Dr Zussmann

Terapi Seks Ingatkan Kesibukan Kerja Bisa ‘Bunuh’ Gairah Bercinta

BeritaBintang – Dr Shirley Zussman adalah seorang terapis seks tertua di dunia. Lahir saat awal Perang Dunia I pecah. Ayahnya seorang dokter dan ibunya seorang asisten dokter bedah.

Tumbuh kembang di Berlin, Jerman, dengan keluarga berlatarbelakang dunia medis, Zussman pun memutuskan untuk mendalami pendidikan di ranah serupa, tetapi fokus pada masalah seksual manusia.

Suaminya seorang ginekologis dan merupakan dokter pertama yang melakukan aborsi legal pertama di New York, AS.

Sekarang, di usia mencapai100 tahun, Dr. Zussman masih membuka praktek di New York City.

Lebih kurang selama 50 tahun sudah dia berkecimpung di dunia konseling seksual. Dia mengaku telah menjadi saksi mata dari berbagai masalah seksual manusia dari waktu ke waktu.

Berikut pandangannya terhadap kehidupan seksual sekarang dan dahulu:

Tanggapannya tentang kehiduapan seksual zaman sekarang

“Penggunaan waktu oleh masyarakat sekarang, begitu berbeda dengan zaman dulu. Orang-orang sekarang sibuk sepanjang waktu. Saat ini, kita ingin melakukan, mengetahui, mengkontrol segalanya,” ujar Dr Zussman.

Lalu, dia mengatakan kesibukan mencukupi kebutuhan harian ini, membatasi energi, gairah, dan waktu bercinta.

Masalah paling banyak yang ditemui pada orang-orang sekarang adalah kurang gairah dan kurang ketertarikan.

Sibuk kerja, kata Zussman, bisa memadamkan dan membunuh gairah bercinta terhadap pasangan.

“Aku memiliki pasien yang mengatakan, dia mencintai suaminya, dia juga menyukai bercinta dengannya, tetapi sepulangnya dari tempat kerja, setelah seharian menghabiskan waktu dengan banyak orang, hal yang ingin dia lakukan hanyalah beristirahat,” terangnya.

Tanggapannya tentang keterbukaan seksual sekarang

“Aku tak berpikir, bahwa stigma seputar sex therapy sekarang tidak seperti di masa lalu. Dahulu, orang-orang begitu malu untuk pergi ke pskiater atau pekerja sosial karena mereka takut dikira memerlukan bantuan. Banyak orang yang menampik ide, bahwa seseorang perlu memberitahu mereka bagaimana melakukan hubungan seksual yang lebih baik,” urainya.

Namun, menurut Dr Zussman, sekarang ada perubahan dalam kebudayaan. Ada revolusi seksual. Penemuan pil anti hamil, membuat wanita merasa lebih aman.

“Semua majalah dan program televisi berbicara tentang seks. Setiap iklan menggunkan seks untuk menjual produknya. Sekarang seks lebih dipikirkan untuk kebahagiaan bukan hanya tuntutan memiliki keturunan,” jelasnya.

Tanggapannya mengenai pornografi dari internet

” Tidak ada yang baru tentang pornografi. Hal itu sudah ada sejak zaman prasejarah. Aku rasa setiap orang memiliki kemampuan dan kebebasan untuk berfantasi dan itu adalah hal yang biasa,” sebut Dr Zussmann.

Namun, Dr Zussman mengisahkan dia memiliki banyak pasien yang kerjanya duduk dan menonton pornografi lewat internet. Alhasil, mereka kehilangan gairah terhadap pasangannya.

“Aku melihat banyak pria lajang yang tidak berusaha untuk menghadapi dunia, menghadapi penolakan yang mungkin bisa terjadi, dan mereka memuaskan kebutuhan seksual mereka lewat duduk di depan komputer dan masturbasi,” pungkasnya.