Alvaro Bautista

Rossi Sebut Rider Italia Tak Sebagus Pembalap Spanyol

BeritaBintang – Pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, menilai para pembalap muda Spanyol masih lebih baik dari Italia. Rossi meyakini kalau para pembalap muda Negeri Pizza butuh waktu untuk naik kelas dan bersinar di kelas utama untuk menyaingi dominasi para joki Spanyol di masa depan.

Saat ini, tercatat ada sembilan rider Spanyol di kelas MotoGP, yakni Marc Marquez, Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo, Maverick Vinales, Aleix Espargaro, Pol Espargaro, Alvaro Bautista, Tito Rabat dan Hector Barbera. Bergabungnya bintang Moto2, Alex Rins, ke Suzuki Ecstar tahun depan pun membuat Negeri Matador menurunkan 10 wakil.

Dari ke-10 wakil tersebut, tiga di antaranya merupakan pembalap muda Negeri Matador yakni Marquez, Vinales, dan Rins. Sementara untuk Italia, dari pembalap MotoGP yang ada musim ini yakni Valentino Rossi, Andrea Dovizioso, Andrea Iannone, dan Danilo Petrucci, tidak ada satu pun yang masih tergolong muda.

Rossi pun mengakui bahwa saat ini Spanyol mendominasi kompetisi balap motor, tidak hanya di MotoGP, melainkan juga di Moto2 dan Moto3. The Doctor -julukan Rossi- takjub dengan keberadaan para rider Spanyol yang dinilainya sebagai tujuh pembalap terdepan Demikian Dikutip Bintangbola.co

Menurut VR46, raihan tersebut bagus untuk Spanyol, karena berarti kinerja mereka mempromosikan rider muda memang bagus. Juara dunia tujuh kali MotoGP itu menilai hal tersebut menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Italia untuk meruntuhkan dominasi itu.

Valentino Rossi: Rider Italia Butuh Waktu untuk Menyaingi Pembalap Spanyol

BeritaBintang – Rider veteran Movistar Yamaha, Valentino Rossi meyakini kalau para pembalap muda Italia butuh waktu untuk naik kelas dan juga bersinar di premier class untuk menyaingi dominasi para joki Spanyol di masa depan.

Saat ini, tercatat ada sembilan rider Spanyol di MotoGP, yakni Marc Marquez, Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo, Maverick Vinales, Aleix Espargaro, Pol Espargaro, Alvaro Bautista, Tito Rabat dan Hector Barbera. Bergabungnya bintang Moto2, Alex Rins ke Suzuki Ecstar tahun depan pun membuat Negeri Matador menurunkan 10 wakil.

“Saat ini Spanyol memang mendominasi ketiga kelas balap – MotoGP, Moto2, dan Moto3. Tahun ini begitu menakjubkan, terutama di MotoGP. Enam dari tujuh rider terdepan adalah rider Spanyol. Ini bagus untuk mereka, karena berarti kinerja mereka mempromosikan rider muda memang bagus,” kata Rossi kepada Panduan Judi Online, Minggu (3/7/2016).

“Menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Italia untuk meruntuhkan dominasi itu. Saya rasa para rider muda Italia akan butuh waktu untuk mencapai MotoGP dan tentunya bersinar di premier class. Tapi, tak ada yang tak mungkin. Saya yakin mereka bisa,” urai The Doctor.

Motor Aprilia MotoGP Dekati Kesempurnaan

BeritaBintang – Bos Aprilia MotoGP, Romano Albesiano mengatakan, kerja keras yang dilakukan timnya mulai membuahkan hasil manis. Motor RS-GP menunjukkan perkembangan yang signifikan usai melakoni lomba GP Catalunya pada akhir pekan lalu.

Aprilia tampil kurang meyakinkan ketika comeback ke MotoGP musim lalu dan berkolaborasi dengan Gresini. Akan tetapi, pabrikan asal Italia tersebut mengalami perkembangan yang cukup positif di musim ini dan berhasil menempatkan Alvaro Bautista di peringkat delapan dalam GP Catalunya.

Adapun Aprilia tengah menduduki peringkat enam dalam klasemen tim, di belakang empat pabrikan lainnya dan Tech 3 –berafiliasi dengan Yamaha. Albesiano pun semringah timnya bisa mengklaim lebih banyak poin ketimbang musim lalu, padahal MotoGP 2016 berjalan tujuh seri.

“Di delapan atau sembilan lap terakhir GP Catalunya, Alvaro mengaspal dengan kecepatan seperti pembalap lima besar. Kami masih memiliki sedikit masalah dengan ban yang baru, meskipun itu tidak terlalu berdampak buruk,” kata Albesiano, seperti dilansir Bintangbola.co, Kamis (9/6/2016).

“Tapi, keseimbangan motor secara keseluruhan dan manajemen power sudah mendekati level yang bagus. Itu adalah hasil yang bagus di trek dan membuat motivasi kami tergenjot,” jelasnya.

Lorenzo Menang Dramatis di Mugello

BeritaBintang – Juara bertahan Jorge Lorenzo keluar sebagai pemenang di MotoGP Italia. Lorenzo mengalahkan Marc Marquez menjelang garis finis untuk memenangi balapan.

Dalam balapan di Sirkuit Mugello, Minggu (22/5/2016), pebalap Movistar Yamaha itu tampil sebagai yang tercepat dengan catatan waktu 41 menit 36,535 detik. Lorenzo unggul hanya 0,019 detik dari Marquez di belakangnya.

Start dari posisi kelima, Lorenzo mengawali balapan dengan sangat baik sehingga bisa bersaing dengan pebalap dengan start terdepan, Valentino Rossi. Kedua rekan setim itu terlibat pertarungan sengit tapi kemudian berakhir usai Rossi mengalami masalah di motornya.

Lorenzo kemudian mendapat persaingan dari Marquez. Keduanya saling salip di lap-lap terakhir sebelum akhirnya Lorenzo keluar sebagai pemenang.

Andrea Iannone berhasil finis ketiga di depan Dani Pedrosa dan rekan setimnya Andrea Dovizoso.

Dengan kemenangan ini, Lorenzo masih di peringkat teratas klasemen dengan 115 poin, unggul 10 poin dari Marquez. Sedangkan Rossi di posisi ketiga dengan perolehan 78 poin.

Jalannya Balapan

Lorenzo melakukan start apik dengan melesat di barisan terdepan membuntuti Rossi di posisi pertama. Namun di tikungan pertama, Lorenzo berhasil mengambil posisi terdepan. Tiga pebalap crash: Loris Baz, Jack Miller, dan Alvaro Bautista.

Lap kedua, Rossi nyaris menyalip Lorenzo tapi buru-buru diambil alih kembali karena melebar saat melewati tikungan. Aleix Espargaro tetap di peringkat ketiga diikuti Marquez dan Pedrosa.

Di lap kelima, Marquez mulai unjuk kecepatan untuk bergabung dengan Lorenzo dan Rossi di barisan terdepan. Dovizioso berhasil menyalip Espargaro sedangkan Pedrosa tercecer di urutan keenam.

Rossi masih mencari cara melewati Lorenzo. Beberapa kali upayanya sejauh ini masih gagal. Sampai lap ketujuh, jarak kedua pebalap anya 0,09 detik. Marquez dan Dovizioso dibelakang duo Yamaha, diikuti Pedrosa di posisi lima besar.

Bencana bagi Rossi. Di lap kedelapan Rossi melebar dari lintasan sehingga tercecer di urutan belakang. Tampak motornya mengalami kerusakan dan mengeluarkan banyak asap. Rossi terpaksa retired, keuntungan besar bagi Lorenzo.

Di lap kesepuluh, Lorenzo cukup nyaman di urutan pertama. Marquez berada di belakangnya dengan tertinggal 0,7 detik. Dovizioso di urutan ketiga.

Balapan belum berakhir. Marquez mampu membayangi Lorenzo di lap ketiga belas dengan jarak kedua pebalap kini hanya terpaut 0,3 detik saja. Dovizioso di posisi ketiga dengan jarak lebih dari dua detik. Iannone membuntuti diikuti Pedrosa.

Di lap ke-16, Iannone akhirnya mampu menyalip Dovizioso untuk menduduki posisi ketiga. Dovizioso kembali mendapatkan posisi ketiga saat balapan tersisa enam lap. Pedrosa berhasil mendekati duo Ducati itu untuk memperebutkan posisi ketiga di akhir balapan.

Kesalahan Dovizioso yang melebar di tikungan pada lap ke 18 dimanfaatkan Pedrosa untuk merebut urutan keempat di belakang Iannone. Vinales di urutan keenam di depan Bradley Smith, Espargaro, dan Petrucci.

Marquez sempat menyalip Lorenzo dalam tikungan di lap ke 19, tapi Lorenzo segera mendapatkan kembali tempatnya setelah Marquez sedikit melebar. Iannone, Pedrosa, dan Dovizioso di barisan kedua.

Di lap ke-20, Pedrosa sukses menyalip Iannone guna mendapatkan urutan ketiga. Di balap berikutnya, Marquez kembali mendahului Lorenzo di tikungan pertama, tapi lagi-lagi tak mampu menjaga posisinya. Pedrosa dan Iannone masih teribat pertarungan tapi pebalap yang disebut terakhir mampu memperoleh tempatnya kembali.

Marquez akhirnya benar-benar mampu menyalip Lorenzo di lap terakhir. Saling salip kembali terjadi, tapi Marquez kali ini bisa menjaga posisi terdepan. Akan tetapi beberapa saat menjelang finis, Lorenzo bisa mendahului Marquez dalam menyentuh garis finis.

Hasil Lengkap MotoGP Italia
Nama Pebalap-Tim-Waktu

1. Jorge Lorenzo ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 41m 36.535s
2. Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) 41m 36.554s
3. Andrea Iannone ITA Ducati Team (Desmosedici GP) 41m 41.277s
4. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team (RC213V) 41m 41.445s
5. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP) 41m 42.791s
6. Maverick Viales ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 41m 45.205s
7. Bradley Smith GBR Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 41m 49.875s
8. Danilo Petrucci ITA Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 41m 51.133s
9. Aleix Espargaro ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 41m 55.178s
10. Michele Pirro ITA Ducati Team (Desmosedici GP) 41m 58.833s
11. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 42m 4.471s
12. Hector Barbera ESP Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 42m 12.247s
13. Eugene Laverty IRL Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) 42m 14.567s
14. Stefan Bradl GER Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 42m 16.629s
15. Pol Espargaro ESP Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 42m 36.346s
16. Yonny Hernandez COL Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) 42m 40.932s

Tidak Finis
Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1)
Scott Redding GBR Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15)
Jack Miller AUS Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V)
Alvaro Bautista ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP)
Loris Baz FRA Avintia Racing (Desmosedici GP14.2)

Pembalap Tak Seharusnya Bertarung dengan Rekan Setim

BeritaBintang  –  Tim Aprilia telah memutuskan untuk mengontrak Sam Lowes sebagai pembalap mereka dalam balapan MotoGP musim 2017 dan 2018. Hal tersebut menandakan bahwa Aprilia harus mendepak salah satu pembalap mereka pada musim mendatang.

Keadaan tersebut membuat kedua pembalap mereka, Stefan Bradl dan Alvaro Bautista diberitakan akan saling menjatuhkan dalam sisa musim untuk memperebutkan satu kursi yang tersisa. Namun Race Director Aprilia, Romano Albesiano, meminta bahwa persaingan antar satu tim tidak terjadi.

Romano menekankan bahwa para pembalap saat ini harus termotivasi untuk membawa motor Aprilia ke performa yang maksimal meski kondisi motor tak sebaik yang dimiliki oleh tim lain.

“Saya rasa dua pembalap ini tidak perlu memperhatikan kompetisi di dalam tim. Itu bukanlah tujuan utama,” ujar Romano seperti diberitakan Panduan Judi Online, Selasa (17/5/2016).

“Yang terpenting saat ini adalah, Anda harus menunjukkan kepada kami bahwa mereka bisa membawa motor ke tingkat tertinggi. Para pembalap harus menunjukkan kepada kami penampilan spesial mereka,” tambahnya.

Bautista Tabrak Mekanik, Rossi dan Marquez Usulkan Pembatasan Kecepatan di Pit

BeritaBintang – Valentino Rossi dan Marc Marquez satu suara soal keamanan dan keselamatan di pit stop. Setelah apa yang dialami Alvaro Bautista, keduanya mengusulkan pembatasan kecepatan di pit stop.

MotoGP Argentina di akhir pekan lalu menjadi flag to flag race setelah Race Direction memutuskan pebalap wajib mengganti motor di tengah lomba. Langkah itu diambil sebagai respons dari insiden pecah ban yang dialami Scott Redding di sesi latihan bebas.

Tapi insiden terjadi saat seluruh pebalap bergantian masuk pit di lap 9, 10, dan 11. Bautista kehilangan kendali motornya dan terjatuh di depan garasi timnya. Yang kemudian jadi kekhawatiran adalah Bautista menabrak salah seorang mekaniknya hingga jatuh terguling. Beruntung mekanik itu tak mengalami cedera parah.

“Buat saya itu berbahaya, tapi tentu saja situasi flag to flag adalah kondisi khusus saat balapan dimulai di bawah hujan seperti di Argentina,” ucap Marquez.

“Kita harus memikirkan hal tersebut, tapi mungkin mengurangi kecepatan bisa menjadi opsi yang bagus. Para pebalap mungkin akan memprotes karena kehabisan banyak waktu, tapi yang jelas itu untuk keselamatan. Juga akan lebih baik jika lebih sedikit orang di pit, kadang terlalu banyak orang di sana dan itu berbahaya,” lanjut Maruqez di Bintangbola.com

Pada ajang MotoGP, flag to flag race mulai diperkenalkan pada tahun 2005 silam. Pada umumnya kondisi tersebut berlaku saat hujan, sehingga membuat pebalap bisa mengganti ban motornya sesuai dengan kondisi lintasan.

Dari tahun ke tahun flag to flag beberapa kali mengundang perdebatan. Termasuk yang terakhir di MotoGP Argentina.

“Itu terjadi di F1, si pebalap membuat kesalahan dan menabrak mekanik. Seperti yang dialami Bautista. Saya melihat videoanya, dan saya tidak tahu apakah Bautista terlambat mengerem atau kondisinya basah di depan garasinya, mungkin dia datang terlalu cepat. Membuat perubahan pada pembatasan kecepatan akan menjadi ide bagus,” timpal Rossi.

Cerita Bautista Tabrak Mekaniknya Saat Pit Stop

BeritaBintang – Banyak kejadian menarik di pit MotoGP Argentina pada akhir pekan lalu. Selain kewajiban mengganti motor, ada juga kecelakaan yang melibatkan Alvaro Bautista dengan mekaniknya.

MotoGP Argentina diwarnai banyak cerita menarik, yang hampir seluruhnya terkait dengan kondisi ban. Race Direction memutuskan pebalap wajib mengganti motor di putaran 9, 10, atau 11 dan memotong durasi balapan menjadi hanya 20 laps –awalnya 25 lap. Keputusan ini diambil sebagai respons dari insiden pecah ban yang dialami Scott Redding di sesi latihan bebas keempat.

Alhasil pada tiga lap tersebut keseibukan besar terjadi di pit. Seluruh pebalap berdasarkan strateginya masing-masing mampir ke garasinya dan bergegas mengganti tunggangan.

Di tengah suasana menegangkan itu, seorang mekanik tim Aprilia Racing Team Gresini jadi korban. Tengah membantu Alvaro Bautista yang akan mengganti motor, dia malah ditabrak oleh ridernya itu.

Menuju garasinya masih dalam kecepatan cukup tinggi, Bautista kehilangan keseimbangan dan terjatuh saat masih berada di atas motor. Dia terseret beberapa meter dan menabrak mekanik malang tersebut.

Bautista bisa langsung bangkit dan menunggangi motor barunya untuk melanjutkan balapan. Sementara si mekanik korban tabraknya terlihat memegangi lutut menahan sakit dan tak bisa berdiri di atas kakinya sendiri. Beberapa rekan mekanik langsung menghampir mencoba memberi bantuan.

Autoevolution menyebut mekanik tersebut tidak mengalami cedera parah.