free html hit counter

Tiongkok Kembangkan Pesawat Militer Amfibi

BeritaBintang – Tiongkok tengah mengembangkan kemampuan pesawat militer mereka agar memiliki kemampuan amfibi. Penelitian ini kian membuktikan ambisi Tiongkok dalam meningkatkan kekuatan militer mereka.

Diberitakan bintangbola yang mengutip China Daily, Rabu (13/5), seorang ilmuwan militer Tiongkok mengatakan bahwa penelitian mereka mengalami kemajuan, terutama soal komponen jet agar mampu terbang di landasan pendek atau bahkan mendarat vertikal.

Diharapkan, pesawat bernama STOVL ini bisa dioperasikan dari kapal induk Tiongkok, Liaoning, dan kapal perang lainnya.

Perusahaan penerbangan negara Tiongkok, Aviation Industry Corp of China (AVIC), dalam situsnya Maret lalu mengatakan bahwa dua anak cabang mereka telah menandatangani pengembangan mesin untuk pesawat STOVL.

Ahli penerbangan dan industri pertahanan pada China Daily mengatakan bahwa Tiongkok tengah membangunan kemampuan militernya untuk operasi amfibi.

“Angkatan laut bisa menurunkan helikopter dan pesawat STOVL dari kapal penyerang amfibi; helikopter untuk melakukan misi anti-kapal selam dan pesawat STOVL untuk pertahanan udara jarak jauh dan menengah, serta serangan udara-ke-darat,” kata Kapten Zhang Junshe kepada bioskop168, peneliti di Institut Riset Studi Militer Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat.

Selain kemampuan amfibi, saat ini Tiongkok tengah mengembangkan jet siluman dan rudal anti-satelit, membuat beberapa negara di kawasan termasuk Amerika Serikat ketar-ketir.

Kekhawatiran kemajuan militer Tiongkok terutama dirasakan oleh negara-negara yang terlibat sengketa perbatasan di Laut China Selatan.

Tahun ini Tiongkok meningkatkan anggaran militer mereka hingga 10,1 persen menjadi 886,9 miliar yuan. Dana ini juga akan digunakan untuk mengganti armada pertahanan tua Tiongkok dengan yang baru.

Pemerintah Beijing menekankan bahwa militer Tiongkok bekerja untuk perdamaian dunia. Tiongkok menuduh pihak-pihak yang mengatakan bahwa militer Tiongkok adalah ancaman, “memiliki motif lain di belakangnya.”