free html hit counter

Usai Nyepi, Masyarakat Buleleng Rayakan Megoak-goak di Atas Lumpur

BeritaBintangUSAI merayakan Nyepi, umat Hindu di Banjar Dinas Kelod Kauh, Desa Panji, Sukasada, Buleleng melaksanakan tradisi megoak-goakan di atas lumpur.

Megoak-goakan ini merupakan permainan tradisi adat Buleleng yang dimainkan sehari setelah Nyepi. Sebelum melakukan permainan, mereka melaksanakan upacara maturang piuning, memohon keselamatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar permainan berjalan lancar tanpa hambatan

Permainan ini sudah dimainkan secara turun termurun sejak zaman Kerajaan Buleleng yang dipimpin Raja Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. Nama megoak-goakan diambil dari nama goak yang berarti burung gagak, hewan yang digemari Panji Sakti.

“Ketika itu lewat permainan ini siapa yang berhasil menangkap ekor goak maka permintaannya akan dikabulkan oleh beliau (Panji Sakti) sampai terjadilah permainan,” jelas Kelian Banjar Kelod Kauh, Nyoman Masajaya, Sukasada, Buleleng, Jumat (11/3/2016).

Puluhan pemuda yang tergabung dalam Sekaan Teruna Teruni (STT) Satya Warta ini berbaris membentuk ular. Kemudian mereka berlari sambil memegang pinggang kawan di depannya di atas lumpur dan menirukan suara raksasa.

“Jika kepala ular berhasil menangkap ekornya, maka permainan dianggap selesai. Mereka kemudian mengulangi permainan itu berulang-ulang sampai puas dengan pemain kepala ular yang berganti,” tutupnya.