free html hit counter

Trump Mengaku Disadap Obama, Demokrat Kritik Keras

BeritaBintangTrump Mengaku Disadap Obama, Demokrat Kritik Keras

Partai Demokrat mengkritik keras permintaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menyelidiki dugaan penyadapan yang dilakukan pendahulunya, Barack Obama.

Gedung Putih meminta Kongres untuk menyelidiki apakah pemerintahan Obama menyalah gunakan wewenang investigatifnya untuk menyadap telepon Trump saat pemilu 2016 lalu. Dugaan ini dilontarkan pemerintah tanpa disertai bukti sama sekali.

Demokrat menuding Trump lagi-lagi melakukan konspirasi untuk mengalihkan perhatian dari sejumlah isu yang mengganggu pemerintahannya belakangan ini.

“Anda membuat-buat masalah dan meminta pers menulisnya, lalu Anda bilang, ‘semua menulis tuduhan ini’,” kata politikus Demokrat Nancy Pelocy, “Ini adalah alat totaliter untuk mengatur apa yang orang-orang bicarakan.”
Sementara itu, Devin Nunes, anggota Komite Intelijen dari Partai Republik, mengatakan pihaknya akan mendalami hal ini dalam penyelidikannya soal dugaan ikut campur Rusia pada pemilu Amerika.

Baca Juga: ” Aksi Jual Beli Serangan Hiasi Pertandingan Eksebisi IBL Pertalite All-Star 2017 “

“Salah satu titik fokus Komite Intelijen adalah respons AS terhadap aksi agen intelijen Rusia dalam kampanye presiden,” kata Nunes dalam pernyataan yang dirilis Minggu. “Karena itu, komite akan menyelidiki apakah pemerintah melakukan aktivitas pemantauan terhadap juru kampanye manapun, dan kami akan terus menginvestigasi isu ini jika menemukan bukti yang cukup.”

Sebelumnya, Sekretaris Pers Gedung Putih Sean Spicer mengatakan ada laporan yang menyebut Obama menyadap Trump saat pemilu. Namun, dia tidak mengatakan laporan mana yang dia maksud.
“Laporan terkait investigasi yang berpotensi didasari motif politik sebelum pemilu 2016 sangat mengganggu kami,” kata Sean Spicer melalui pernyataan pers. “Presiden Donald J Trump meminta, sebagai bagian dari investigasi soal dugaan ikut campur Rusia dalam pemilu, agar komite intelijen kongres melakukan pengawasan.”
“Baik Gedung Putih maupun Presiden tidak akan berkomentar lebih jauh hingga pengawasan dilakukan,” ujarnya. Dia juga tidak menjelaskan lebih jauh mengenai permintaan yang diajukan terhadap Kongres.
Sejauh ini, belum ada laporan kredibel bersifat publik yang bisa mendukung klaim tersebut.