free html hit counter

Tari Jaipong Menggoyang Kota Turino

BeritaBintang – Warga setempat terpukau dengan gerakannya yang dinamis.

Tarian khas Sunda Jaipong, berhasil menggoyang pengunjung Festival Dell Oriental yang digelar di Turino, Italia.

“Kami senang bisa menampilkan berbagai tarian dari Indonesia di Italia, termasuk Jaipong,” ujar salah satu penari Amie Tanoewidjaja yang bersama adiknya Febrie Tanoewidjaja membentuk grup tari InaDance di Belanda kepada Antara London, Rabu (25/3/2015).

Ia menambahkan, para penonton sangat antusias dan ramai-ramai mengajak foto bersama dan bertanya kami berasal dari negara mana.

Para seniman yang tampil di Italia itu adalah penari kelahiran Indonesia yang menetap di Belanda, yakni Amie Tanoewidjaja bersama Rahmida Patmawati, dan pelajar Jane Samosir serta gadis peranakan Indonesia-Belanda Manuela Biesheuvel.

Festival Dell Oriental tahun 2015 yang diadakan di kota Turino merupakan festival Asia terbesar dan digelar di berbagai kota di Italia, dari 20 hingga 29 Maret. Festival ini tak hanya  menampilkan kesenian dari berbagai negara di Asia, tetapi juga kuliner yang menarik perhatian masyarakat setempat.

Menurut Amie, ini merupakan kali kedua ia ikut mempromosikan budaya Indonesia melalui tarian dalam Festival Dell Oriental yang diadakan di Italia. Desember tahun lalu, Amie tampil di Kota Padova.

Selain membawakan tarian jaipong yang dinamis, Amie bersama tiga rekannya juga membawakan tari Bajidor Kahot yang dipadukan dengan tari Payung, tari Kembang Girang dari Bali dan tari Kaca-Kaca yang diciptakan Amie dan Febrie.

Sementara Manuela Biesheuvel mengaku belajar tari Jaipong saat ia berkunjung ke tanah kelahiran ibundanya di Bandung, Jawa Barat.

Amie Tanoewidjaja yang lahir di Sukabumi dan menetap 28 tahun di Amsterdam, Belanda, belajar menari tradisional Indonesia sejak umur 15 tahun dan mulai tahun 2007 Amie dan Febrie Tanoewidjaja membentuk kelompok tari InaDance. Ia mengatakan setiap tampil di Festival Dell Oriental selalu mendapat sambutan meriah dari penonton.