free html hit counter

Tak Gentar Ancaman Sanksi, Korut Siap Luncurkan Rudal

BeritaBintang – Korea Utara siap meluncurkan rudal jarak jauh yang kontroversial meskipun akan mendapat ancaman sanksi dari PBB dan negara-negara Barat.

Pyongyang bersikeras bahwa peluncuran rudal tersebut sebagai bagian dari program satelit damai.

Tetapi Amerika Serikat dan sekutunya mengatakan uji coba rudal balistik Korut itu merupakan bagian dari skema pengembangan senjata nuklir.

Pyongyang telah mengisyaratkan akan menembakkan rudal jarak jauhnya pada Oktober 2015 saat ulang tahun ke-70 Partai Buruh.

Duta besar Korut Hyon Hak-bong di Chatham House London mengatakan bahwa pemerintahnya akan mempertimbangkan setiap eskalasi sanksi. Tapi, rencana menembakkan rudal tersebut tidak boleh terhalang hanya karena ancaman sanksi tersebut.

“Kami tidak takut. Kita akan melakukannya. Jelas, pasti. Kami siap untuk melakukannya Kapan saja atau dimanapun tempatnya,” ujar Hyon.

Media Korea Selatan Yonhap, melansir saat ini Korut sedang menyiapkan landasan peluncuran rudal jarak jauh.

Media itu mengutip sumber di Pemerintah Korsel yang mengklaim menerima informasi perihal persiapan rezim Korut untuk menembakkan rudal jarak jauh.

Menurut sumber itu, landasan peluncuran rudal Korut dibangun di Dongchang-ri, wilayah Korut yang berbatasan dengan China.

Landasan peluncuran rudal itu semula setinggi 50 meter, namun telah ditambah menjadi 67 meter. Proyek ini telah berlangsung sejak tahun 2013.

Di bawah resolusi Dewan Keamanan PBB, Korut dilarang melakukan tes yang menggunakan teknologi rudal balistik. Namun, Korut menentang peringatan internasional dan sanksi demi melakukan pengembangan rudal dan program nuklir.

Korut mengklaim peluncuran rudal tersebut merupakan bagian dari program ruang angkasa yang bertujuan menempatkan satelit ke orbit.

Menurut 38 North, Institut AS-Korea di Johns Hopkins University pada bulan Juli lalu citra satelit menunjukkan Korea Utara telah menyelesaikan pengembangan situs peluncuran satelit utama di dekat pantai barat.

Meski demikian, Menteri Pertahanan Korea Selatan menyatakan pekan lalu tidak ada indikasi persiapan peluncuran rudal.

Korut diduga memiliki berbagai jenis rudal dan diyakini tengah mengembangkan rudal balistik antarbenua yang bertujuan untuk menciptakan senjata nuklir.

Namun para pakar menilai pengembangan rudal di Korut butuh waktu bertahun-tahun.

Pada 2012, Korea Utara meluncurkan roket jarak jauh dengan dalih menempatkan satelit ke orbit. Pyongyang menyebut peluncuran roket ini sebagai peluncuran kendaraan ruang angkasa, meski masyarakat internasional menilai itu adalah peluncuran rudal yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

Korut juga bekerja untuk menciptakan hulu ledak nuklir dalam ukuran yang lebih kecil dan dapat dipasang di kendaraan.