan dari Sirkuit Sentul belum ada ke kami sehingga kami belum melanjutkan pengajuan Kepres,” ujar Menpora Imam Nahrawi usai Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Negara Jakarta, Selasa (12/1/2016).

Menpora pun meminta agar pihak Sirkuit Sentul untuk segera menyerahkan master plan terkait MotoGP tersebut, termasuk pembangunan fisik sirkuit, tempat penonton, hotel, dan lintasan. Pihak Sirkuit Sentul juga diminta untuk merinci kontrak dengan Dorna sebagai pihak penyelenggara, termasuk mengenai mekanisme pembayarannya.

Menpora mengatakan, dalam ratas tadi Presiden Joko Widodo meminta kajian terlebih dahulu sebelum dikeluarkan Keppres, termasuk untuk memastikan dari sisi kesiapan anggaran. Salah satu yang harus dikaji adalah apakah anggaran yang nantinya digunakan Sirkuit Sentul bisa diambil atau tidak dari APBN.

Deputi Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S Dewa Broto menuturkan, Presiden menyatakan masalah MotoGP harus dikaji sungguh-sungguh karena ada penggunaan APBN kepada swasta murni. Keppres MotoGP tersebut tidak akan pernah ditandatangani Presiden jika tiga hal itu tidak diselesaikan.

Pemerintah pun memberikan waktu satu minggu kepada pihak Sentul untuk menyelesaikan master plan tersebut. “Surat Pernyataan yang berisi kepemilikan Sirkuit Sentul oleh Tinton Suprapto selaku Dirut dan Tommy Soeharto selaku komisaris utama. Tujuannya agar keduanya bertanggungjawab jika ada masalah hukum di kemudian hari,” ujar Gatot saat menggelar jumpa pers terkait rapat terbatas persiapan Asian Games (AG) 2018 dan MotoGP 2017 di Kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (12/1) sore.

Sementara itu, terkait dengan rapat persiapan Asian Games 2018 yang diselenggarakan sejak pagi di kantor Kemenko PMK dan siang di Istana Negara bersama Presiden Jokowi, di antaranya membahas pembangunan Velodrome di Rawamangun dan Equestrian yang belum ada progress dari Pemda DKI. “Sementara untuk Wisma Atlet, malam ini akan diumumkan undangan lelang pengerjaan renovasi Blok C2 dan D10. Blok itu sudah menampung seluruh atlet. Jika kurang, akan dibangun lagi di Blok C3 oleh Perumnas,” ujar Gatot.

Menurutnya, velodrome dan equestrian tidak mungkin tidak dibangun, karena persyaratan OCA menghendaki dibangun. Sementara pembangunan Wisma Atlet Kemayoran dan GBK sudah on the track dan jalan terus sesuai time line. “Untuk memperkecil reaksi OCA terkait pembangunan fisik GBK, Satgas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan memaparkan master plan renovasi,” tutur Gatot.

Untuk revisi maskot, lanjut Gatot, juga dilaporkan masih tetap jalan. “Setelah rapat terbatas di Istana Negara, Menpora menemui Wapres Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden terkait revisi itu karena Wapres yang sebelumnya meluncurkan maskot. Prinsipnya, Wapres JK tidak mempermasalahkan revisi,” jelasnya.

Pesan Ahok untuk Bobotoh: Kalah Jangan Marah, Menang Jangan ‘Lebay’

BeritaBintang – Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama berpesan khusus kepada suporter Persib Bandung agar bisa mengikuti final Piala Presiden 2015 dengan sportif.

Imbauan itu disampaikan karena Ahok melihat fans Persib Bandung mendominasi massa di area Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

“Ini kan bobotoh (fans Persib Bandung) paling banyak orangnya di sini. Kita minta, kalau kalah jangan marah, kalau menang jangan euforia berlebihan. Kan ini enggak menutup kemungkinan kalau Persib Bandung bisa kalah,” kata Basuki, Minggu (18/10/2015) sore.

Ahok mengaku bisa memahami kebahagiaan para bobotoh jika Persib Bandung menang dalam perhelatan Piala Presiden 2015 ini.

Ahok juga menilai tidak perlu melarang-larang bobotoh jika mereka iring-iringan merayakan kemenangan mereka saat kembali ke Bandung.

Namun Ahok mengimbau agar hal itu dilakukan dengan tertib dan tidak melanggar aturan maupun merusak properti yang ada.

Final Piala Presiden 2015 akan digelar nanti sore, dengan mempertemukan Persib Bandung dan Sriwijaya FC.

Rencananya, pertandingan final ini akan dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo.

Adapun sejumlah pejabat telah tiba di GBK, di antaranya Basuki dan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian.