APBD

PDIP Minta Anies Baswedan Siapkan Diri Menata Kota

BeritaBintangPDIP Minta Anies Baswedan Siapkan Diri Menata Kota

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Masinton Pasaribu menilai kemenangan Anies-Sandiaga menjadi tugas berat. Sebab, mereka harus merealisasikan janji-janji kampanye yang tak bisa dipandang sebelah mata.

“Anies harus lebih hebat lagi, agar bisa dicatat dalam sejarah. Jadi, kemenangannya bukan hanya jago menata kata, teytapi juga menata kota,” kata Masinton dalam diskusi di Warung Daun, Jakarta, Sabtu 22 April 2017.

Ia melanjutkan, masyarakat DKI juga sudah mengetahui bagaimana tata kota ketika dipimpin Ahok. Kinerja Ahok yang mampu membangun birokrasi dan melayani masyarakat akan menjadi standar yang tinggi.

[Baca Juga -“Timses Anies-Sandi Bantah Beredarnya Foto Pesta Kemenangan Bersama Konglomerat“]

“Birokrasi jadi lebih transparan dan profesional. Bagaimana APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daera) tak jadi objek bancakan. Di situ Ahok mampu lakukan, sehingga APBD terselamatkan dari bancakan baik oleh politisi, atau birokrat. Tradisi ini yang harus dilanjutkan,” kata Politikus PDIP ini.

Ia mengharapkan, program Anies-Sandiaga bisa terealisasi dan menjadi bukti kerja, sehingga program tak hanya jadi program saat kampanye menjelang pilkada lalu. Dia juga mengingatkan, agar Anies-Sandi bisa tetap menjunjung nilai-nilai Pancasila dalam memimpin.

“Karena sudah terpilih, sekarang bagaimana menjaga Pancasila eksis,” kata Masinton.

Dana Tax Amnesty Tahap 1 untuk Infrastruktur

BeritaBintang – Program Pengampunan pajak alias tax amnesty tahap pertama telah dinilai sukses. Dari aliran dana masuk yang berasal dari tebusan maupun repatriasi diharapkan dapat menyentuh sektor riil khususnya percepatan infrastruktur.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, struktur porsi proyek investasi infrastruktur antara swasta dan pemerintah dalam hal ini Badan Umum Milik Negara (BUMN) tidak dicampuradukkan.

“Jangan yang bisa dikerjakan swasta dikerjakan pemerintah juga atau BUMN,” kata Bambang di Agen Judi Online Jakarta, Senin, 03 Oktober 2016.

Bambang menjelaskan, proyek infrastruktur yang digarap oleh swasta seperti jalan tol, pembangkit listrik, pelabuhan besar dan bandara besar, perusahaan pelat merah tidak perlu lagi ikut campur.

“Swasta itu hanya akan masuk, di jalan tol, pembangkit listrik, pelabuhan besar dan bandara besar. Sisanya ya BUMN, kerja sama pemerintah badan usaha, dan ada yang harus APBN seperti jalan arteri, waduk, irigasi, sanitasi itu harus APBN dan APBD,” tuturnya.

Bambang mengakui memang infrastruktur menjadi prioritas bagi pemerintah saat ini. Di mana Presiden Joko Widodo juga telah memberikan sinyal akan menaikkan dana alokasi untuk infrastruktur menjadi Rp400 triliun.

Namun menurut Bambang kenaikan alokasi dana tersebut harus diimbangi dengan ketegasan mana-mana saja proyek yang dibiayai negara dan swasta.

Data Ini Membuktikan Imam Penantang Ahok Seorang Auditor

BeritaBintang –   Juru Bicara Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Yudi Ramdan telah mengklarifikasi bahwa Imam Supriyadi, sang penantang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), bukanlah seorang auditor di jajarannya.

Namun, saat dilakukan penelusuran di situs resmi BPK, ditemukan data atas nama Imam Supriyadi dengan NIP 195901071980031004 berada di unit kerja Auditorat V.B. Data tersebut terdapat dalam nota dinas nomor 614/ND/XII4/2011 terkait pemanggilan peserta diklat pemeriksaan kinerja anggota tim.

Nama Imam Supriyadi berada di urutan ke 21 dari 80 peserta yang ada. Pelaksanaan diklat itu sendiri memang sudah berlangsung pada 20 sampai 24 Juni 2011 di Pusdiklat BPK.

Ketika dikonfirmasi terkait data tersebut, Yudi mengakui bahwa Imam pernah ditempatkan di unit pemeriksaan atau auditorat.

“Yang bersangkutan pernah ditempatkan di unit pemeriksaan tetapi tidak ditugaskan memeriksa sebagai auditor karena kinerja kurang bagus,” ujar Yudi dalam pesan singkatnya, Sabtu (16/4/2016).

Karena itu, jajarannya menempatkan sang penantang Ahok itu di unit kerja lain. “Dan sekarang (Imam) ditempatkan sebagai staf di biro SDM,” tandasnya.

Imam Supriyadi memang sempat membuat heboh karena menantang duel Ahok melalui video yang diunggah ke Youtube. Dalam videonya, dia mengaku sebagai auditor di BPK. Dalam video berdurasi 5:51 menit yang diunggah di Youtube, Imam juga membeberkan sejumlah kasus yang membelit Ahok. Salah satunya saat masih menjabat Bupati Belitung Timur.

“Tantanglah saya Ahok. Anda (Ahok) membuat rancangan program yang tidak ada dalam APBD,” kata Imam dalam video tersebut.

Dia juga meminta Ahok untuk menghadapi dirinya dengan jantan. Bahkan Imam mengaku sudah memeriksa Ahok sejak tahun 2005. ” Hadapi saya Ahok, enggak usah menggunakan massa, tantang saya,” tegasnya.

Auditor BPK Ajak Ahok Duel di Bundaran HI

BeritaBintang –  Imam Supriadi, seorang pria yang mengaku auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), menantang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk berkelahi di Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Pasalnya, Imam merasa kesal dengan sikap Ahok di media yang begitu kasar dengan pimpinan BPK yang tidak takut terhadap lembaga negara tersebut.

Dalam video berdurasi 5:51 menit yang diunggah di Youtube, Imam juga membeberkan sejumlah kasus yang membelit Ahok. Salah satunya saat masih menjabat Bupati Belitung Timur.

“Tantanglah saya Ahok. Anda (Ahok) membuat rancangan program yang tidak ada dalam APBD,” kata Imam seperti dikutip BintangBola, Jumat (15/4/2016).

Dia juga meminta Ahok untuk menghadapi dirinya dengan jantan. Bahkan Imam mengaku sudah memeriksa Ahok sejak tahun 2005.  ” Hadapi saya Ahok, ga usah menggunakan massa, tantang saya,” tegasnya. 

Video yang berjudul “Imam Supriadi (Auditor BPK) Menantang Ahok Berduel Sampai Mampus” langsung menjadi viral di dunia maya. Video tersebut sudah dilihat 4.796 viewer. Berikut video auditor BPK yang menantang Ahok.