Claire Williams

Distribusi Pendapatan F1 Diharapkan Lebih Adil

BeritaBintang –Wakil Direktur tim Williams, Claire Williams berharap distribusi yang lebih adil dari pendapatan Formula One (F1). Menurutnya, tim keberatan dengan hasil pendapatan Ferrari pada musim lalu.

Seperti diketahui, tim yang berbasis di Maranello, Italia tersebut menerima uang lebih banyak dibandingkan dengan peserta lainnya. Lantas hal tersebut menjadi dasar Claire agar ada pembagian merata terkait pendapatan.

 “Saya tak masalah apabila Ferrari meraih pendapatan, namun tak sebesar itu. Filosofi saya adalah jika Anda tidak dapat melakukan apa pun, jangan mengkhawatirkannya. Soal ini, kami tidak dapat berbuat apa-apa. Ada banyak hal lain yang perlu dikhawatirkan. Jadi kami akan menunggu,” ungkap Claire menukil Racer, Rabu (13/4/2016).

“Saya membayangkan, kami akan mulai negosiasi persyaratan baru tentang ini untuk distribusi pendapatan F1 pada 2020 nanti,” pungkasnya.

Sebagai informasi Ferrari berhasil meraup  192 juta dolar AS sekira Rp2,5 triliun tahun ini. Sedangkan mobil yang dikendarai Felipe Massa dan Valteri Bottas  mendapatkan 87 juta dolar AS setara Rp1,136 triliun.

Pihak F1 Mulai Bersiap Rancang Peraturan untuk Musim 2017

BeritaBintang –Pihak Formula One (F1) akan mulai berbenah diri untuk mempersiapkan gelaran musim 2017. Meski musim 2016 baru bergulir namun pihak F1 menilai ini adalah momen yang tepat untuk membicarakan mengenai gelaran F1 2017 khususnya mengenai penerapan peraturan dan teknis penyelenggaraan.

Para petinggi F1 akan segera menentukan mengenai penerapan peraturan baru pada Sabtu, 30 April 2016. Pada hari itu juga, pihak F1 akan menetukan peraturan mengenai teknis balapan dan penggunaan ban.

“Sebelum terlalu lama kami akan memulai membahas mengenai musim 2017. Kini peraturan tersebut akan ditetapkan lebih cepat,” ujar kepala Tim Red Bull, seperti yang dilansir dari sportsmole, Sabtu (2/4/2016).

Deputi tim Williams, Claire Williams menambahkan bahwa percepatan penerapan peraturan tersebut juga akan menjadi tantangan tersendiri bagi pihak tim. Namun, ia menilai memiliki sisi positif karena setiap tim dapat menyiapkan diri dengan lebih matang.

“Itu akan menjadi tantangan tersendiri karena kami akan merancang mobil (2017) sepanjang tahun ini. Namun, hal tersebut juga positif karena kami dapat menyiapkan diri dengan lebih baik dan memberikan penampilan lebih baik lagi,” jelas Williams.

Tarik Ulur Nasib Pembalap Perempuan F1

BeritaBintangBARCELONA – Bak tarik ulur bermain layang-layang, begitu pula apa yang dialami Susie Wolff di dunia Formula One (F1). Usai dipastikan bakal menjalani debut menjadi pembalap perempuan F1, kini nasib istri dari Toto Wolff semakin tak menentu.

Sebenarnya Susie dijadwalkan bakal mengambil alih posisi Valtteri Bottas di Williams. Pembalap perempuan berusia 32 tahun itu bakal menjalani debutnya pada balapan Grand Prix (GP) Spanyol, yang berlangsung di Barcelona akhir pekan ini.

Bahkan dia akan menjadi pembalap perempuan pertama yang mengaspal di lintasan jet darat, dalam kurun waktu 40 tahun terakhir. “Ini bakal menjadi pembalap perempuan pertama dalam 40 tahun terakhir yang mencetak poin di F1,” demikian pernyataan situs Williams.

Wolff pun mengaku sangat senang dengan kabar tersebut, namun di satu sisi dirinya merasa jauh dari debutnya sebagai pembalap F1.

“Saya merasa sangat, sangat dekat tapi dalam hal yang sama saya merasa sangat jauh. Karena ketika mereka (Williams) mengumumkan (Adrian) Sutil sebagai pembalap cadangan, itu adalah tanda yang jelas, bahwa ‘Ya, Anda dekat tetapi Anda juga masih sangat jauh,” ucap Wolff.

Claire Williams, yang merupakan bagian dari team principal perempuan Sauber, mengaku telah berjuang mendapatkan sponsor untuk pembalap perempuan yang turun di F1.

“Saya mengatakan (kepada orang-orang Williams) ‘Mari kita pergi ke sana, mari kita benar-benar berupaya keras untuk perempuan di F1,” kata Claire Williams.

Williams Bisa Saingi Ferrari

BeritaBintangOXFORDSHIRE – Bos Williams, Claire Williams, meyakini timnya mempunyai kualitas untuk menunjukkan dan mendapat hasil yang lebih baik di kompetisi Formula One (F1) musim ini. Ia yakin Williams bisa menyaingi, bahkan merebut, posisi yang kini ditempati Ferrari.

Hingga serie keempat F1 musim ini, Williams bertengger di posisi ketiga klasemen konstruktor sementara dengan 61 poin, tertinggal 46 poin dari Ferrari yang duduk satu peringkat di atasnya. Menurut Williams, mengudeta posisi Tim Kuda Jingkrak bukan sesuatu yang mustahil diwujudkan.

“Dua musim lalu, kami berada di posisi 15 dan 16. Tapi, musim ini, tidak ada alasan yang mengatakan kami tidak bisa bersaing (dengan Ferrari). Saya yakin kami bisa,” ungkap Williams.

Menurut perempuan 38 tahun itu, penting untuk terus meningkatkan kinerja pada setiap bagian di timnya. Melalui kerja keras dan semangat tinggi, ia yakin target untuk menyalip Ferrari segera tercapai.

“Saya tidak perlu percaya kalau ini adalah tentang berapa banyak uang yang Anda habiskan. Menurut saya, ini adalah tentang kerja yang lebih keras dan lebih cerdas dengan sumber daya manusia yang Anda miliki,” tuntas Williams.