Aceh Utara

Ini Nama-Nama 16 Napi Lapas Jambi yang Masih DPO

BeritaBintangIni Nama-Nama 16 Napi Lapas Jambi yang Masih DPO

Sebanyak 16 narapidana Lapas Kelas IIA Jambi masih masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) setelah melarikan diri. Mereka terdiri dari 13 napi kasus narkoba, satu napi pembunuhan, satu napi pencurian, dan satu napi kasus penganiyaan.

Napi yang saat ini belum tertangkap adalah :

1. Erijal Ayubi alias Ayubi Bin Samsuar, Banda Aceh, 15-09-1986, alamat Gempong Dayah, Kelurahan Dayah Mamplam, Kecamatan Lampung, Kabupaten Aceh Besar (kasus narkoba).

2. Rio Kurniawan bin Takdir Alamsyah alias Rio, Palembang, 25-12-1985 alamat Jalan Gunung Jati Lrg, Duren RT 25, Kelurahan Kenaliasam Bawah, Kecamatan Kotabaru Jambi (kasus narkoba).

3. Firdaus bin M. Juri, Kayu Agung, 18-09-1987, alamat Jalan Datuk Panglima Satu Desa Muaro Kumpe RT 16, Kecamatan Kumpe Ulu, Kabupaten Muarojambi (kasus narkoba).

4. Dedy Aman Negoro bin M. Safei alias Dedi, Medan, 07-07-1981, alamata Jalan Depati Parbo RT 16, Kelurahan Pematang Sulur, Kecamatan Telanaipura Jambi (kasus narkoba).

5. Tarmizi bin Abdul Rahman alias Adun, Aceh Utara, 14-08-1972, alamat Jalan Pendidikan, Kecamatan Kota Juang Meunasa Fayah, Kabupaten Bireun Provinsi NAD (kasus narkoba).

6. Ilham Fauzan bin Eduar Miun alias Fauzan, Palembang, 23-01-1990, alamat Desa Simpangbayat RT 06, Kecamatan Bayunglincir, Kabupaten Muba, Provinsi Sumsel (kasus narkoba).

7. Makmur Antonius bin Kin Tan alias MK, Medan, 29-08-1977, alamat Jalan III unit I, Kelurahan Perintis, Kecamatan Rimbobujang, Kabupaten Tebo (kasus narkoba).

8. Fendi bin Hamdan alias Fendi, Jambi, 11-12-1987, alamat Jalan Yossudarso RT 06 Kelurahan Sijinjang, Kecamatan Jambi Timur (kasus penganiayaan).

[Baca Juga -“Bandara-bandara ini Beroperasi 24 Jam Saat Mudik Lebaran“]

9. Imron bin M. Nur, Jambi, 17-07-1980, alamat RT 07 Kelurahan Sijinjang, Kecamatan Jambi Timur (kasus narkoba).

10. Angga Saputra alias Acong bin M. Nur, Jambi, 28-05-1988, alamat Jalan Bungaraya I RT 10 Kelurahan Murni, Kecamatan Telanaipura Jambi (kasus narkoba).

11. Saiful Anwar bin Abu Sama alias Ipul, Jambi, 03-03-1968, alamat RT 36 Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi (kasus narkoba).

12. Rostam bin Kabul alias Rostam, Bengkulu, 04-05-1995, alamat Muko-Muko RT 03, Desa Durian Remuk Provinsi Bengkulu (kasus pencurian).

13. Friadi Putra bin Firdaus Ms alias Feri Kalek, Padang, 22-02-1984, alias RT 01 Desa Jembatanmas, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari (kasus pembunuhan).

14. Firmansyah bin A. Rahman, Jambi, 18-10-1982, alamat Belakang Panti Jompo Budi Luhur RT 08, Kelurahan Paal V, Kecamatan Kotabaru Jambi (kasus narkoba).

15. Amri Diva Nusantara bin Sarwo alias Amri, Jambi, 25-02-1986, alamat Jalan Nenas RT 16 No 39, Kelurahan Beringin, Kecamatan Pasar Jambi (kasus narkoba).

16. Muhammad Fikri bin M. Thoyib alias Evan, Jambi, 12-07-1967, alamat Perum. Arwana RT 02 Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Kotabaru Jambi (kasus narkoba).

JK Minta Aparat Tangkap Penembak TNI di Aceh

BeritaBintang – Dua anggota intelijen Kodim 0103 Aceh Utara ditemukan tewas di kawasan Batee Pila, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara, pada Selasa 24 Maret 2015, sekira pukul 09.00 WIB.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan prihatin dengan kejadian tersebut. “Ya itu, tentu kita prihatin,” ujar JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Rabu (25/3/2015).

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) tersebut juga meminta petugas kepolisan dan TNI untuk mencari pelaku dari penembakan. Ditakutkan pelaku penembakan itu adalah orang-orang dari jaringan radikal di Indonesia.

“Ini polisi sedang mencari, atau tentara juga sedang mencari,” jelasnya.

Sebelum ditemukan tewas, dua anggota TNI yakni Sertu Indra (39) dan Serda Hendrianto (40) diculik belasan orang tidak dikenal yang bersenjata. Lokasi penculikan tak jauh dari titik penemuan jenazah keduanya.

Dari tempat kejadian, polisi menemukan 12 selongsong peluru milik senjata jenis AK47 dan tiga selongsong jenis M16.