free html hit counter

TOP AUTOS OF THE WEEK: Indonesia Berancang-ancang Menuju Euro4

BeritaBintangTOP AUTOS OF THE WEEK: Indonesia Berancang-ancang Menuju Euro4

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar telah menandatangani Peraturan Menteri LHK NO.P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O atau yang lebih dikenal dengan standar emisi Euro4 pada 10 Maret 2017.

Aturan tersebut mengharuskan kendaraan yang dijual di Indonesia menggunakan bahan bakar minyak (BBM) dengan spesifikasi standar Euro4 dan berlaku efektif pada September 2018 untuk kendaraan bermesin bensin dan 4 tahun lagi untuk kendaraan diesel.

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian LHK, Karliansyah, mengatakan aturan ini baru ditandatangani karena menyesuaikan kemampaun Pertamina dalam menyediakan bahan bakar berstandar Euro4.

“Pada 10 Maret lalu Ibu Menteri berkenan menandatangani peraturan menteri (permen) ini tetapi karena fasilitas Pertamina untuk menghasilkan produk BBM dengan Euro4 ini terbatas, belum siap, maka berlakunya 18 bulan lagi sejak 10 Maret. Itu untuk BBM bensin, sementara untuk BBM solar itu 4 tahun lagi,” ujar Karliansyah, Selasa 3 April 2017.

Aturan ini dinilainya sangat penting karena berdampak positif bagi lingkungan dan industri automotif.

“Selama ini industri automotif harus menggunakan dua line produksi, line pertama untuk pasar dalam negeri dan satu line untuk pasar ekspor yang sudah Euro4 sehingga ini sangat tidak efisien,” terang pria yang akrab disapa Karli itu.

Lalu, bagaimana dengan kesiapa pelaku bisnis automotif di Indonesia. Para agen pemegang merek (APM) kendaraan menyatakan kesiapannya. Bahkan mereka sudah memiliki produk berstandar emisi Euro4.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sudah sejak lama meminta pemerintah agar segera menerapkan standar emisi Euro4. Pasalnya, imbas dari ketertinggalan Indonesia dalam memberlakukan Euro4 dirasakan industri, terutama perusahaan yang mengekspor mobil.

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan, pihaknya selalu mendapat pertanyaan yang sama dari agen pemegang merek (APM) di Tanah Air terkait kapan diterapkannya standar emisi Euro4. Dengan kepastian ini, para APM bisa menyusun langkah dan menyiapkan produk mereka agar pada September 2018 sudah bisa memenuhi aturan.

BMW Group Indonesia selaku agen pemegang merek (APM) mobil BMW dan Mini menyatakan kesiapannya.

“BMW selalu mendukung peraturan pemerintah. Kenapa, karena pasti sebelum peraturan tersebut diluncurkan sudah ada riset sebelumnya. Pasti sudah melihat pasar, sudah ada analisis biaya, terkait dengan penggunaan Euro4. Dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga sudah melakukan analisis, terlihat dampaknya positif baik untuk Indonesia. Jadi dari BMW sangat mendukung,” ujar Jodie O’tania, vice president corporate communications BMW Group Indonesia, Rabu 5 April 2017.

{ Baca Juga, ” Bergaya Formal dengan Pink? Padukan dengan Setelan Suit Jawabannya! ” }

Saat ini semua kendaraan BMW dan Mini sudah memenuhi standar Euro6. Namun perlu ada penyesuaian lagi dari sisi mesin sehingga bisa menggunakan bahan bakar standar Euro4.

Hal senada diungkapkan Managing Director Porsche Indonesia Christoph Choi. Aturan tersebut dinilainya menguntukan bagi konsumen karena akan mendapat mesin yang lebih berkualitas.

“Ya mesin lebih baik dan bahan bakar berkualitas, jadi semua baik,” kata Christoph, Kamis 6 April 2017.

Saat ini produk Porsche yang dihadirkan di Indonesia mengusung mesin Euro3. Hal itu dilakukan mengikuti standar yang berlaku, meski sudah satu level di atas. Di Jerman sendiri, sudah ada mobil Porsche berstandar Euro4, Euro5, dan Euro6.

“Kalau Indonesia upgrade ke Euro4 dan mesin kami pun akan di-upgrade mengikuti peraturan. Kami akan ikuti segera sesuai aturan. Kami akan telefon sana (Jerman) supaya menyediakan mesin Euro4,” ungkapnya.

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) agen pemegang merek mobil Suzuki menyatakan siap dengan rencana pemerintah menerapkan standar emisi Euro4.

Harold Donnel, 4W marketing head of brand development and marketing research PT SIS mengatakan, Suzuki telah memiliki komponen dengan standar Euro4 dan siap diaplikasikan.

“Mau tidak mau kami harus mengikuti. Secara spesifikasi dasar, kami sudah sediakan. Tinggal mau diinstal atau tidak,” kata Harold.

Sementara itu, untuk mesin diesel, Harold menegaskan SIS lebih siap. Bahkan, bila perlu tidak perlu menunggu sampai empat tahun.

“Diesel lebih aman. Kalau untuk diesel, jangankan 2021, di 2018 atau 2019 pun kami sudah siap,” ujarnya.

Sementara itu, Sudirman MR selaku Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menegaskan, pihaknya sudah harus bersiap mengarah ke Euro4. Daihatsu akan berusaha memenuhi persyaratan yang dikeluarkan pemerintah.

Executive Officer Research and Dvelopment Directorate ADM Pradipto Sugondo menambahkan, pihaknya siap menerapkan standar Euro4 pada. Namun jika bahan bakarnya belum tersedia, bisa merugikan konsumen.

“Kami tahu dalam waktu 1,5 tahun kendaraan baru harus sudah standar Euro4, kami sendiri sudah siap. Daihatsu sudah mengusung teknologi tinggi karena beberapa kendaraan kami itu sudah diekspor ke negara-negara maju yang sudah memakai kualifikasi standar bahan bakar Euro4, Jadi bila tiba waktunya kami bisa memenuhi prasyarat yang diberikan oleh pemerintah sejauh bahan bakar juga tersedia di lapangan,” ujar Pradipto, Jumat 7 April 2017.

PT Toyota Astra Motor (TAM) menegaskan semua produknya siap memenuhi standar Euro4

“Intinya Toyota siap Euro4. Kita tunggu saja dari Pemerintah akan seperti apa. Basically kami siap mengikuti kebijakan pemerintah,” kata Vice President Director TAM Henry Tanoto..

Executive General Manager TAM Fransiskus Soerjopranoto, mengatakan secara teknologi dan perangkat, Toyota sudah bisa memenuhi standar Euro4 pada semua produk yang dipasarkan di Indonesia, tinggal menunggu waktu yang tepat.

“Jadi Euro4 engine-nya sudah disiapkan semuanya, bergantung dari kami mau mesinnya yang mana, apakah Euro4 complience atau Euro2 complience. Karena nanti kan juga ada impact ke harga,” jelasnya.