Coppa Italia

Juve Resmi Kawinkan Gelar Scudetto dengan Coppa Italia

BeritaBintang – Juventus resmi mengawinkan gelar scudetto dengan Coppa Italia di musim 2015-2016. Kepastian tersebut didapat setelah armada Massimilano Allegri menghempaskan AC Milan di partai Final Copa Italia pada Minggu (22/5/2016). Bermain di Stadion Olimpico, Juve menang tipis 1-0.

Jalannya Pertandingan

Babak Pertama

Cristian Brocchi memutuskan menurunkan skuad terbaiknya guna meraih satu trofi tersisa musim ini. Urusan membobol gawang, Brocchi menyerahkannya kepada Carlos Bacca yang ditemani oleh Giacomo Bonaventura serta Keisuke Honda.

Benar saja, ketiganya mampu merepotkan barisan bertahan Juve yang kali ini tampil tanpa sang kapten, Gianluigi Buffon. Absennya Buffon pun benar-benar dimanfaatkan oleh para pemain Milan untuk mencetak gol pertama.

Peluang emas bagi Rossoneri hadir di menit 24. Saat itu Bonaventura yang melakukan tusukan ke kotak terlarang berhasil melepaskan tembakan yang mengenai kaki Chiellini sehingga merubah arah bola. Beruntung, Neto yang tampil menggantikan Buffon mampu tampil gemilang dan menepis dengan satu tangan.

Juve balas menyerang melalui striker andalan mereka, Paulo Dybala di menit 35. Sayang, tembakannya dari dalam kotak penalti masih berhasil diamankan oleh Donnarumma.

Kesulitan untuk menusuk ke daerah kotak penalti, Milan mulai mengandalkan tembakan-tembakan spekulasi. Honda pun mencoba peruntungannya di menit 42. Sayang tembakannya dari luar kotak penalti masih melambung di atas mistar gawang Bianconeri.

Babak kedua

Selepas turun minum, Milan masih mengendalikan jalannya pertandingan. Kombinasi bola-bola kembali diperagakan Rossoneri guna memecah kebuntuan. Namun lini belakang Juve yang digawangi Chiellini dan Barzagli serta Rugani berhasil mematikan setiap serangan yang dilancarkan Milan.

Terus menekan, Milan lupa dengan pertahanan mereka. Memasuki menit 68, Bianconeri mendapat peluang emas melalui Pogba. Mendapat kawalan dari dua pemain bertahan Milan, pemain internasional Prancis tersebut berhasil melepaskan tembakan dari sudut sempit.

Beruntung, bola yang sempat mengenai kaki bek Milan tersebut masih bisa diantisipasi oleh Donnarumma. Bola rebound pun gagal dimanfaatkan Mandzukic yang mendapat pengawalan ketat.

Selepas peluang tersebut, Juve semakin gencar menyerang barisan bertahan Rossoneri di menit 72. Kali ini peluang didapat oleh Lichtsteiner. Memanfaatkan umpan lambung Pogba, Lichtsteiner langung menanduk bola ke arah gawang. Namun sundulannya masih terlalu lemah dan dapat diamankan dengan baik oleh Donnarumma.

Hingga 90 menit waktu normal, kedua tim masih terus berupaya mencari gol kemenangan. Sayang hingga wasit meniup peluit panjang, tidak satu pun gol tercipta. Alhasil, pertandingan pun harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

Extra Time

Tidak ada gol di 90 menit waktu normal, membuat pertandingan harus dilanjutkan ke babak extra time. Kedua tim langsung penampilkan permainan terbuka. Saling jual beli serangan pun tak terhindarkan.

Pogba lagi-lagi menabar ancaman bagi Milan pada menit 102. Mendapat ruang, Pogba langsung melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Beruntung Donnarumma mampu terbang untuk menepis datangnya bola.

Babak kedua extra time, Allegri memutuskan untuk menurunkan Alvaro Morata dan menarik keluar Hernanes di menit 108 untuk menambah daya gedor Bianconeri.

Ternyata, keputusan tersebut sangat tepat. Baru dua menit menginjakan kaki di lapangan, Morata akhirnya berhasil membawa Bianconeri semakin dekat dengan double winner di musim ini lewat golnya. Melaui skema serangan balik, Juan Quadrado melepaskan umpan lambung ke kotak penalti, Morata yang berdiri bebas, langsung melepaskan tembakan voli untuk membobol gawang Donnarumma.

Milan merespon cepat dengan memasukin balotelli di menit 112. Namun hal tersebut sia-sia karena Juve berhasil mempertahankan keunggulan 1-0 tersebut. Akhirnya, Bianconeri berhasil mengawinkan gelar scudetto dengan Coppa Italia musim ini.

Susunan Pemain

AC Milan: Donnarumma, Calabria, Zapata, Romagnoli De Sciglio, Poli (Niang 84’), Montolivo (Mauri 108’), Kucka (Balotelli 112’), Honda, Bonaventura, Bacca

Juventus: Neto, Rugani, Barzagli, Chiellini, Lichtsteiner (Quadrado 74’), Lemina, Hernanes, Pogba, Evra (Sandro 62’), Dybala, Mandzukic.

Milan Harus Juara Coppa Italia

BeritaBintang – AC Milan dituntut harus menang di final Coppa Italia 2015-2016 melawan Juventus pada Minggu 22 Mei 2016. Kejayaan di turnamen tersebut bisa menjadi pengobat luka dari musim yang buruk buat Rossoneri.

Akan tetapi, mengalahkan Juventus bukanlah yang mudah. Dalam dua pertemuan di musim ini, Keisuke Honda dan kawan-kawan selalu menelan kekalahan, yang salah satunya terjadi di San Siro ketika ditekuk dengan skor 1-2.

Kemenangan terakhir Milan atas Juventus terjadi pada November 2012. Catatan buruk atas Juventus sama sekali tidak mengendurkan mental pasukan Cristian Brocchi tersebut.

“Kejayaan di Coppa Italia akan memberikan arti baru buat musim kami. Anda harus memberikan segalanya yang Anda miliki,” kata bek Mattia De Sciglio, seperti dikutip dari Kamusjudi.com, Jumat (20/5/2016).

“Akan menjadi pencapaian besar buat Milan jika bisa mengamankan tempat di Eropa musim depan. Kemenangan di Coppa Italia ini sekaligus menjadi trofi ke-29 dalam 30 tahun terakhir,” jelas bek internasional Italia ini.

Pirlo Berambisi Raih Trofi Liga Champions

BeritaBintangTURIN –  Andrea Pirlo, berambisi membawa timnya melaju ke final Liga Champions 2014–2015. Bianconeri sendiri akan berhadapan dengan Real Madrid di leg pertama Liga Champions pada Rabu 6 Mei 2015 dini hari WIB.

Pirlo mengungkapkan bahwa trofi Liga Champions bisa melengkapi perjalanan kariernya selama di Turin. Selama empat musim di Juventus Stadium, pemain berusia 35 tahun ini sukses memberikan empat gelar Scudetto di empat musim berturut-turut dan trofi Coppa Italia musim 2012–2013. Jika menang di Liga Champions, maka trofi itu menjadi yang pertama bagi Pirlo bersama Juve.

Maestro lapangan tengah ini ngotot ingin meraih gelar juara di kasta tertinggi Eropa. Kabar hengkangnya Pirlo musim panas nanti menjadi alasan kuat, meski kontraknya masih berlangsung hingga musim 2016.

“Akan menjadi hal yang sangat luar biasa ketika dapat mencapai babak final. Melengkapi perjalanan karier saya di Turin dengan final Liga Champions akan menjadi puncak mimpi saya, ” kata Pirlo.

“Saya akan bermain selama masih memiliki semangat untuk berlatih setiap hari,” terangnya.