Yonny Hernandez

Iannone Asapi Lorenzo pada Free Practice Dua di Sirkuit Mugello

BeritaBintang – Tidak seperti free practice (FP1) pertama yang berlangsung basah, FP2 kali ini berlangsung kering. Sehingga 22 pembalap memutuskan untuk keluar menjajal motornya kali ini. Pembalap Tim Ducati, Andrea Iannone berhasil menjadi yang tercepat dengan waktu 1 menit 46,796 detik.

Di tempat kedua menjadi miliki sang juara dunia musim lalu, Jorge Lorenzo. Melahap 15 lap, X-Fuera hanya terpaut 0,461 detik dari The Maniac Joe – julukan Iannone.

Tempat ketiga juga menjadi milik Tim Ducati. Namun kali ini tim asal Bologna tersebut menurunkan pembalap cadangannya yakni Michele Pirro. Rider asal Italia tersebut berhasil mencatatkan waktu terbaik 1 menitb 48,245 detik.

Aleix Espargaro menyusul di belakang Pirro dengan selisih 0,025 detik. Sementara itu Marc Marquez dan Valentino Rossi ada di urutan lima dan enam. Marquez mencatatkan waktu tercepat dengan 1 menit 48,290 dan Rossi 1 menit 48,340 detik.

Berikut hasil lengkap FP2, seperti dikutip dari Kamusjudi.com, Jumat (20/5/2016):

1. Andrea Iannone ITA Ducati Team (Desmosedici GP) 1m 47.696s [Lap 16/17] 345km/h (Top Speed)
2. Jorge Lorenzo ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 1m 48.157s +0.461s [13/15] 335km/h
3. Michele Pirro ITA Ducati Team (Desmosedici GP) 1m 48.245s +0.549s [14/16] 343km/h
4. Aleix Espargaro ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 48.270s +0.574s [15/17] 337km/h
5. Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) 1m 48.290s +0.594s [19/19] 340km/h
6. Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 1m 48.340s +0.644s [19/20] 336km/h
7. Maverick Viñales ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 48.345s +0.649s [18/19] 337km/h
8. Scott Redding GBR Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 1m 48.406s +0.710s [14/18] 339km/h
9. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 1m 48.458s +0.762s [18/19] 334km/h
10. Pol Espargaro ESP Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 48.470s +0.774s [16/18] 333km/h
11. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team (RC213V) 1m 48.713s +1.017s [17/19] 335km/h
12. Danilo Petrucci ITA Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 1m 48.752s +1.056s [17/18] 339km/h
13. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP) 1m 48.816s +1.120s [14/17] 342km/h
14. Yonny Hernandez COL Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) 1m 48.832s +1.136s [14/17] 337km/h
15. Bradley Smith GBR Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 49.199s +1.503s [17/18] 336km/h
16. Hector Barbera ESP Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 1m 49.234s +1.538s [9/10] 339km/h
17. Tito Rabat ESP Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V)* 1m 49.648s +1.952s [11/19] 331km/h
18. Jack Miller AUS Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V) 1m 49.698s +2.002s [14/15] 333km/h
19. Eugene Laverty IRL Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) 1m 49.852s +2.156s [5/15] 337km/h
20. Alvaro Bautista ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1m 49.913s +2.217s [12/18] 328km/h
21. Stefan Bradl GER Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1m 50.368s +2.672s [5/17] 326km/h
22. Loris Baz FRA Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 1m 51.055s +3.359s [16/16] 327km/h

Suzuki dan Ducati Siap Patahkan Dominasi Yamaha-Honda

BeritaBintang –  MOTOGP 2016 dinilai akan lebih bervariasi jika dibandingkan dengan musim sebelumnya. Pada musim 2015, Movistar Yamaha dan Repsol Honda menjadi dua tim yang mendominasi balapan MotoGP. Musim lalu rasanya mustahil bagi tim-tim kecil mampu untuk bersaing dengan Honda dan Yamaha.

Menyambut balapan 2016, Dorna membuat dua regulasi bagu yang dinilai akan membuat peluang tim peserta MotoGP menjadi lebih seimbang. Kedua regulasi tersebut adalah penggunaan komponen pengontrol elektronik yang baru serta pergantian ban dari Bridgestone menjadi Michelin.

Menghadapi dua regulasi baru tersebut pihak Dorna melakukan dua ujicoba yakni di Valencia dan di Jerez. Uji coba pertama di Valencia berlangsung pada 10 dan 11 November 2015. Dalam uji coba yang dibagi menjadi dua hari tersebut, Marc Marquez masih menjadi yang tercepat.

Meski begitu hasil mengejutkan ditunjukkan oleh tim Suzuki Ecstar dan Ducati. Pada uji coba sesi pertama tanggal 10 November 2015, Andre Iannone berhasil menduduki posisi dua diikuti oleh Dani Pedrosa, Maverick Vinales, dan Cal Crutchclow. Hasil tersebut menggambarkan bahwa dominasi Yamaha harus tersisih jauh karena Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo hanya mampu menempati posisi 12 dan lima.

Kejayaan tim kecil kembali terulang di sesi kedua yang terjadi di 11 November 2015. Pembalap Suzuki, Maverick Vinales berhasil menempel ketat Marquez yang berada di posisi satu. Hebatnya, rekan Vinales, Aleix Espargaro juga mampu meraih posisi empat besar.

Uji coba MotoGP 2016 jilid kedua terjadi di Jerez, Spanyol pada 25, 26, dan 27 November 2015. Uji coba tersebut terjadi atas inisiatif Michelin yang terus mendapat protes dari para pembalap usai uji coba di Valencia.

Pada uji coba di Jerez, Marquez dan Perdosa memang mampu berada di posisi puncak. Satu hal yang mengejutkan, mereka berdua diikuti oleh pembalap tim Aspar, Yonny Hernandez dan Eugene Laverty yang berada di posisi empat dan lima.

Ducati kembali berjaya di uji coba hari kedua. Marc Marquez memang berhasil menjadi pembalap tercepat, namun empat pembalap dibelakangnya adalah pembalap yang menggunakan mesin Ducati yakni, Scott Redding, Michele Pirro, Danilo Petrucci, dan Hector Barbera.

Redding akhirnya berhasil menjadi yang tercepat di uji coba terakhir. Pembalap Pramac Racing Ducati tersebut berhasil menyisihkan Marc Marquez yang sebelumnya menjadi pembalap yang mampu meraih hasil maksimal.

Hasil dari dua jilid uji coba tersebut menggambarkan secara jelas bahwa dua regulasi terbaru MotoGP mampu membuat pembalap-pembalap yang berada di tim lemah mampu bersaing dengan pembalap-pembalap papan atas seperti Rossi dan Lorenzo.

Jika hasil dua uji coba tersebut terulang di uji coba Sepang, maka sudah pasti balapan musim 2016 akan menjadi balapan yang menegangkan. Kerasnya persaingan Honda-Yamaha bisa saja runtuh karena kekuatan Suzuki dan Ducati.

Ambisi Pramac Ducati Hanya Sebatas 10 Besar

BeritaBintangCHIANTI – Jelang dimulainya musim balap 2015 MotoGP pada 29 Maret di Sirkuit Losail, Qatar, beberapa tim telah memasang target mereka. Begitu juga dengan tim satelit Ducati, Pramac Racing. Sayang, mereka hanya menargetkan masuk dalam 10 besar di akhir musim.

Tahun ini Pramac akan mengandalkan dua pembalap mereka, Danilo Petrucci dan Yonny Hernandez. Keduanya akan dipersenjatai dengan motor yang digunakan tim utama Ducati musim lalu, Desmosedici GP 14.

Meski begitu, kepala tim Ducati, Luigi Dall’Igna, menyatakan mereka siap menyuplai Pramac dengan motor terbaik asalkan kedua rider mereka tampil menjanjikan musim ini.

“Hernandez akan memulai musim dengan mengendarai evolusi terbaik dari GP14, sementara Petrucci masih perlu bekerja mengembangkan GP14,1,” kata Dall’Igna, seperti dikutip GPOne, Kamis (12/3/2015).

“Ini tidak terkecuali saat kami melakukan evaluasi sepanjang musim jika salah satu di antara mereka layak mendapatkan material terbaik. Semuanya tergantung kepada mereka, kami siap mendukung,” tambahnya.

Berbicara mengenai target, tahun lalu tim asal Italia tersebut hanya menempati urutan 15 di klasemen konstruktor MotoGP. Sedangkan untuk tahun ini, Pramac hanya menargetkan mengalami perbaikan lima posisi dari 2014.

“Target kami musim ini adalah masuk ke top 10 di akhir tahun,” ungkap Manajer Pramac, Francesco Guidotti.

“Setiap tahun kami memulai dengan ekspektasi tinggi. Mami melakukan beberapa perubahan dan lawan-lawan menambah kekuatan mereka. Segalanya semakin sulit, tetapi itu tidak masalah, sebab determinasi kami juga meningkat,” tandasnya.

Pramac Ducati Luncurkan Corak Baru GP14

BeritaBintangCHIANTI – Jelang digelarnya lomba balap MotoGP 2015, Pramac Ducati meluncurkan corak motor atau Livery Ducati Desmosedici GP 14 di Chianti, Italia. Motor didominasi warna putih dikombinasikan dengan merah dan hijau.

Peluncuran ini disambut suka cita, baik pembalap maupun Direktur tim asal Italia tersebut, Paulo Campinoti. Menurut pria asal Italia, hal yang luar biasa tim yang dipimpimnya bisa eksis di ajang balap motor paling prestisius dalam jangka waktu yang lama. Sekadar informasi, musim ini merupakan tahun ke-14 tim satelit Ducati itu berlaga di ajang MotoGP.

“Dengan bangga dan antusiasme yang luar biasa kami dapat berkompetisi 14 kali secara beruntun. Tahun lalu, jadi momen emosional bagi kami karena telah menampilkan performa yang luar biasa. Itu terbukti dengan direkrutnya Andrea Iannone ke tim pabrikan Ducati,” jelasnya seperti mengutip situs resmi MotoGP, Kamis (12/3/2015).

“Ini menjadi penting bagi kami, karena kami ingin mendukung tim pabrikan Ducati dan menyediakan tempat bagi pembalap muda bertalenta. Kami juga senang bisa kembali memakai warna hijau di corak motor kami, yang mana warna itu sangat penting bagi Pramac,” urainya.

Menarik disimak kiprah Pramac Ducati musim ini, lewat dua pembalapnya, Yonny Hernandez dan Danilo Petrucci. Usaha keduanya bisa dimulai saat balapan perdana MotoGP digelar di sirkuit Losail, Qatar, 26-29 Maret 2015.