Ya Ampun

Persoalan SMS Hary Tanoe, Fadli Zon: Hukum Kita Diperalat untuk Kepentingan

BeritaBintangPersoalan SMS Hary Tanoe, Fadli Zon: Hukum Kita Diperalat untuk Kepentingan

Sejumlah tokoh negara sangat menyayangkan terjadinya aksi kriminalisasi terhadap Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo. Mereka menganggap hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi karena pesan singkat yang dikirim Hary Tanoe ke Jaksa Yulianto berisi pemikiran biasa-biasa saja yang bertujuan membangun bangsa Indonesia.

Sebagaimana diungkapkan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Ia mengatakan, pengiriman SMS itu bukanlah suatu kasus. Tapi justru dijadikan oleh oknum penegak hukum untuk melanggengkan kepentingan.

“Menurut saya no case. Itu juga publik akan menilai bahwa hukum kita ini diperalat untuk kepentingan. Bisa politik, mungkin orang per orang, atau golongan,” ujar Fadli Zon.

[Baca Juga -“Ya Ampun, Ada 30 Orang Terjangkit Penyakit Menular di Jonggol, 3 di Antaranya AIDS“]

Politikus Partai Gerindra ini bahkan menegaskan bahwa hukum saat ini memperlihatkan dimanfaatkan oleh oknum untuk menjalankan kepentingan tertentu. Dampaknya, hukum tidak lagi menjadi alat untuk menegakkan hukum, tapi dimaksudkan untuk meloloskan tujuan lain.

“Yang jelas (hukum sekarang) bukan untuk menegakkan keadilan,” jelas Fadli Zon.

Sebagaimana diketahui, Hary Tanoe ditetapkan menjadi tersangka terkait SMS ke Jaksa Yulianto dengan menggunakan Pasal 29 juncto 45b UU Informasi dan Transaksi Elektronik. Penetapan tersangka melalui dasar hukum tersebut dinilai banyak pihak sangat janggal.

Melihat hal itu, publik, praktisi, dan pakar hukum berkomentar agar Bareskrim Polri menghentikan perkara SMS ini. Langkah tersebut dinilai untuk menjaga muruah institusi hukum sehingga proses hukum tidak perlu dilanjutkan.

Ya Ampun, Ada 30 Orang Terjangkit Penyakit Menular di Jonggol, 3 di Antaranya AIDS

BeritaBintangYa Ampun, Ada 30 Orang Terjangkit Penyakit Menular di Jonggol, 3 di Antaranya AIDS

Puluhan warga di wilayah Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat terjangkit penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS). Bahkan, tiga diantaranya positif mengidap HIV/AIDS dan satu orang meninggal dunia.

“Iya benar, ada 30 orang terkena penyakit IMS. Kalau yang positf HIV/AIDS cuma ada 3 orang, satu meninggal dunia tiga minggu lalu,” kata Camat Jonggol, Beben Suhendar.

Beben menambahkan, penyakit tersebut tersebar di tiga desa di Kecamatan Jonggol. Untuk yang terjangkit HIV/AIDS, satu diantaranya merupakan ibu yang baru melahirkan dan masih menjalani perawatan di Puskesmas Jonggol.

[Baca Juga -“Panglima TNI: Narkoba Tidak Kalah Berbahaya dari Terorisme“]

“Yang meninggal sudah dimakamkam. Sekarang dua lagi perempuan masih dirawat salah satunya ibu yang baru melahirkan. Kami sudah memeriksa bayi nya dan masih menunggu apakah kena HIV/AIDS juga atau tidak,” jelasnya.

Untuk mencegah penyakit menular itu meluas, pihaknya bersama puskesmas akan menggalakkan sosialiasi mengenai bahaya penyakit yang disebabkan oleh hubungan seks bebas atau penggunaan jarum suntik secara bersamaan tersebut.

“Entah perempuannya atau suaminya yang nakal. Kami akan operasi warung remang-remang untuk mencegah penyebaran penyakit seksual ini di wilayah Jonggol. Kami juga imbau agar tidak mengucilkan mereka,” tandasnya.