Vila Mimosa

Prostitusi di Negeri Samba

BeritaBintang –  Selain dikenal sebagai negeri sepakbola dan penghasil kopi, Brasil tak kalah dikenal dengan pariwisatanya. Tapi seperti halnya di beberapa negara destinasi wisata, para turis yang pelesiran ke Brasil tak hanya memburu keindahan alam, tapi juga dunia ‘esek-eseknya’.

Bicara soal wisata seks, Negeri Samba tak melarang eksistensi prostitusi. Hanya saja, pemerintah negara yang kini masih dipimpin Presiden Dilma Roussef tersebut melarang berdirinya rumah-rumah bordil dan adanya mucikari.

Pun begitu, tentu saja rumah-rumah bordil terselubung dan sejumlah mucikari masih eksis. Red-Light District juga tak secara terang-terangan beroperasi.

Tapi secara “gelap”, tempat-tempat prostitusi semacam itu masih ada di beberapa area tujuan wisata, seperti Fortaleza, Ceara, Pantanal Amazon dan tentunya Rio de Janeiro.

Angka prostitusi di Brasil sempat meledak selama penyelenggaraan Piala Dunia 2014 lalu. Di Rio de Janeiro, sekira 886 ribu turis, tak hanya menyerbu demi pesta sepakbola sejagad tersebut, tapi juga menikmati wisata seks.

Setidaknya, sebuah red-light district terselubung – Vila Mimosa, yang hanya berjarak setengah mil dari Stadion Maracaña, sangat disibukkan dengan tingginya “permintaan” para pekerja seks komersial (PSK).

Sekira 300 rumah bordil “gelap” jadi tujuan para turis di di kawasan Vila Mimosa tersebut. Diperhitungkan, ledakan prostitusi ini akan kembali terjadi seiring gelaran Olimpiade 2016. Disebutkan, Brasil masih menggodok regulasi yang mengatur profesi dan hak-hak prostitusi.

Hal itu demi mencegah meningkatnya (lagi) kejahatan seksual dan yang pasti, menekan angka perdagangan anak-anak di bawah umur. Pasalnya, Brasil merupakan negara tertinggi soal jumlah PSK di bawah umur selain Thailand.

Sekira 250 ribu anak-anak saat ini yang tercatat dipekerjakan sebagai PSK. Sebuah pekerjaan rumah (PR) buat pemerintah Brasil untuk ditangani dengan serius. Sisi lain soal prostitusi Brasil, adalah menyebarkan para prostitusi di negeri itu ke beberapa negara lain.

Sejumlah PSK berkewarganegaraan Brasil acap ditemukan di sejumlah negara, seperti Argentina, Cile, Uruguay, Suriname, Amerika Serikat, hingga ke Portugak, Spanyol, Belanda dan Inggris.

Di samping itu soal urusan birahi, Brasil juga ternyata populer sebagai tujuan para turis gay alias penyuka sesama jenis, selama hampir 10 tahun terakhir.

Pemerintah Kota Rio de Janeiro sempat merilis pernyataan, bahwa mereka mendapati sekitar satu juta turis gay dalam setahun.