free html hit counter

Yakuza Jepang dan Koruptor Tiongkok Jadikan Indonesia Tempat Pencucian Uang

BeritaBintang – Seiring dengan kemajuan perekonomian Indonesia, pencucian uang (money laundering) pun mulai membanjiri Indonesia bukan hanya dari Yakuza Jepang tetapi juga dari para koruptor Tiongkok yang jadi buronan di negerinya.

“Uang dari mafia Jepang, Yakuza, sedikitnya dua triliun rupiah, tercuci di Indonesia. Kini ditambah lagi banyak orang kaya Tiongkok yang jadi buronan tim penyelidik korupsi di Tiongkok, kabur antara lain ke Indonesia juga membawa triliunan rupiah,, Senin (7/9/2015).

Menurut sumber itu, saat ini ada sedikitnya 50.000 koruptor Tiongkok yang telah masuk penyelidikan semacam KPK-nya Tiongkok. Jumlah nilai korupsi yang berhasil disita KPK Tiongkok tersebut sedikitnya 970 miliar yen. Sebanyak 15.000 koruptor Tiongkok kabur ke luar negeri.

“Diperkirakan sedikitnya 10 persen kabur dan investasi di Indonesia. Berarti Indonesia menjadi tempat pencucian uang koruptor Tiongkok sedikitnya 100 juta yen atau 10 miliar rupiah. Namun saya memperkirakan mungkin 100 kali lebih besar dari itu, sehingga sedikitnya satu triliun rupiah uang para koruptor Tiongkok dicuci di Indonesia,” ungkapnya lagi.

Banyaknya uang yang dicuci di Indonesia tersebut masih ditambah lagi dengan uang palsu 100 dolar AS terbaru yang telah dipalsukan sebuah negara komunis di Asia.

“Korea Utara tidak salah lagi sebagai pembuat atau produsen uang palsu 100 dolar terbaru dan hal ini sangat  berbahaya karena sulit sekali dideteksi oleh mesin pendeteksi uang palsu,

Uang palsu 100 dolar AS terbaru itu memang sangat sempurna melihat sendiri perbedaannya dengan uang yang asli. Bahkan sumber tersebut memberikan dua lembar uang palsunya kepada pihak National Security Amerika Serikat yang juga kaget melihat temuan uang palsunya tersebut.

Uang palsu 100 dolar AS tersebut nyaris sempurna dan ketahuan hanya dari sedikit saja perbedaan kualitas tinta cetaknya dan baru ketahuan dari pembuatan grafik tinta cetak uang tersebut.

Bukan hanya Indonesia saja, negeri maju seperti Singapura pun diperkirakan oleh sumber tersebut akan lolos, tak bisa mendeteksi uang palsu yang sangat canggih tersebut.

Bagaimana mencuci uang “kotor” itu semua? Mudah sekali, menurutnya lewat pasar uang dan pasar modal yang ada di Indonesia. Serta investasi di properti dan bisnis besar yang menguntungkan.