free html hit counter

Trump Enggan Hadiri Jamuan Makan Malam Bersama Wartawan

BeritaBintangTrump Enggan Hadiri Jamuan Makan Malam Bersama Wartawan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan tidak akan hadir dalam acara Asosiasi Wartawan Koresponden Gedung Putih (WHCA), jamuan makan malam tahunan yang digelar asosiasi media dan pers.

Padahal, acara ini sudah menjadi tradisi sejak 1921 di mana presiden AS selalu menjadi tamu kehormatan dalam acara tersebut.

“Saya tidak akan menhadiri acara WHCA tahun ini. Saya berharap semua orang tetap dalam keadaan sehat dan menikmati acara malam yang besar tersebut,” tutur Trump melalui akun Twitternya seperti dikutip AFP, Minggu (26/2).

Cuitan Trump ini datang di tengah hubungannya dengan sejumlah media dan pers renggang. Sejak dilantik menjadi presiden AS ke-45, taipan real estate itu kerap menyerang dan menganggap skeptis media.

Bahkan, Trump mengatakan sejumlah media besar di AS kerap membuat “berita palsu” tentangnya, lantaran sejumlah kantor berita pernah melaporkan dan membandingkan suasana pelantikannya dengan suasana inaugurasi Presiden Barack Obama yang dianggap jauh lebih ramai dan hidup.

Sejak itu, Trump kerap mengkritik dan menilai pemberitaan media arus utama AS sebagai bias, yang dinilainya kerap membuat retorika dan melebih-lebihkan kekurangannya guna meredupkan prestasi serta capaian yang telah ia tempuh.

Baca Juga: ” Wow! Nangka Ampuh Membunuh Sel Kanker Loh

Konglomerat asal New York ini bahkan menyulut perangnya tersebut dengan menyebut bahwa media adalah “musuh rakyat” dan “pihak oposisi pemerintah”.

Pada Jumat (24/2), Trump juga memerintahkan Gedung Putih memblokir akses peliputan CNN dan sejumlah media besar AS lainnya pada acara konferensi pers rutin yang digelar kantor kepresidenan tersebut.

Media lain yang turut diblokir tak bisa masuk dalam konferensi pers di ruang Sekretaris Pers Sean Spicer, di antaranya New York Times, the Los Angeles Times, Politico, BuzzFeed, BBC dan The Guardian.

Sementara media konservatif seperti Breitbart News, The Washington Times dan One America News Network diizinkan masuk.

Pelarangan masuk bagi media ini baru kali pertama dilakukan Gedung Putih dan menjadi penanda buruk bagi kebebasan pers.

The New York Times menggambarkan pemblokiran peliputan ini sebagai bentuk “penghinaan pada nilai demokrasi.”

Dalam sebuah editorial, Los Angeles Times bahkan menyebut langkah kontroversial Trump ini “memperumit perang antara pers dan Gedung Putih.”

WHCA juga turut memprotes keras langkah Trump ini.

Menanggapi keengganan Trump untuk datang di acara pada 29 April tersebut, WHCA menegaskan acaranya tetap akan berjalan seperti biasa meski tanpa kehadiran orang nomor satu di Negeri Paman Sam itu.

“Acara ini akan tetap berjalan seperti biasa, digelar untuk merayakan Amandemen Pertama dan peran penting yang dimainkan media independen di republik yang sehat ini,” Presiden WHCA Jeff Mason.