Ali Adrian

Ali Adrian Berterima Kasih kepada Tim dan Pertamina

BeritaBintangALBACETE – Hasil cukup baik didapat pembalap muda Indonesia, Ali Adrian, dalam balapan pertamanya di ajang CEV Moto2 2016 pada Minggu 3 Juli. Bisa menyelesaikan balapan hingga akhir, Adrian pun berterima kasih kepada tim dan Pertamina selaku sponsornya.

Adrian senang bisa menyelesaikan balapan pertama sesuai target yang diharapkan. Menurut pembalap berusia 22 tahun tersebut, raihannya tidak bisa terjadi tanpa bantuan serta kerja keras tim dan Pertamina.

“Kami buat start yang bagus untuk balapan pertama dengan hanya empat jam kenal motor dan sirkuit, sedangkan pembalap lain sudah tiga sampai empat tahun,” kata Adrian kepada TaruhanBolaOnlineTerpercaya, Selasa (5/7/2016).

“Saya tertolong dengan tim yang sangat baik. Semoga saya bisa terus kerjasama dengan tim ini. Saya juga mau mengucapkan terima kasih banyak kepada Pertamina yang selalu percaya sama kami. Insya Allah kami bisa menghasilkan yang lebih baik,” sambungnya.

Adrian membutuhkan waktu 32 menit 36,325 detik untuk menyelesaikan 20 lap yang di seri kelima CEV Moto2 berlangsung di Sirkuit Albacete. Waktu terbaik dalam satu lap yang dicatatkan anak kedua dari tiga bersaudara ini adalah 1 menit 36,818 detik.

Jelang Balapan di CEV Moto2 2016, Ali Adrian Mohon Dukungan Masyarakat Indonesia

BeritaBintang –Pembalap muda Indonesia, Ali Adrian, sedang mempersiapkan diri untuk bertarung di ajang CEV Moto2 European Championship 2016. Jelang balapan, Adrian pun memohon dukungan masyarakat Indonesia.

CEV Moto2 2016 sudah memasuki seri kedua. Artinya, Adrian, yang baru berangkat ke Spanyol pada Jumat 20 Mei 2016, sudah melewatkan satu seri. Pembalap berusia 22 tahun itu pun berencana memberikan yang terbaik di seri kedua pada Minggu 29 Mei 2016 di Aragon.

Akan tetapi, Adrian melakukan perubahan. Rider kelahiran Jakarta itu menunda balapan pertamanya musim ini. Ia dipastikan baru akan bertarung di seri ketiga CEV Moto2 yang akan berlangsung Minggu 12 Juni 2016.

“Adrian baru akan membalap pada 12 Juni. Setelah diskusi dengan manajernya, David Garcia, dia menilai Adrian lebih siap dan lebih baik race pada 12 Juni. Mohon doa dan dukungannya ya,” kata Humas Adrian kepada Taruhan Bola Online, Sabtu (28/5/2016).

Adrian berlaga di CEV Moto2 2016 bersama Tim Pertamina Moto2 Racing. Anak kedua dari tiga bersaudara tersebut tidak mengusung target yang berlebihan, karena merasa masih harus melihat hasil latihan perdananya.

Persaingan MotoGP 2017 Akan Sangat Seru

BeritaBintang – Pembalap muda Suzuki Ecstar, Maverick Vinales, sudah dipastikan pindah ke Tim Movistar Yamaha per musim 2017. Kepindahan Vinales ke Yamaha diyakini akan membuat persaingan di MotoGP musim depan berjalan dengan sangat seru.

Prediksi tersebut disampaikan oleh pembalap muda Indonesia, Ali Adrian. Rider berusia 22 tahun itu yakin MotoGP 2017 akan berjalan dengan lebih kompetitif dibanding dengan yang ditunjukkan dalam beberapa tahun ini.

“Vinales sangat bertalenta. Dia bagus sekali. Saya rasa persaingan di MotoGP akan berjalan dengan sangat seru musim depan,” kata Adrian kepada BeritaBintang, belum lama ini.

Meski demikian, saat ditanya bagaimana prediksi soal kemungkinan Top Gun –julukan Vinales– meraih gelar juara dunia di 2017, Adrian mengaku masih belum bisa memberikannya. Menurutnya, bagusnya kualitas Vinales dan motor Yamaha belum memberikan jaminan apa-apa.

“Yamaha motornya sangat kompetitif. Vinales sangat bertalenta. Tapi kalau dikombinasikan, kita kan masih belum tahu hasilnya seperti apa,” ujar pembalap kelahiran Jakarta tersebut.

Rider Muda Indonesia Sempat Ingin Gabung Akademi Balap Rossi

BeritaBintang –    Rider Movistar Yamaha, Valentino Rossi, membangun akademi untuk para pembalap muda yang bernama VR46 Riders Academy. Keberadaan VR46 Riders Academy rupanya diakui pernah menjadi target yang diusung rider muda berbakat asal Indonesia, Ali Adrian.

Menurut Ali, VR46 Riders Academy adalah mimpi untuk semua pembalap muda di dunia. Karena itu, pembalap berusia 22 tahun tersebut mengaku sempat memiliki rencana untuk bergabung dengan akademi yang resmi dibuka pada Maret 2014 tersebut.

“Bisa gabung ke akademinya Vale (Rossi) itu salah satu mimpi semua pembalap. Latihan bareng Vale, makan bareng Vale, dididik sama dia, dilatih sama dia, satu sponsor sama dia, itu semua jadi mimpi banget,” kata Ali saat melakukan wawancara khusus dengan BintangBola belum lama ini.

“Awalnnya kami memang ada rencana untuk gabung ke akademinya Vale, tapi dari pihak sana belum respons lagi,” sambungnya.

Karena belum ada respons lanjutan dari pihak akademi VR46, akhirnya pembalap kelahiran Jakarta itu memutuskan untuk menjalankan rencana yang lain. Meski demikian, ia mengaku sama sekali tidak kecewa belum bisa merealisasikan targetnya itu.

“Kalau kita lihat sekarang, semua pembalap di sana (akademinya Rossi) itu kan hanya dari Italia saja. Saya sendiri baru dasar banget terlibat pembicaraan dengan pihak mereka,” jelas pembalap yang sedang mempersiapkan diri untuk bertarung di CEV European Championship kelas Moto2 tersebut.