free html hit counter

TNI Siapkan Pasukan Khusus Bebaskan WNI Disandera

BeritaBintang –  TNI telah menyiapkan pasukan khusus dari Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU) untuk bersiaga manakala diperintahkan untuk membantu pemerintah Filipina dalam upaya pembebasan Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf.

“Panglima TNI telah menyiapkan pasukan, jadi kalau diperlukan kapanpun kami siap,” kata Kapuspen TNI, Mayjen TNI Tatang Sulaiman kepada wartawan di Jakarta, Jumat (12/8/2016).

Namun, pengerahan pasukan itu akan dilakukan bila sudah ada koordinasi dan kesepakatan antara Indonesia dengan Filipina.

Saat ini pasukan militer Filipina, dibantu oleh Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) tengah melakukan upaya pembebasan sandera. Terakhir, empat kelompok Abu Sayyaf tewas dalam pertempuran dengan MNLF di Sulu, Filipina. Salah satunya disebut sebagai salah seorang pemimpin senior kelompok bersenjata itu.

“Di sana sekarang sedang ada upaya besar-besaran dari tentara Filipina, mereka sudah bisa melumpuhkan beberapa dari anggota Abu Sayyaf. Kita berusaha mengikuti perkembangan mereka,” ujar jenderal bintang dua ini.

TNI akan langsung bergerak jika Filipina meminta bantuan dalam upaya pembebasan sandera itu. Pasukan-pasukan khusus TNI sudah disiagakan dan siap bertugas ketika mendapat perintah. Namun, hingga saat ini, Filipina belum juga meminta bantuan.

TNI Siapkan Pasukan Khusus Bebaskan WNI Disandera

“Sampai sekarang belum ada (permintaan). TNI pada prinsipnya siap. Seandainya diperlukan kita sudah siap,” tutur Kapuspen TNI.

TNI AD memiliki pasukan khusus, seperti Kopassus dan Kostrad. Pada kasus-kasus khusus seperti penanggulangan teror, Kopassus memiliki pasukan elite, Detasemen Sat-81. Kostrad juga memiliki satuan Intai Tempur (Taipur).

Sementara itu, TNI AL memiliki Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) gabungan dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Taifib (Batalion Intai Amfibi) Korps Marinir.

Kemudian dari TNI AU, ada Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU yang juga memiliki pasukan elite Detasemen Bravo (Denbravo) 90. Kemampuan satu anggota Denbravo setara dengan lima orang anggota TNI biasa.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono menyatakan, TNI AD siap kapan saja untuk membebaskan WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan.

“Saya sudah siap pasukan manakala diperintahkan ke sana. Jika sudah mendapat perintah, TNI AD akan segera meluncur dan menyerang kelompok penyandera,” kata Mulyono di Jakarta Selatan, Rabu lalu.

Jenderal Mulyono mengatakan, TNI AD memiliki pasukan Kopassus, Kostrad dan PPRC (pasukan pemukul reaksi cepat-red) yang selalu siap setiap saat. Semuanya dalam posisi siap jalan tetapi menunggu perintah dari atasan.

Kemudian dari TNI AU, ada Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU yang juga memiliki pasukan elite Detasemen Bravo (Denbravo) 90. Kemampuan satu anggota Denbravo setara dengan lima orang anggota TNI biasa.  Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono menyatakan, TNI AD siap kapan saja untuk membebaskan WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan.  "Saya sudah siap pasukan manakala diperintahkan ke sana. Jika sudah mendapat perintah, TNI AD akan segera meluncur dan menyerang kelompok penyandera," kata Mulyono di Jakarta Selatan, Rabu lalu.  Jenderal Mulyono mengatakan, TNI AD memiliki pasukan Kopassus, Kostrad dan PPRC (pasukan pemukul reaksi cepat-red) yang selalu siap setiap saat. Semuanya dalam posisi siap jalan tetapi menunggu perintah dari atasan.

“Soal seperti apa konsep membebaskan sandera, saya tidak bisa jawab itu karena itu bukan kewenangan saya. Tugas saya adalah hanya menyiapkan pasukan,” ujarnya.

Ia juga mengaku dari TNI AD sudah menyiapkan dua batalion khusus untuk pembebasan WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf. Satu batalion terdiri atas 700-1.000 prajurit.

“Saya sudah melatih, saya sudah menyiapkan calon. Nah, tinggal tunggu perintah Panglima TNI, kalau disuruh diberangkatkan saya siap berangkatkan,” kata KSAD, menegaskan.