free html hit counter

Wanita Jurnalis Jadi Korban Perundungan Netizen karena Pilih Tak Ingin Punya Anak

BeritaBintang – Holly Brockwell mendapatkan tugas dari media Inggris, BBC, untuk menulis esai soal pilihannya tidak memiliki anak.

Brockwell yang berprofesi sebagai jurnalis teknologi tersebut menguraikan buah pikirannya pada esai secara sederhana.

Topik pilihan wanita yang tidak ingin memiliki anak memang masih cenderung sensitif di era modern seperti sekarang.

Alhasil, tulisan Brockwell mengenai keputusan besarnya tersebut berakhir menjadi bahan makian, amarah, dan bully sejumlah netizen.

Para netizen menyampaikan respon tajam mereka terhadap Brockwell melalui sejumlah media sosial, selang satu jam setelah esainya tayang di BBC.

“Aku disebut tak punya hati, egois, dungu, naif, dan memerlukan bantuan psikiatris. Belum lagi banyak kata-kata lain yang menjijikan dan mengaitkan fakta bahwa aku seorang wanita,” ujar Brockwell.

Selain kalimat kasar, tak sedikit orang yang kemudian mencari latar belakang, pekerjaan lama, dan hasil tulisan Brockwell untuk menyerangnya.

“Pelecehan ini sudah sampai ke tahap aku tak dapat lagi menghadapinya,”  imbuhnya.

Kemudian, Brockwell memutuskan untuk  menghapus akun Twitter-nya  untuk sementara lari dari para peleceh di dunia maya.

Lelah menghadapi dan membaca segala caci maki, Brockwell pun meredakan emosi dengan curhat pada sang ibu.

“Ibuku bilang aku lebih berharga daripada mereka dan mereka akan merasa menang karena telah membuatku pergi. Dia betul, ketika aku mengaktifkan kembali Twitterku, aku banyak melihat komentar yang bernada sombong, mereka merasa mereka menang,” urainya.

Brockwell menyebutkan bahwa dia telah berbicara terbuka dan jujur mengenai suatu hal yang penting dalam hidupnya.

“Seorang wanita dengan opini yang dipublikasikan, pastik bakal mendapat reaksi. Ada kelompok yang masih tak dapat menerima jika wanita memiliki kekuatan saat ini, di mana kita dapat mengambil keputusan tentang tubuh dan hidup kita,” jelasnya.

Sepanjang karier sebagai jurnalis, Brocwell berhasil mengantarkan dirinya menjadi seorang Pemimpin Redaksi di sebuah media berita teknologi.

Biasanya, media yang fokus pada industri teknologi dipimpin oleh seorang pria. Jadi, kesuksesan Brockwell ini patutnya diapresiasi dengan penghargaan dan pesan-pesan inspiratif dari sesama wanita.

Namun, Brockwell merasa, hinaan yang dilontarkan banyak orang di media sosial, tak hanya karena keputusan tidak memiliki anak, tapi juga keberhasilannya mencapai jabatan bergengsi tersebut