free html hit counter

Warga AS Parno soal Teroris, Obama Salahkan Media

BeritaBintang –  Sejak trauma dan perasaan ‘parno’ (paranoid) terhadap teroris sempat memudar pasca-beberapa tahun selepas peristiwa “9/11”, warga Amerika Serikat (AS) belakangan kembali diterpa kecemasan berlebih soal teroris, terutama ancaman dari kelompok radikal ISIS.

Ya, semenjak peristiwa teror-Paris November silam yang menewaskan sekitar 130 orang, warga AS seolah membangkitkan kembali “Islamophobia”, di mana ada anggapan awam bahwa seorang muslim otomatis seorang teroris.

Padahal Presiden AS, Barack Obama, sudah berulang kali menyampaikan kepada masyarakat di Negeri Paman Sam, untuk tidak parno terhadap teroris.

Namun kecemasan warga AS masih mencuat. Perihal ini, Presiden Obama justru menunjuk pemberitaan media sebagai kambing hitamnya.

“Jika Anda menonton televisi selama sebulan terakhir, semua yang Anda lihat dan dengar adalah tentang orang-orang berbendera hitam dan bermasker yang berpotensi mengancam Anda,” ujar Obama, seperti dikutip Bioskop168 , Selasa (22/12/2015).

“Saya paham kenapa masyarakat cemas soal itu. Lihat saja, media-media sedang mengejar rating. Pemberitaan seperti ini memang sah-sah saja. Saya berpikir, tentu terserah media untuk menetapkan bagaimana cara mereka memberitakan banyak hal,” tandasnya singkat.