free html hit counter

Total 16 Jet Tempur Dikerahkan Inggris Gempur ISIS di Suriah

BeritaBintang –  Pengambilan suara parlemen di Inggris hari ini, Kamis 3 Desember 2015, telah menyetujui serangan baru terhadap ISIS di Suriah. Sebanyak 393 suara parlemen yang diperoleh memastikan, sebanyak 16 jet tempur dikerahkan Britania raya, untuk menggempur ladang minyak ISIS di Suriah dan Irak.

Dalam hitungan jam setelah persetujuan, empat Topan Eurofighter mendarat di Pangkalan Angkatan Udara Inggris atau Royal Air Forces (RAF) Akrotiri di Siprus, untuk bergabung dengan pasukan koalisi guna melawan ISIS.

Mereka berangkat dari RAF Lossiemouth di Skotlandia, sekira pukul 08.00 pagi waktu setempat, dan akan segera bergabung dengan dua jet tempur lainnya yang terbang dari pangkalan Akrotiri.

Menteri Pertahanan Inggris, Michael Fallon menegaskan, kedua pesawat tempur Topan Eurofighter akan berada di gelombang kedua, bersama dua pesawat tempur Tornado GR4 yang tengah dalam perjalanan dari RAF Marham di Norfolk. Dengan demikian, ada enam Topan Eurofighter dan dua Tornado GR4, yang akan bergabung dengan pasukan koalisi.

“Kami menggandakan kekuatan serangan kami, menjadi total 16 jet tempur. Tambahan delapan pesawat yang dikirim ke Akrotiri sudah diterbangkan dan kini sedang dalam perjalanan. Pesawat yang kami kirim ini, sesuai dengan permintaan sekutu untuk membantu penyerangan mereka di sana,” kata Falcon kepada pembawa acara program Today BBC Radio 4, dikutip dari Daily Mail, Jumat (4/12/2015).

Jet tempur Topan Eurofighter yang tidak dilengkapi dengan rudal presisi seperti misil Brimstone, kemungkinan besar akan dikerahkan di Irak untuk menjatuhkan bom pada target sasaran yang lebih luas. Sementara, jet tempur tipe Tornado GR4, diterbangkan ke Suriah untuk membidik target yang lebih sulit.

Pasalnya, Pesawat Tornado GR4 memiliki kemampuan yang lebih, dengan adanya rudal Brimstone yang dapat melacak target bergerak. Rudal Brimstone dapat membidik militan ISIS yang berkendara di atas sepeda motor dengan kecepatan 70 mil per jam. Misil baru ini diyakini akan berguna di tempat-tempat seperti Raqqa, di mana target sulit dikunci dan ditangkap.