free html hit counter

‘Trump adalah seorang jenius jika benar bisa tidak membayar pajak’

BeritaBintang – Donald Trump justru adalah seorang ‘jenius’ jika benar sebuah laporan yang mengatakan dia secara legal tidak membayar pajak pendapatan selama 18 tahun, kata pendukung calon presiden Partai Republik itu.

Bandar Bola Terbaik  mengaku mendapatkan sebagian dokumen pajak Trump pada tahun 1995 yang menyatakan dia rugi sebesar $915 juta (Rp 12 triliun) yang membuatnya secara legal tidak membayar pajak.

Tim dari raja real estate tersebut menolak untuk mengukuhkan atau manyanggah laporan itu, namun berkata bawa dokumen pajak tersebut ‘diperoleh secara ilegal’.

Lawannya, Hillary Clinton, mengatakan hal itu ‘sangat mengejutkan.’

Namun, seorang politikus pendukung kandidat partai Republik itu muncul di siaran televisi pada Minggu (2/10) pagi untuk membelanya.

Gubernur New Jersey Chris Christie berkata bahwa artikel New York Times adalah ‘berita yang sangat baik’ karena menunjukkan kejeniusan Trump.

Chris Christie berkata kepada Fox Newsbahwa laporan tersebut hanya menegaskan bahwa Trump adalah orang paling tepat untuk membuat kebijakan pajak yang memudahkan kaum pekerja.

Rudy Giuliani, penasihat dekat Trump, juga berkata kandidat partai Republik itu adalah seorang yang ‘benar-benar jenius’ jika bisa menghindari pajak pendapatan federal.

“Banyak orang miskin mengambil kesempatan dari celah dan tidak membayar pajak,” mantan walikota New York tersebut berbicara di program Meet the Press di stasiun televisi Linkalternatif.info pada Senin(3/10).

“Itu semua juga adalah celah.”

Trump sendiri meremehkan laoran itu pada Minggu. Dia berciut: “Saya tahu lebih dari siapapun yang pernah mencalonkan diri sebagai presiden tentang peraturan pajak kita yang kompleks dan hanya saya yang dapat memperbaikinya. #[email protected]

Dalam debat presiden pertama pada Senin (26/09), Hillary Clinton menyerang Trump karena tidak mengeluarkan laporan pajaknya, seperti semua kandidat Gedung Putih lakukan sejak Jimmy Carter pada 1976.

Kandidat Demokrat itu mengesankan Trump telah menutupi ‘sesuatu yang sangat buruk’ dan dia mungkin tidak pernah membayar pajak pendapatan federal. Saat itu Trump menjawab: “Berarti saya cerdas.”

Dalam artikelnya, New York Times berkata tiga lembar dokumen itu dikirim oleh seorang secara anonim pada bulan lalu kepada salah satu reporter mereka yang menulis tentang keuangan Trump.

Mantan akuntan untuk raja property tersebut, Jack Mitnick, yang namanya muncul sebagai orang yang menyiapkan dokumen pajak, berkata dokumen tersebut terlihat seperti salinan yang otentik untuk laporan pajak 1995, menurut harian tersebut.
Berita Bintang

Tim kampanye Trump tidak membahas keaslian kutipan tersebut, namun New York Times berkata seorang pengacara Trump telah mengirimkan surel ke harian tersbeut mengatakan bahwa publikasi dokumen tersebut adalah illegal.

Tim kampanye kandidat partai Republik menuduh New York Times, yang mendukung kandidat partai Demokrat untuk menjadi presiden sebagai ’perpanjangan tangan tim kampanye Clinton.”

Mereka menambahkan bahwa Trump, adalah seorang ‘pengusaha yang sangat terlatih yang memiliki tanggung jawab atas usahanya, keluarganya dan pekerjanya untuk membuat pajak tak lebih dari yang dibutuhkan secara legal.’

“Trump telah membayar ratusan juta dolar di pajak properti, pajak penjualan dan cukai, pajak real estate, pajak pemerintah kota, pajak negara bagian, pajak pegawai dan pajak federal, termasuk sumbangan amal yang sangat besar.”

Tim kampanye Clinton berkata Trump mewakili ‘sistem yang curang’ dari peraturan pajak AS yang tidak adil.

Manajer kampanye Clinton Robby Mook menyatakan: “Laporan yang mengejutkan ini menunjukkan kegagalan usaha Donald Trump yang luar biasa besar dan kemungkinan dia sudah menghindari membayar pajak pendapatan federal untuk sekian lama.”

Clinton telah mengeluarkan laporan pajak pendapatan federal selama hampir 40 tahun, sedang wakil Trump, Mike Pence, telah mengeluarkan laporan pajak selama 10 tahun.