Duncan Jones

Mampukah Warcraft Melebihi Game of Thrones dan Lord of the Rings?

BeritaBintang –  Film berjenis fantasi telah menghiasi layar bioskop entah itu buatan sineas Hollywood maupun sineas negara lain, termasuk Indonesia. Meskipun diakui The Lord of the Rings garapan sineas Hollywood dijadikan acuan, namun belakangan serial Game of Thrones menjadi favorit.

Bulan Juni 2016 mendatang, film adaptasi game berjudul Warcraft akan tiba di bioskop seluruh dunia dan Indonesia. Banyak pecinta film yang hendak membandingkan kualitas film tersebut dengan Game of Thrones, The Lord of the Rings, maupun The Hobbit.

Bahkan, tak sedikit yang menganggap serial Game of Thrones terlalu sinematik untuk ukuran serial TV. Terlebih lagi setelah episode kelima di musim keenam mengudara. Alur cerita dan visualisasinya dinilai mengalahkan film-film bertema serupa yang sudah rilis terlebih dahulu.

Warcraft memiliki kelebihan tersendiri. Penggemar film ini sudah ada sejak lama dan kebanyakan berasal dari fans video game. Ditambah lagi, kaum Orc tak melulu dijadikan sosok jahat, membuatnya berbeda dengan The Lord of the Rings.

Kalau ingin mencari apa kelebihan Warcraft ketimbang Game of Thrones dan The Lord of the Rings, barangkali film ini bakal mengutamakan diversitas. Warcraft tampak berusaha sedang mendobrak rasialisme yang selalu didengungkan dalam film-film berjenis fantasi dan laga.

Di Warcraft, kita tak hanya akan melihat semua Orc berperilaku jahat seperti dalam The Lord of the Rings. Tidak juga seperti White Walkers yang semuanya berperilaku tanpa perasaan. Orc dalam Warcraft masih ada yang memiliki belas kasih.

Maka dari itu, Warcraft diharapkan bisa memiliki ciri khas tersendiri dari hal-hal menyentuh seperti itu. Film arahan sutradara Duncan Jones ini siap tiba di bioskop Indonesia pada akhir Mei ini dan baru tayang di Amerika Serikat 10 Juni 2016 mendatang.

Putra David Bowie Garap Film ‘Warcraft’

BeritaBintang –   Cerita-cerita komik sudah kerap difilmkan, tapi permainan video yang kemudian dituangkan dalam layar lebar adalah sesuatu yang jarang terjadi, seperti film “Warcraft” karya putra mendiang pemusik tenar David Bowie. 

Pembuat film “Warcraft’, Duncan Jones mengatakan, ayahnya David Bowie menginspirasinya menjadi seorang sutradara.

Menurut Jones, jelas ayahnya sangat hebat dalam musik tapi ia juga berakting dan Jones paling senang jika berada di tengah-tengah lokasi syuting.

Ia merasa beruntung mengalami berbagai lokasi syuting yang besar dan indah, dan sudah tertarik sejak kecil. Meskipun katanya gen musik terkadang tidak tercurah seperti apa yang diharapkan, hobi utamanya dengan ayahnya adalah melakukan syuting animasi, dan minat Jones itu terbawa dalam film.

Duncan Jones, putra mendiang David Bowie yang meninggal bulan Januari lalu, adalah sutradara film fiksi ilmiah yang sukses. Dua karya sebelumnya adalah “Moon” dan “Source Code”. Ia juga mengatakan ayahnya mengajarinya untuk mempercayai naluri kreatifnya.

Menurut Jones, dari segi kreativitas, mendiang ayahnya punya keberanian dan kemampuan untuk mencoba hal-hal yang tidak diperkirakan orang.

Sekarang dari film berskala besar ia membuat satu lagi film kecil independen. Jones merasa saatnya tepat dan naluri ini katanya menurun dari ayahnya.

Film “Warcraft” diadaptasi dari permainan video mengenai konflik antara raksasa dengan manusia seperti yang ditampilkan dalam permainan video tahun 1990an “World of Warcraft” dan “Warcraft” .

Film “Warcraft” dibintangi oleh Travis Fimmel, Dominic Cooper, Ben Foster, Toby Kebbell dan Paul Patton. Film ini akan diputar di Amerika mulai 10 Juni 2016.