WIB

Kembali Hajar Pacers, Cavaliers Amankan Tiket ke Putaran Kedua Playoff Wilayah Timur

BeritaBintangKembali Hajar Pacers, Cavaliers Amankan Tiket ke Putaran Kedua Playoff Wilayah Timur

Juara bertahan NBA, Cleveland Cavaliers kembali sukses mengecundangi Indiana Pacers. Ya, Cavaliers menyapu bersih duel dengan Indiana Pacers di putaran pertama playoff NBA Wilayah Timur. Cavaliers pun berhak melaju ke putaran kedua.

Pada game keempat yang dihelat di markas Pacers, Bankers Life Fieldhouse, Senin 24 April 2017) WIB, Cavs menang dengan skor 106-102.

[ Baca Juga – Celtics Curi Kemenangan di Markas Bulls ]

Empat kemenangan sempurna ini pun sudah cukup mengantarkan Cavaliers lolos ke babak kedua playoff Wilayah Timur. Cavaliers akan menunggu pemenang antara Milwaukee Bucks atau Toronto Raptors.

Hadir sebagai top performer Cavaliers, ada LeBron James dengan torehan 33 poin, 10 rebound, dan empat assist. Sementara, di kubu Pacers, ada nama Myles Turner yang membukukan 20 poin.

Meski Boston Celtics Keok di Game Pertama, Isaiah Thomas Banjir Dukungan

BeritaBintangMeski Boston Celtics Keok di Game Pertama, Isaiah Thomas Banjir Dukungan

Pelatih Boston Celtics, Brad Stevens, mengungkapkan dukungannya pada salah satu pemain tim, Isaiah Thomas, usai kekalahan Celtics dari Chicago Bulls dalam pertandingan perdana kedua tim di babak play-off NBA musim 2016-2017, Senin 17 April 2017.

Dikutip dari Masslive, Selasa (18/4/2017), dalam pertandingan di TD Garden, Boston itu, Thomas terlihat mengalami waktu yang sulit. Sebelumnya, pemain berusia 28 tahun itu baru saja kehilangan sang adik, Chyna Thomas, dalam kecelakaan mobil pada Minggu, 16 April 2017 WIB.

“Jika Thomas butuh dan menginginkan untuk hadir di sini (TD Garden), maka kami akan di sini bersamanya. Dan jika ia lebih memilih pergi ke Seattle (bertemu keluarga), maka ia lebih baik pergi ke sana. Itu semua terserah pada keputusan Thomas,” ungkap Stevens usai laga di TD Garden, Boston.

[ Baca Juga – Tuai Kemenangan di Game Kedua, Cavaliers Unggul 2-0 dari Pacers  ]

Dalam game pertama itu, Thomas bermain dengan kekuatan penuh meski sang pemain sendiri masih dirundung duka mendalam. Namun, ia tetap mengerahkan segala kemampuan dalam babak play-off divisi Timur itu. Bahkan, tak hanya Stevens yang memuji Thomas. Pelatih tim rival, Fred Hoiberg memuji penampilan Thomas.

“Jimmy (Butler) dibuat kesulitan saat mengawal Thomas. Jimmy berusaha keras dan melakukan pekerjaan bagus dengan kekuatannya, tapi seperti yang saya bilang, melawan Thomas tidak semudah itu,” tutup pelatih Bulls.

Boston Celtics akan kembali menghadapi Chicago Bulls dalam game kedua Rabu, 19 April 2017 WIB di TD Garden. Usai dibuat bertekuk lutut 102-106 di game pertama, Boston diharapkan mampu mencuri kemenangan dari sang rival.

Meski Tak Tampil Oke di GP Qatar, Zarco: Saya Butuh Start Layaknya Qatar

BeritaBintangMeski Tak Tampil Oke di GP Qatar, Zarco: Saya Butuh Start Layaknya Qatar

Pembalap tim Yamaha Tech 3, Johann Zarco mengatakan dirinya ingin memulai balapan di Grand Prix (GP) Argentina, Senin 10 April 2017 dini hari WIB seperti saat ia melaju di GP Qatar 26 Maret 2017. Zarco mengaku ia membutuhkan start yang sangat cepat jika ingin meraih podium di GP Argentina.

“Saat balapan GP Qatar, itu adalah start yang spesial! Saya bisa melaju dengan baik,” ungkap Zarco merujuk pada penampilannya di Qatar, seperti dikutip dari AGEN BOLA, Minggu (9/4/2017).

[ Baca Juga : ” Mengenal Lebih Dekat Pemeran Ahmanet dalam Film The Mummy ” ]

Meski saat itu sang rider tidak tampil hebat dan hanya puas mengekor di posisi 22, Zarco tetap menganggap cara ia memulai start di Qatar adalah hal yang memuaskan. Pembalap berusia 26 tahun merasa start dalam sesi kualifikasi yang digelar di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Minggu (9/4/2017) dini hari WIB tidak bagus.

“Saya sedikit merasa kecewa. Saya sangat percaya diri di Argentina sejak sesi latihan pertama baik di trek kering maupun trek basah. Saya memiliki kontrol yang bagus dan mampu membawa motor dengan baik. Hanya saja saya tidak mampu melakukan balapan yang bagus di momen yang hebat ini. Hasilnya pun jadi tidak begitu bagus,” tutup pembalap berpaspor Prancis itu.

Dari hasil kualifikasi, Zarco gagal tampil maksimal dan harus terhenti sejak kualifikasi pertama. Rider berusia 26 tahun itu memiliki catatan waktu 1 menit 49 detik dan akan memulai balapan Senin, 10 April 2017 dini hari WIB di baris kelima.

Akui Lakukan Kesalahan, Iannone Janji Takkan Mengulanginya

BeritaBintang – Akui Lakukan Kesalahan, Iannone Janji Takkan Mengulanginya

Pembalap Tim Suzuki Ecstar, Andrea Iannone, gagal menyelesaikan balapan di seri perdana MotoGP 2017 di Sirkuit Losail, Qatar, Senin (27/3/2017) dini hari WIB. Iannone harus terjatuh pada putaran 10 akibat bersenggolan dengan Marc Marquez (Repsol Honda).

Akibat hasil tersebut, Iannone mengaku sangat kecewa. Sebab, pembalap asal Italia itu harus membuang kesempatannya untuk mendulang poin perdana di musim 2017.

Sejatinya, The Maniac Joe –julukan Iannone– memulai balapan dari baris terdepan yakni posisi kedua di belakang Maverick Vinales (Movistar Yamaha). Bahkan hingga lap 10, Iannone berhasil menjaga posisinya di tiga besar rider terdepan.

[ Baca Juga : ” Power Rangers Tak Mampu Kalahkan Beauty and the Beast Di Tangga Box Office  ” ]

Akibat hasil buruk tersebut, Iannone berharap tak akan mengulanginya lagi. Sebab dirinya bertekad agar mampu menempati posisi tiga besar di klasemen akhir pembalap. Bahkan pembalap 29 tahun itu yakin mampu keluar sebagai juara di akhir musim.

“Saya membuat kesalahan dan saya benar-benar berharap itu menjadi kejadian yang pertama dan terakhir,” jelas Iannone, mengutip dari AGEN BOLA, Senin (27/3/2017).

Marquez Enggan Kecewa Meski Belum Mampu Kalahkan Rossi Lagi

BeritaBintang –  Pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez, kembali menyelesaikan balapan di belakang rivalnya dari Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi. Setelah GP Inggris, Marquez kembali finis di belakang Rossi pada GP San Marino seperti di beritakan oleh LinkAlternatif.Info, Minggu 11 September 2016 malam WIB.

Di GP Inggris, Marquez hanya mampu finis di posisi empat, sedangkan Rossi di posisi tiga. Sementara di GP San Marino, The Baby Alien -julukan Marquez- kembali finis di posisi empat dan The Doctor -julukan Rossi- finis di posisi yang lebih baik, yakni posisi dua.

Meski sadar Rossi kembali memangkas ketertinggalan darinya, Marquez tak ingin larut dalam kekecewaan. Menurut pembalap berusia 23 tahun tersebut, selama dirinya masih unggul jauh dari VR46, tak ada hal yang terlalu ia khawatirkan.

“Ya, saya memang kalah 10 poin dari Valentino (Rossi) dalam delapan hari. Di Silverstone (GP Inggris), saya salah memilih ban, jadi itu lebih karena kesalahan saya,” ungkap Marquez, seperti diberitakan Bandar Bola Terbaik, Senin (12/9/2016).

“Sekarang di Misano, kami memang jelas kalah. Tapi, kami hanya kalah tujuh poin. Jadi kami tidak memiliki alasan untuk terlalu kecewa,” sambung pembalap yang saat ini masih nyaman bertengger di puncak klasemen sementara MotoGP itu.

Valentino Rossi Catat Hasil Terburuk dalam Empat Musim Terakhir

BeritaBintang – VALENTINO Rossi gagal tampil optimal di MotoGP 2016. The Doctor –julukan Rossi– memang mampu memenangi dua dari sembilan race yang telah dilalui. Namun, pembalap berusia 37 tahun itu sudah tiga kali gagal menyelesaikan balapan dan dua kali tidak berhasil mencapai podium.

Hasil itu membuat Rossi tercecer di tangga ketiga klasemen sementara MotoGP 2016 dengan raihan 111 angka. Pembalap berpaspor Italia itu terpaut 59 angka dari rider Tim Repsol Honda, Marc Marquez, yang memimpin klasemen.

Dilansir Panduan Judi Online Hasil di paruh pertama MotoGP 2016 ini merupakan yang terburuk dalam empat musim terakhir. Pada 2013 di sembilan race awal, Rossi sanggup mendulang 117 poin.

Di gelaran 2014, Rossi mampu mengemas 141 poin dan 2015 (179). Namun, tampil buruk di paruh pertama bukan jaminan Rossi akan tampil melempem di paruh kedua.

Dapat dilihat di hasil paruh kedua MotoGP 2013 dan 2014. Saat itu Rossi berhasil meraih poin yang lebih tinggi ketimbang paruh pertama. Setelah hanya meraih 117 angka di paruh pertama MotoGP 2013, Rossi sanggup mendulang 120 poin di periode kedua.

Begitu juga di edisi 2014, setelah meraih 141 angka di periode pertama, Rossi mengemas 154 poin di paruh kedua. Karena itu, Rossi berpeluang besar meraih poin yang jauh lebih besar di paruh kedua MotoGP 2016.

Sekadar informasi, paruh kedua MotoGP 2016 bakal dilangsungkan di Sirkuit Red Bull Ring, Austria. Balapan tersebut akan berlangsung pada Minggu 14 Agustus 2016 malam WIB. Sekadar informasi, untuk pertama kalinya sejak 1997, sirkuit yang berada di Kota Spielberg itu menggelar lomba balap motor paling prestisius tersebut.

Valentino Rossi Menyukai Layout Sirkuit Red Bull Ring

BeritaBintang – Pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, gagal tampil optimal di dua hari tes yang dilakukan di Sirkuit Red Bull Ring pada 19 dan 20 Juli 2016. Pada hari pertama tes, The Doctor –julukan Rossi– hanya menduduki posisi sembilan dengan catatan waktu terbaik 1 menit 25.054 detik. Sementara di hari kedua, Rossi menempati tangga kelima dengan raihan waktu 1 menit 24.169 detik.

Meski mencatat raihan waktu yang kurang maksimal, pembalap berusia 37 tahun itu menyukai layout sirkuit yang memiliki panjang lintasan 4,326 tersebut. Rossi menilai, banyaknya tikungan membuatnya dapat menikmati sesi pengujian sirkuit tersebut.

“Sirkuit ini sangat cepat dan kami membutuhkan banyak waktu untuk mendapatkan kecepatan penuh. Terdapat sembilan tikungan dan saya sangat menyukai sirkuit ini,” jelas Rossi mengutip dari Panduan Judi Online , Kamis (21/7/2016).

Diharapkan, sesi pengujian tersebut dapat memberikan pengalaman tambahan bagi Rossi. Sebab, Sirkuit Red Bull Ring merupakan arena digelarnya race 10 MotoGP 2016 yang diadakan pada Minggu 14 Agustus 2016 malam WIB.

Untuk pertama kalinya sirkuit yang memiliki lintasan sepanjang 4,326 km kembali menggelar balapan MotoGP sejak terakhir kali pada 1997. Setelah itu, Sirkuit Red Bull Ring tak lagi menggelar lomba balap motor paling prestisius tersebut dan lebih fokus mengadakan race Formula One (F1).

Jorge Lorenzo: Saya Tampil Lebih Cepat di Hari Kedua

BeritaBintang – Pembalap Tim Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, lumayan senang setelah meraih catatan waktu yang lebih baik di hari kedua tes pengujian Sirkuit Red Bull Ring pada Rabu 20 Juli 2016 malam WIB. X-Fuera –julukan Lorenzo– mengaku motor YZR-M1 kepunyaannya melaju lebih cepat ketimbang hari pertama.

Pembalap berusia 28 tahun itu selalu mengaspal di dua hari tes. Pada hari pertama, rider berpaspor Spanyol itu harus puas menduduki posisi 12 dengan catatan waktu terbaik 1 menit 25.175 detik. Saat itu ia tertinggal 1,4 detik dari rider Tim Ducati, Andrea Dovizioso, yang keluar sebagai rider tercepat.

Di hari kedua tes, Lorenzo berada di posisi yang jauh lebih signifikan. Ia sanggup menduduki posisi enam dengan raihan waktu terbaik 1 menit 24.194 detik. Juara dunia tiga kali kelas MotoGP itu tertinggal 0,9 detik dari pembalap Ducati lain, Andrea Iannone, yang keluar sebagai rider tercepat.

Karena itu, perbaikan catatan waktu itu dapat dijadikan modal sebelum kembali tampil di sirkuit yang sama. Sekadar informasi, Sirkuit Red Bull Ring merupakan arena race ke-10 MotoGP 2016 yang berlangsung pada Minggu 14 Agustus 2016 malam WIB.

“Dibandingkan hari sebelumnya, saya meraih hasil yang lebih baik kali ini. Kami merasakan beberapa perkembangan pada motor, jadi saya terlihat sedikit lebih cepat. Sebelumnya, saya tertinggal 1,4 detik dari rider tercepat, namun kali ini hanya 0,9 detik,” jelas Lorenzo mengutip dari Bintangbola.co, Kamis (21/7/2016).

Valentino Rossi: Atmosfer Sirkuit Red Bull Ring Akan Luar Biasa!

BeritaBintang – Pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, tak sabar tampil di Sirkuit Red Bull Ring yang merupakan arena digelarnya race 10 MotoGP 2016 pada Minggu 14 Agustus 2016 malam WIB. The Doctor –julukan Rossi– menilai, atmosfer balapan nanti bakal berjalan luar biasa dengan adanya suporter yang memadati tribun sirkuit yang memiliki panjang lintasan 4,326 km tersebut.

Rossi beserta pembalap MotoGP lainnya baru saja tampil di sesi pengujian Sirkuit Red Bull Ring yang berlangsung pada 19 dan 20 Juli 2016. Tidak heran Red Bull dijadikan lahan pengujian. Sebab untuk pertama kalinya sejak 1997, sirkuit yang berada di Austria itu kembali menggelar lomba balap motor paling prestisius tersebut.

Dalam dua hari tes yang dilakukan, terlihat ribuan penonton memadati sirkuit yang mulai dibuka pada 1969 tersebut. Dari banyaknya penonton yang hadir di sesi pengujian sirkuit tersebut, Rossi yakin di balapan sebenarnya akan lebih banyak dihadiri penggemar MotoGP yang datang langsung ke sana.

Karena itu, balapan diprediksi akan berlangsung seru berkat adanya atmosfer luar biasa yang diberikan penonton. Sekadar informasi, Rossi merupakan satu-satunya pembalap (yang kini aktif di kelas MotoGP) yang pernah tampil di Sirkuit Red Bull Ring pada ajang grand prix (125 cc, 250 cc dan MotoGP).

Ketika masih tampil di kelas 125 cc pada 1996 dan 1997, Rossi pernah mengaspal di sirkuit itu. Di gelaran 1996 atau musim debutnya di ajang grand prix, Rossi sanggup menempati posisi tiga. Sementara setahun berselang, pembalap yang kini berusia 37 tahun itu menduduki tangga kedua.

“Terdapat banyak fans yang hadir selama sesi tes. Jadi saya pikir balapan nanti bakal berlangsung luar biasa,” ujar Rossi penuh keyakinan, mengutip dari Panduan Judi Online , Kamis (21/7/2016).

Penyebab Jorge Lorenzo Gagal Raih Hasil Optimal di Red Bull Ring

BeritaBintangSPIELBERG – Pembalap Tim Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, gagal meraih hasil maksimal saat tampil di sesi pengujian Sirkuit Red Bull Ring pada 19 dan 20 Juli 2016. X-Fuera –julukan Lorenzo– hanya duduk di posisi 12 pada tes hari pertama dengan catatan waktu terbaik 1 menit 25.175 detik.

Sementara di hari kedua, juara dunia tiga kali kelas MotoGP itu naik ke posisi enam dengan catatan waktu terbaik 1 menit 24.194 detik. Tentu ada penyebab di balik buruknya raihan waktu yang diambil pembalap berusia 28 tahun tersebut.

Lorenzo menyebut tidak percaya diri ketika melahap tikungan pertama di sirkuit sepanjang 4.326 km tersebut. Pembalap berpaspor Spanyol itu mengaku beberapa kali hampir terjatuh di tikungan tersebut.

Karena itu, Lorenzo harus memperbaiki performanya sebelum tampil di race sebenarnya. Sebab, race 10 MotoGP 2016 bakal digelar di sirkuit yang sama pada Minggu 14 Agustus 2016 malam WIB.

“Saya tidak percaya diri ketika melewati tikungan pertama, di mana saya hampir terjatuh ketika menggunakan ban keras. Jadi, saya harus berhati-hati ketika menggunakan ban lunak saat melewati tikungan tersebut,” ujar Lorenzo mengutip dari TaruhanBolaOnlineTerpercaya, Kamis (21/7/2016).