free html hit counter

Wanita Ini Ingin Dunia Mode Tak Hanya Didominasi oleh Wanita Kurus

BeritaBintang – Ahsley Graham bukanlah seorang Model tipikal yang sering Anda lihat. Graham tidak memiliki tubuh superkurus, tinggi, dan rambut lurus, tipikal para model wanita di ranah mode.

Sebaliknya, Graham merupakan sosok wanita yang bangga dengan tubuhnya yang berisi dan berlekuk.

Penuh percaya diri, Graham terjun merintis karier sebagai model. Tujuannya adalah ingin menciptakan variasi yang sehat pada industri mode dunia.

“Saya ingin membuat ‘lekuk’ tubuh di terima di atas pentas peraga,” pungkas Graham.

Salah satu “destinasi” ambisinya tersebut adalah Pekan Mode New York tanggal 15 September 2015 mendatang.

Rencananya, pada ajang akbar tersebut, Graham bakal meluncurkan koleksi lingerie yang dia rancang bersama label Addition Elle.

Graham yang dikenal sebagai aktivis citra diri positif untuk wanita, mengatakan bahwa semua koleksinya nanti khusus dirancang untuk wanita tubuh berisi.

“Koleksi saya akan memperlihatkan bahwa wanita berisi adalah normal di industri fashion,” imbuhnya.

Menurut Graham, istilah “Plus Size” merupakan salah satu diskriminasi pada wanita dengan ukuran tubuh seperti dirinya.

Namun, dia tidak tersinggung saat orang menyebutnya sebagai model plus size.

“Saya lebih memilih disebut memiliki tubuh curvy, ketimbang plus size,” tegasnya.

Sudah beberapa tahun belakangan ini, Graham dikenal sebagai model wanita yang berani mendobrak tren tubuh kurus kering di dunia mode. Tubuh superkurus, telah menjadi “aturan” tidak tertulis jika ingin merintis karier sebagai model.

Kenyataan tersebut, menurut Graham, merupakan diskriminasi terhadap wanita lain yang tidak memiliki tubuh kurus.

Selain itu, Graham merasa prihatin melihat kenyataan bahwa tak sedikit model tewas akibat menderita aneroksia dan bulimia.

Kampanye bangga dengan diri sendiri yang digagas oleh Graham, lebih kurang telah memperlihatkan hasil positif.

Sebab, tak sedikit majalah yang meminta Graham untuk berpose sebagai model sampul.

Oleh karena itu, tak berlebihan rasanya, jika tak lama lagi para perancang busana, pemilik label mode papan atas, dan redaktur mode mempromosikan citra diri positif yang dikampanyekan oleh Graham.