free html hit counter

Warga AS Masih Belum Bisa Pastikan Calon Favorit

BeritaBintang –Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Brian McFeeters, berpendapat, hingga saat ini masyarakat AS masih belum memiliki favorit atau “jagoan” terkuat sebagai calon presiden AS yang terpilih pada November mendatang. Dua partai AS yakni Partai Republik dan Demokrat, memiliki belasan calon yang akan maju dalam Super Tuesday malam nanti waktu setempat di AS.

“Ada beberapa calon yang dijagokan, misalnya dari Partai Demokrat ada Hillary Clinton dan Ben Sanders, sedangkan dari Partai Republik ada Donald Trump, Ted Cruz, Marco Rubio, dan Ben Carson. Namun, nama-nama itu masih bisa berubah karena masyarakat masih belum menentukan pilihan terbaik mereka,” kata McFeeters, Selasa, 1 Maret 2016, di gedung Kedubes AS, Jakarta.

Ia menjelaskan, hasil dari Super Tuesday hari ini akan membuat AS melihat siapakah calon kandidat yang akan merepresentasikan masing-masing partai pada Pemilihan Umum pada November mendatang. Partai Republik dan Demokrat, kata dia, terus mencoba meyakinkan masyarakat untuk memilih mereka sebagai kandidat.

“Yang masyarakat lihat adalah bagaimana tiap bakal calon presiden bisa menerapkan ideologi masing-masing partai, karena setiap partai memiliki pandangan yang berbeda terhadap banyak isu, mulai dari aborsi hingga ke kepemilikan senjata,” kata dia.

McFeteers juga mengatakan, pemilu kali ini sangat menarik dan unik jika dilihat dari orang-orang yang maju sebagai bakal calon presiden. Berni Sanders, contoh dia, awalnya tidak ada yang tahu ternyata dia bisa menjadi calon favorit bagi para kaum muda, ataupun Donald Trump yang ternyata memiliki banyak pendukung.

“Dari Partai Republik ada salah satu calon berkulit hitam, ada juga yang memiliki darah Kuba dan ibu dari Donald Trump juga adalah seorang imigran. Sedangkan dari Partai Demokrat ada calon perempuan, dan karena itu lah masyarakat masih belum tahu atau memutuskan siapa yang akan mereka pilih. Masyarakat akan menilai mereka dengan melihat seperti apa masing-masing bakal calon presiden menempatkan dirinya pada isu-isu tertentu,