Diberitakan Judi Online

Honda Umumkan Rencana Jual Mobil Balap NSX GT3

BeritaBintangHonda Umumkan Rencana Jual Mobil Balap NSX GT3

Honda telah mengumumkan akan membuat mobil balap NSX GT3. Rencananya mobil tersebut diproduksi secara massal dan dijual di seluruh dunia khusus untuk tim balap mobil. Honda memastikan mobil dengan dua pintu tersebut sudah bisa digunakan pada saat lomba balap musim 2018. Dalam membangun NSX GT3, Honda dibantu oleh beberapa rekanan yang ahli dalam pembuatan mobil balap.

Diberitakan Judi Online, nantinya bodyshell dan mesin mobil akan dikerjakan bersamaan dengan NSX di Ohio, Amerika Serikat. Sedangkan JAS Motorsport akan  merakit mobil balap dan memberikan dukungan pada program balap mobil di  Eropa, Asia, dan Amerika Selatan.

Untuk pembeli yang berasal dari Amerika Utara mobil akan dikerjakan oleh Honda Performance Development dan dari Jepang oleh Mugen.

{ Baca Juga, ” Jelang Tampil di Sirkuit Brno, Rossi: Saya Kuat saat Lintasan dalam Kondisi Kering ” }

Honda NSX GT3 sudah memenuhi syarat untuk berlaga di lebih dari 12 event balapan FIA di seluruh dunia, termasuk Blancpain GT Series, Nurburgring 24 Hour race di Eropa, Pirelli World Challenge dan IMSA SportsCar series di Amerika Utara, Blancpain GT Asia Series dan GT Asia championship, Super GT’s GT300 class di Jepang, dan masih banyak lagi.

Honda Umumkan Rencana Jual Mobil Balap NSX GT3

Sumber tenaga Honda NSX GT3 berasal dari mesin V6 twin-turbo berkapasitas 3,5 liter dengan penambahan tiga motor listrik. Mesin tersebut sama seperti yang digunakan oleh NSX. Namun sayang tidak ada keterangan mengenai tenaga yang dikeluarkan oleh mesin yang sudah mengalami modifikasi itu.

Dalam keadaan standar mesin menghasilkan tenaga 573 hp. Seluruh tenaga disalurkan ke semua roda melalui transmisi sembilan percepatan. Akselerasinya dari 0 sampai 100 kilometer per jam dapat dicapai dalam waktu tiga detik.

“Honda sangat bangga meluncurkan NSX GT3. Dengan dukungan rekan Honda, JAS Motorsport, HPD dan Mugen, kami berharap dapat melihat NSX meraih kemenangan di balapan GT3 paling bergengsi di dunia pada 2018 dan seterusnya,” kata Robert Watherston, Head of Motorsport di Honda Motor Eropa.

Honda NSX GT3 ditawarkan dengan harga mulai 465 ribu euro.

“Menghilang”, Taylor Swift Fokus Siapkan Album Baru?

BeritaBintang“Menghilang”, Taylor Swift Fokus Siapkan Album Baru?

Misteri tentang hilangnya sosok Taylor Swift dalam beberapa bulan terakhir mulai terungkap. Diberitakan Judi Online, Taylor dikabarkan tengah fokus mempersiapkan album terbarunya.

“Taylor sibuk menulis dan merekam lagu untuk album terbarunya di Nashville dalam beberapa bulan terakhir. Dia benar-benar menghabiskan waktunya untuk kegiatan itu,” ujar narasumber yang memiliki kedekatan personal dengan Taylor Swift.

[Baca Juga -“Tembus 1 Miliar Penonton, Slipknot Rilis Video Interaktif 360 Derajat“]

Seperti diketahui, Taylor Swift terakhir kali merilis album berjudul 1989 di tahun 2014. Usai menyelesaikan kegiatan promosi untuk album tersebut, Taylor memilih untuk rehat sejenak dari aktivitasnya sebagai musisi dan menghindar dari sorot kamera pewarta.

Terkait album baru tersebut, sang narasumber mengatakan bahwa Taylor Swift sangat antusias dan sudah tidak sabar untuk segera mengumumkannya pada publik.

“Taylor sangat antusias dengan musik barunya. Dia sudah tidak sabar untuk membagikan karya itu pada publik serta fans,” ucapnya.

Trump Rogoh Kocek Rp878 miliar Biayai Kampanye Pemilu

BeritaBintang – Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump menghabiskan setidaknya US$66 juta atau setara dengan Rp878 miliar dari kantongya sendiri selama masa kampanye pemilu kemarin. Jumlah ini jauh lebih kecil dari US$100 juta dana kampanye yang selama ini dia klaim ke publik.

Pada awal pekan ini, tim kampanye Trump mengungkapkan mereka telah menjual seluruh portofolio saham dari salah satu perusahaan induk taipan real estate itu senilai US$40 juta, Juni lalu.

Diberitakan Judi Online, Sabtu (10/12), langkah pencairan aset ini diduga sebagai cara konglomerat asal New York itu mengalirkan uang untuk membiayai kampanyenya, yang saat itu membutuhkan dana dari donor swasta.

Beberapa minggu sebelumnya, politikus Partai Republik itu mengubah status pinjaman dana sebesar US$47 juta kepada tim kampanyenya menjadi hibah.

Berdasarkan laporan Komisi Pemilu Federal AS terbaru, Trump mengumpulkan dana sebesar US$339 juta selama masa pemilu dan menghabiskan sekitar US$322 juta untuk kampanyenya. Jumlah ini jauh lebih rendah dari dana yang dihabiskan mantan rivalnya dalam persaingan menuju Gedung Putih, Hillary Clinton, yakni US$565 juta.

Secara keseluruhan, Trump menghabiskan dana sebesar US$107 juta untuk periklanan, termasuk iklan televisi, dan US$85 juta untuk iklan digital. Pengeluaran terbesar kedua sepanjang masa kampanyenya adalah biaya transportasi udara yang memakan dana sekitar US$26 juta. Jumlah itu bahkan melebihi gajinya.

Pria berusia 70 tahun ini kerap berjanji menjalankan kampanye murah dengan pendanaan mandiri, yang ia sering artikan bahwa dirinya terlepas dari sejumlah kepentingan politik khusus.

Trump mengejutkan dunia perpolitikan AS bahkan global dengan kemenangannya dalam pemilu AS 8 November lalu mengalahkan Clinton.Linkalternatif.info Kemenangan Trump membuat publik mempertanyakan kredibilitas lembaga survey dan jajak pendapat di negara itu.

Pasalnya, hampir semua jajak pendapat yang digelar sebelum pemilu menunjukkan Trump akan dikalahkan oleh Clinton yang merupakan politikus Demokrat.

Trump berhasil mengejutkan publik AS dengan berhasil meraup 306 suara electoral meninggalkan Clinton yang hanya berhasil meraih 232 suara elektoral. Dalam sistem pemilu AS, calon presiden yang berhasil meraih 270 suara electoral keluar sebagai pemenang. Trump berhasil mengungguli suara di 30 dari 54 negara bagian AS.

Perhiasan Senilai Puluhan Miliar Dicuri dari Bis Tur Drake

BeritaBintang – Di tengah hangatnya memadu kasih dengan penyanyi Rihanna, rapper Drake tertimpa musibah. Baru-baru ini, sebuah perhiasan senilai US$3 juta (atau sekitar Rp39,2 miliar) dicuri dari bis turnya.

Diberitakan Judi Online, perhiasan milik DJ Future The Prince–yang mengiringi penampilan Drake, dicuri saat mereka melangsungkan konser di Talking Stick Resort Arena, Phoenix, pada Selasa (6/9).

Meski bukan milik pribadi pelantun ‘Hotline Bling’, tentu saja peristiwa itu cukup mengkhawatirkan.

Beruntungnya, polisi setempat berhasil menangkap pelaku kejahatan itu. Dia adalah Travion King, pemuda setempat yang masih berusia 21 tahun.

King ditangkap di kampusnya, Arizona State University, dengan sebuah koper berisikan penuh perhiasan Panduan Judi Online. Ia pun langsung didakwa dengan tindak kejahatan pencurian.

Disinyalir, King bekerja sebagai penjaga keamanan di Talking Stick Resort Arena, tapi malam saat Drake tampil ia tidak bertugas, sehingga dirinya leluasa mencuri perhiasan.

Kini, Drake tengah disibukkan persiapan penampilannya di Staples Center, Los Angeles untuk Jumat (9/9).

Tur yang dijalaninya akan berakhir pada 16 Oktober mendatang di Newark Prudential Center.

Setelah itu, dirinya pun akan kembali memulai tur konser di Inggris, dalam rangka promosi album bertajuk ‘Views’ yang dirilis Januari 2016 lalu.

Kabar pencurian ini datang tak lama setelah Kanye mengumumkan rencananya untuk berkolaborasi membuat album dengan kekasih Rihanna itu.

Kolaborasi ini direncanakan sejak lima tahun yang lalu, setelah suami Kim Kardashian itu membuat album bersama Jay Z, bertajuk ‘Watch The Throne’.

Sebelum proyek itu dilangsungkan, keduanya sudah pernah terlibat kerja sama. Salah satunya ketika Drake yang ikut membantu penulisan lagu ’30 Hours’ dari album West bertajuk ‘The Life of Pablo’ (2016).

West dan Jay Z juga diajak Drake berkolaborasi dalam lagu ‘Pop Style’ yang terdapat dalam album ‘Views’.