free html hit counter

Vespa Matik Susah Dijual Lagi, Ini Komentar Piaggio

Berita BintangVespa Matik Susah Dijual Lagi, Ini Komentar Piaggio

Di Indonesia merek skuter Vespa memiliki konsumen tersendiri. Tidak hanya versi lawas, model skuter matik Vespa pun menjadi incaran penggemar setianya.

Sayangnya banyak pemilik Vespa Matik yang merasa kesulitan saat hendak menjual kendaraannya. Hal ini karena banyak pedagang motor bekas yang menolak saat ada yang hendak menawarkan motor kesayangan.

Menanggapi kondisi ini, Presiden Direktur PT Piaggio Indonesia, Marco Noto La Diega mengatakan, Vespa di Indonesia memiliki banyak penggemar. “Saya enggak bisa mengomentari lebih jauh soal masalah ini karena diler Vespa fokus untuk penjualan produk baru untuk masyarakat Indonesia,” kata Marco kepada Judi Bola.

Untuk penjualan motor seken Vespa, kata Marco, dirinya meyakini ada pasar yang memang membutuhkan. Terlebih komunitas Vespa di Indonesia merupakan yang terbesar kedua di seluruh dunia, setelah Italia.

[ Baca Juga – ” Kim Kardashian Mendapat Nostalgia Saat Menghadiri Reuni SMA-nya 20 Tahun: Foto ” ]

“Untuk penjualan Vespa seken karena di Indonesia banyak penggemarnya dan komunitas pengguna sangat besar, pastinya market tetap ada. Biasanya sesama komunitas saling meningkatkan kebersamaan, bisa meningkatkan nilai jual,” kata dia.

Sementara itu menurut para pedagang motor bekas, mereka bukan tak tertarik menjual Vespa matik. Namun perputaran uangnya dirasa lebih lama ketimbang motor-motor Jepang. Sementara pedagang butuh yang perputarannya cepat.

Hal ini disampaikan para pedagang, salah satunya showroom motor bekas yang terletak Jalan Patriot No 65, Jakasampurna, Bekasi Barat, Luminta Motor. “Vespa itu jarang peminatnya, karena harganya mahal, bengkel servisnya tidak banyak” kata Simon, pemilik Luminta Motor.

Namun hal lain diungkapkan pemilik Kayna Motor di Condet, Jakarta Timur. Meski peminatnya tidak seperti motor pabrikan Jepang, Abdillah tetap menjual motor tersebut.

“Kami masih jual. Memang ini kan banyakan yang cari itu orang yang hobi jadi enggak kaya motor Jepang. Tapi tetap ada yang beli meski jarang,” ujar Abdillah.