free html hit counter

Ukraina Klaim Gagalkan Rencana Serangan Teroris Jelang Euro 2016

BeritaBintang –  SBU atau Badan Intelijen Ukraina mengklaim telah menggagalkan 15 rencana serangan teroris terhadap perhelatan pesta sepakbola Eropa, Euro 2016 di Prancis.

Hal ini menyusul penangkapan seorang tersangka teroris berkewarganegaraan Prancis yang tak diungkap identitasnya di Yahodyn, dekat pos perbatasan Ukraina-Polandia pada akhir Mei lalu.

Tersangka tersebut ditangkap beserta sejumlah barang bukti senjata api berbagai jenis, sebagai bagian dari plot 15 serangan teroris yang hendak mengulang serangan teroris di Prancis, pada 13 November 2015 silam.

Awalnya, para agen rahasia Ukraina sudah mendeteksi keberadaannya dan mengintainya sejak Desember tahun lalu. Tersangka tersebut diketahui telah membeli lima senapan mesin, dua peluncur roket, 125 kilogram bahan peledak TNT, 100 detonator, serta 20 topeng balaclava.

“SBU telah menangkal 15 serangan teroris rencananya menargetkan Prancis menjelang dan selama Euro 2016,” ungkap Kepala SBU, Vasyl Hrytsak, dinukil BintangBola.Co, Selasa (7/6/2016).

SBU sendiri tak mengungkap identitasnya, tapi hanya merilis foto tersangka yang dideskripsikan berambut panjang dan gambar wajah yang tak terlalu jelas.

Tapi surat kabar Prancis, L’Est Republicain mengidentifikasi tersangka dengan nama Gregoire Moutaux. Aparat Prancis disebutkan pernah menggeledah rumahnya di Nant-le-Petit di timur Kota Nancy pada Mei lalu.

Dari tersangka tersebut juga diketahui mana-mana saja sasaran serangan mereka, yakni di sejumlah jembatan, rel kereta dan beberapa infrastruktur Euro 2016. Pun begitu, bukan berarti ancaman teroris terhadap gelaran Euro lenyap begitu saja.

“Hanya karena Anda menghentikan satu kelompok, bukan berarti takkan ada kelompok lainnya. Aparat keamanan sepenuhnya fokus pada ancaman yang ada. Kita tidak boleh mengabaikan potensi ancaman terorisme lainnya, seperti dari kelompok ekstrem kanan,” timpal hakim pengadilan anti-teroris Prancis, David Benichou.

Di sisi lain, Kepala Kepolisian Paris Michel Cadot, menolak mengomentari informasi penangkapan tersangka teroris oleh SBU. “Tidak ada ancaman spesifik terhadap tempat-tempat digelarnya Euro 2016. Yang pasti kami harus meningkatkan keamanan. Kami ingin menghindari ancaman seseorang yang membawa bom,”.