DOHA

Dovi Kagum dengan Apa yang Ducati Lakukan

BeritaBintangDOHA – Pembalap Ducati, Andrea Dovizioso, mengaku puas dengan kinerja motor yang ditungganginya. Tanpa orang-orang yang sudah bekerja luar biasa di timnya, Dovi – sapaan Dovizioso – yakin performa hebat itu belum tentu bisa dirasakannya.

Dovi tidak sanggup menutupi rasa bahagianya setelah berhasil membawa kuda besinya menjadi yang kedua tercepat di seri perdana MotoGP 2015 di sirkuit Losail, Qatar, Senin 30 Maret 2015 dini hari WIB. Pembalap 29 tahun itu menilai, penghargaan sangat pantas diberikan kepada para teknisi dan pekerja lainnya yang selalu bekerja keras di dalam tim.

“Saya sangat senang dengan tim dan para teknisi. Selama ini mereka tidak bisa tidur dengan cukup. Mereka semua telah bekerja dengan sangat baik,” ujar Dovi.

Rekan setim Andrea Iannone itu mengungkapkan, pencapaiannya pada GP Qatar adalah sesuatu yang sangat baik dalam mengawali musim ini. Pasalnya, setelah hijrah dari Yamaha pada 2013, Dovi harus melewati dua tahun pertamanya di Ducati dengan perjuangan yang cukup keras. Namun kini, ia bersyukur karena perjuangannya mulai membuahkan hasil.

“Berjuang menjadi juara di akhir musim adalah sesuatu yang diingikan setiap pembalap. Ketika Anda bisa melakukan itu (berjuang menjadi juara) setelah harus berjuang keras selama dua tahun bersama Ducati, itu adalah sesuatu yang sangat spesial,” seru rider yang mengakhiri musim lalu di posisi lima itu.

Pengurangan Keunggulan Ducati di MotoGP 2015

BeritaBintangDOHA – Usai dua pembalapnya, Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone, menapaki podium di seri pembuka MotoGP 2015, Ducati harus rela mengurangi konsumsi bahan bakarnya hingga akhir musim. Hal ini mengikuti aturan yang telah dibuat oleh otoritas MotoGP.

Hasil buruk yang didapat Ducati pada 2013 dan 2014 membuat mereka mendapat “hadiah” penambahan bahan bakar dari otoritas MotoGP, untuk memulai musim 2015. Namun, setelah Dovizioso dan Iannone mendapat hasil yang baik di GP Qatar, mau tidak mau hadiah tersebut harus diambil kembali.

Sesuai dengan aturan yang dikeluarkan oleh otoritas MotoGP, keuntungan empat liter bahan bakar yang dimiliki Ducati dari Honda dan Yamaha akan segera dikurangi dua liter jika Ducati mampu bertengger di posisi satu, dua, atau tiga pada awal musim ini.

“Setelah hasil yang didapat Tim Ducati pada GP Qatar kemarin, di mana Andrea Divizioso dan Andrea Iannone berada di podium, batas bahan bakar mereka akan dikurangi dari 24 liter menjadi 22 liter,” .

Meski harus mengalami pengurangan bahan bakar, sepertinya hal itu tidak akan menjadi masalah berarti bagi tim yang berbasis di Italia itu. Pasalnya, Ducati mengklaim bahwa selama ini mereka tidak pernah menggunakan bahan bakar lebih dari 22 liter.

Batas konsumsi bahan bakar sebanyak 22 liter ini nantinya juga akan diterapkan oleh otoritas MotoGP kepada seluruh tim yang akan bertarung di lintasan. Rumornya, peraturan baru ini akan segera berlaku pada 2016.

Dovi Tak Menyangka Bisa Asapi Duo Honda

BeritaBintang – DOHA – Pembalap Ducati, Andrea Dovizioso, secara mengejutkan keluar sebagai pembalap tercepat di sesi kualifikasi MotoGP yang diselenggarakan di Sirkuit Losail, Qatar, Minggu (29/3/2015) dini hari WIB. Bahkan, Dovi –sapaan akrab Dovizioso– tak menyangka meraih posisi tersebut usai mengasapi duo Repsol Honda, Marc Marquez dan Dani Pedrosa.

Pembalap asal Italia itu meraih catatan waktu 1 menit 54,113 detik, unggul 0,096 detik dari Pedrosa yang menempati posisi dua. Sementara itu, posisi tiga diisi Marquez yang terpaut 0,170 detik dari pembalap 29 tahun tersebut.

Padahal, saat menjalani tiga sesi latihan bebas yang diadakan Sabtu 29 Maret 2015 dini hari WIB, Dovi hanya sanggup berturut-turut menempati posisi tujuh, tiga, dan enam. Kehebatan Dovi mulai muncul saat sesi latihan bebas terakhir pada Minggu (29/3/2015) dini hari WIB.

Saat itu, ia mampu menduduki posisi dua dan hanya kalah dari rekan setimnya, Andrea Iannone. Hasil apik itu rupanya memotivasi Dovi dan terus dilanjutkan ketika sesi kualifikasi dimulai beberapa saat kemudian.

“Sulit dipercaya, tapi sejatinya saya telah memililiki waktu yang luar biasa dan telah bekerja keras guna mempersiapkan motor dalam lima hari terakhir,” jelas Dovi.

“Strategi kami berjalan dengan lancar dan saya senang bisa meraih posisi ini,” urai mantan pembalap Repsol Honda tersebut.

Tren positif juara kelas 125 cc itu diharapkan dapat berlanjut saat race dilangsungkan di sirkuit kebanggaan rakyat Qatar, Senin 30 Maret 2015 dini hari WIB.

Warna-warni Ban MotoGP Untuk Musim 2015

BeritaBintangDOHA – Supplier ban utama MotoGP, Bridgestone, secara resmi meluncurkan dua garis ban terbaru mereka untuk digunakan di musim balap 2015, Kamis 19 Maret 2015. Setelah musim sebelumnya terdapat empat varian warna garis ban, yaitu hijau untuk ban extra-soft, putih untuk ban soft, hitam untuk ban medium, dan merah untuk ban hard.

Manajer Bridgstone Motorsport, Hiroshi Yamada, menuturkan bahwa penggunaan warna garis pada ban bertujuan untuk mempermudah para fans melihat jenis ban apa yang sedang digunakan pembalap idolanya. Dua warna garis ban baru untuk musim depan yaitu kuning untuk ban dengan material extra-hard, dan biru muda untuk ban asymmetric front slick.

“Garis ban yang berwarna didesain untuk memudahkan para fans untuk melihat ban apa yang digunakan oleh para pembalap di tiap race. Selain itu tanggapan dari fans dan media mengenai hal ini sangat membantu kami untuk terus mengembangkan sistem ini,” jelas Yamada.

“Hal ini juga menunjukan komitmen kami kepada para pembalap dengan menyediakan opsi ban baru untuk digunakan di musim balap mendatang. Selain itu fans juga akan mengetahui seberapa krusialkah strategi penggunaan ban dalam kompetisi balap MotoGP,” urainya.

Musim ini merupakan musim terakhir Bridgestone sebagai penyuplai ban resmi MotoGP. Michelin akan mengambil alih sebagai penyuplai ban MotoGP pada 2016.