Fort Pierce

Masjid Dibakar, Mengapa Dunia Justru Takut Pada Islam?

BeritaBintang – Sebuah keheranan timbul di antara kita, mengapa Islam harus disamakan dengan terorisme? Tidak capekkah mereka terus menyamakan sebuah agama dengan paham radikal yang membunuh orang. Rasanya sudah cukup ‘membalas dendam’ terhadap aksi terorisme dengan menyalahkan warga muslim?

Kejadian memilukan terjadi pada peringatan 15 tahun serangan 9/11 dan Hari Raya Idul Adha di Orlanda, Amerika Serikat. Namun, dalam peringatan kejadian terorisme dan perayaan lebaran haji ini justru tindak rasisme terjadi di Islamic Center of Fort Pierce. Sebuah masjid, seperti dikutip dari Agen Bola Sbobet, dibakar oleh pihak yang ‘benci dan takut pada Islam’. Mengapa hal ini seperti ini terjadi?

Seorang pria jadi pelaku pembakaran.

palm-21666e4c7f48d3f75a2a2eaffe5a4817.jpg

Juru bicara sherrif setempat Mayor David Thompson mengatakan dari pemantauan CCTV di masjid terlihat seorang pria yang mendekat. Sekitar pukul 12.30 malam waktu setempat, pria tersebut masuk ke wilayah Islamic Center of Fort Pierce dengan membawa Panduan Judi Online botol yang diduga mengandung cairan dan sejumlah kertas.

Saat itu, botol dan kertas pun dibakar dan api membesar. Kemudian dirinya tinggalkan lokasi ketika ada nyala api dan melambaikan tangan seolah ia telah membakar sang masjid. Tidak ada korban luka dalam kebakaran tersebut. Namun, lubang berukuran besar berbekas di badian belakang bangunan utama masjid.

Tindakan membakar masjid adalah hate crime.

think-1d5f6ee889255bef9982f0b3a004b19a.jpeg

David mengaku kalau masjid tersebut merupakan lokasi yang sering didatangi pelaku penembakan klub malam di Orlando, Omar Mateen. Dengan kata lain, tindakan tersebut merupakan aksi kejahatan bermotif kebencian atau hate crime. Hate crime tersebut adalah Linkalternatif.info bentuk ketakutan berlebihan terhadap terorisme yang dikaitkan dengan warga muslim.

Tindakan ini juga dikecam oleh pemuka agama Islam. Mereka menganggap tindakan tersebut justru melkai rumah ibadah dan jemaah yang tidak ada kaitannya dengan terorisme. Alhasil tindakan yang harusnya tidak perlu pun dilakukan karena kebencian dan takut pada terorisme.

Namun, yang kurang tepat adalah penyamaannya terhadap Islam.

Kenapa justru jadi takut pada Islam?

oddyseey-5c1055cedec04374cda6051a80c990af.jpg

Karena Islam tidak ada kaitannya dengan teroris. Sebuah agama tidak mungkin mengajarkan pada umatnya untuk membunuh orang lain. Islam menjadi ‘korban’ dari tindakan radikal yang justru membuat orang-orang salah pemikiran. Opini negatif yang bermunculan tidak memperbaiki situasi, justru memperburuk.

Kapan akan berhenti rasa takut ini? Mereka bukan benci, tapi justru takut. Namun, tidak pernahkah kamu bayangkan jika tidak ada kejadian 9/11 di New York apakah orang-orang akan tetap takut dan benci terhadap Islam? Tentunya tidak. Karena pada akhirnya pemikiran negatif yang menyamakan agama dan terorisme adalah kesalahan.

Islam itu bukan teroris. Teroris pun bukan Islam. Berhenti menyamakan. Agama penuh kedamaian itu tidak akan pernah mengajarkan untuk membunuh.

Keluarga Temukan Harta Karun Rp13 Miliar di Bangkai Kapal

BeritaBintang – Sebuah keluarga pemburu harta karun menemukan artefak emas setara Rp13 miliar, di dalam bangkai kapal Spanyol yang tenggelam di Laut Atlantik.

Emas-emas tersebut terlihat saat perairan sekitar Fort Pierce, Miami, diselami hingga kedalaman 4,5 meter.

Ditemukan pada musim panas lalu oleh keluarga Schmitt, penemuan tersebut termasuk 51 koin emas, perhiasan rantai emas sepanjang 12 meter, dan sebuah koin kerajaan yang dibuat untuk Raja Spanyol Phillip V.

Keluarga tersebut terdiri dari sepasang suami istri, dua anaknya, dan seorang menantu perempuan. Yang pertama kali menemukan emas ini adalah Eric, sang anak.

Eric Schmitt dan keluarganya diperbolehkan melakukan pencarian harta karun di bangkai kapal tersebut setelah mendapat izin dari perusahaan yang membeli sisa peninggalan itu.

Sesuai hukumnya, pihak otoritas Florida akan mengambil 20 persen penemuan itu untuk ditampilkan di museum setempat, sedangkan sisanya akan dibagikan untuk perusahaan dan keluarga Schmitt.