free html hit counter

Tokoh Kartun ‘Average Mohamed’, Propaganda Tangkis ISIS

BeritaBintang –    SEORANG warga negara Amerika keturunan Somalia, Mohamed Ahmed menciptakan tokoh kartun ‘Average Mohamed’. Tokoh ini bukanlah seorang superhero layaknya spiderman maunpun superman yang menggunakan kostum. Kendati demikian, ambisinya tidak kurang layaknya tokoh-tokoh superhero tersebut khususnya untuk menghentikan gerakan Negara Islam, Irak dan Suriah (ISIS) yang radikal.

Mohamed Ahmed menciptakan karakter “Average Mohamed” ditujukan bagi anak-anak berusia delapan hingga 14 tahun. “Average Mohammed” diciptakan untuk menangkal ajaran gerakan radikal.

Rentang 2006 dan 2011 lebih dari 20 orang warga Amerika keturunan Somalia dari Minneapolis berangkat ke Afrika Timur untuk melawan kelompok teroris Al-Shabaab yang merupakan jaringan ISIS. Misi Mohamed memberikan edukasi kepada keluarga untuk melawan kebohongan yang disebarkan oleh kelompok radikal.

Mohamed mewakili mayoritas Muslim menyadari kehadiran tokoh Average Mohamed ini merupakan topik yang sensitif, dimulai dari identitas dan kebebasan untuk berbicara. Logika penciptaan karakter ini menurutnya sangat sederhana.

“Ini (tokoh kartun) adalah pria seperti kebanyakan yang mendatangi masyarakat biasa yang mengarah kepada radikal. Ia akan membawa semua (mereka yang terjebak radikal) untuk memberitahukan hal yang sebaliknya,” kata Mohamed di situs pribadinya yang dilansir BintangBola, JumaT (19/2/2016).

Dalam salah satu episode kartun ‘Average Mohamed’ dengan judul ‘Islamic State Job Description’. Ahmed sebagai pengisi suara mendeskripsikan bagaimana ISIS melakukan genosida terhadap umat Muslim, Kristen, Yazidi dan Yahudi. Bagaimana ISIS melakukan teror terhadap perempuan yang tidak bersalah, laki-laki dan anak-anak, memanggal kepala orang yang tidak bersalah. “Tidak persis dengan fim-film Disney dan film laga, ini lebih seperti propaganda,” katanya.

Selanjutnya, dalam video yang berjudul Anti-Bom Bunuh Diri Mohammed melalui tokoh kartun ini mengingatkan gerakan radikal dengan menggunakan kutipan hadis dan perkataan nabi.